MM KINE KLUB UMY TAYANGKAN FILM NYANYIAN AKAR RUMPUT


(Nuansa Online) - Muhammadiyah Multimedia Kine Klub Universitas Muhammadiyah Yogykarta (MM Kine Klub UMY) kembali mengadakan kegiatan launching dan penayangan film dalam acara Kineidoscope 2018 di Taman Budaya Yogyakarta pada Sabtu (29/12). Acara yang sudah dilaksanakan selama tiga tahun berturut-turut ini menarik minat sebanyak 150 penonton yang datang dari berbagai kalangan dan daerah. 

Mengusung tema ‘Harmony In Action’, MM Kine Klub menayangkan berbagai genre film sebagai wujud bahwa melalui perbedaan itu tetap akan menimbulkan harmoni. Kineidoscope 2018 yang diselenggarakan pada akhir tahun juga merupakan ajang refleksi dari Indonesia pada tahun ini yang penuh dengan masalah isu politik, isu SARA, ujaran kebencian, dan pertengkaran dimana-mana.

 “Kami ingin menyuarakan bahwa Indonesia bisa harmonis kayak dulu lagi, melalui penayangan film ini kami berharap Indonesia lebih baik dari yang sekarang,” jelas Ibadurrahman Wijaya selaku ketua panitia Kineidoscope 2018.

Ada empat film hasil produksi dari MM Kine Klub UMY yang ditayangkan dalam acara ini yakni Sebaba, Lima W Satu H, Aku Sama Dengan Mereka, dan Ember. Selain itu, juga turut ditayangkan film tamu yakni Nyanyian Akar Rumput hasil produksi Yuda Kurniawan. 

Dalam sesi diskusi, Yuda menceritakan film Nyanyian Akar Rumput merupakan hasil dari ketertarikannya terhadap Wiji Thukul dan dunia dokumenter. Melalui film ini ia ingin membagikan kisah kelam Indonesia pada masa orde baru kepada para penonton.  

“Target film untuk penonton agar tau tentang 98, Thukul dan famili,” terang Yuda. 

Penayangan film Nyanyian Akar Rumput dalam Kineidoscope 2018 berhasil menarik minat penonton untuk datang dan meramaikan acara tahunan dari MM Kine Klub UMY ini. Salah satu alasan pemilihan film Nyanyian Akar Rumput sebagai special screening dalam Kineidocsope adalah karena MM Kine Klub UMY ingin menyampaikan kepada para penikmat film dan pemerintah betapa pentingnya penanganan isu HAM.

 “Kami mengharapkan dari acara ini dapat membukakan hati mereka (red:pemerintah),  mata mereka. Kami ingin menyuarakan bahwa Kine ini  juga peduli terhadap HAM,” ujar Ibad. (ska, risne
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar