E-Learning untuk 'si Eksak' atau 'si Sosial'?

Sumber : www.learning.eng.umy.ac.id dan www.learning.socpol.umy.ac.id

Nuansa Online - Teknologi informasi yang semakin maju kini mulai merambah ke berbagai bidang, tidak terkecuali pendidikan. Perkembangan zaman menuntut pembaharuan dalam mekanisme pendidikan untuk memenuhi kualitas pendidikan yang lebih efektif dan efisien. Seperti saat ini, di dunia pendidikan sudah mulai akrab dengan yang namanya E-Learning. E-Learning atau pembelajaran elektronik sendiri merupakan kegiatan pembelajaran tanpa tatap muka yang memanfaatkan jaringan internet sehingga dapat diakses oleh mahasiswa atau pengajar. Kini, pendidikan, internet dan sistem informasi merupakan hal yang dapat digabungkan. 

Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) saat ini juga telah menggunakan E-Learning sebagai salah satu sarana pengajaran yang berbasis teknologi kepada mahasiswa. E-Learning UMY secara resmi mulai digunakan kepada seluruh mahasiswa yaitu pada tahun 2018. Banyak jurusan di UMY yang telah mengimplementasikan E-Learning di setiap mata kuliah sebagai sarana berbagai materi kuliah, tugas maupun ujian-ujian yang diselenggarakan secara online. Pihak universitas pun telah berupaya untuk mengoptimalkan pemanfaatan E-Learning, seperti melakukan sosialisasi kepada para dosen mengenai E-Learning, pelatihan dalam membuat E-Learning, pelatihan kurikulum yang sesuai agar bisa diintregasikan ke dalam E-Learning, dan lainnya.

Untuk bisa mengimplementasikan pendidikan, internet dan sistem informasi kedalam E-Learning, ada pembagian tugas di semua pemangku kepentingan E-Learning. Pihak UMY sendiri juga sudah memiliki Biro Sistem Informasi (BSI) yang merupakan pusat teknologi informasi UMY yang juga turut menangani E-Learning. BSI membuat dan menyediakan sistem E-Learning yang mudah dan mendukung dosen dalam hal menggunakan E-Learning. Meskipun begitu, BSI tidak ikut dalam hal pengaturan konten di E-Learning.  Singkatnya, BSI hanya mengatur teknis dari E-Learning seperti membantu dosen dalam menerjemahkan konten di E-Learning untuk dibuat menjadi lebih bagus dan baik. Sementara itu, untuk pengembangan konten dan bagaimana memanfaatkan E-Learning menjadi tanggung jawab Lembaga Pengembangan Pendidikan UMY (LPP UMY). “Kami BSI bekerjasama dengan LPP. LPP yang berhubungan dengan konten, kami benar-benar teknis,” ujar Winny Setyonugroho selaku Kepala Urusan Website dan SEO.

Walaupun seluruh dosen UMY sudah dianjurkan oleh pihak universitas untuk memanfaatkan fasilitas E-Learning, namun ternyata belum semua fakultas dan jurusan memanfaatkan secara penuh fasilitas yang disediakan oleh kampus ini. Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Poltik (FISIPOL) misalnya, masih sangat sedikit mata kuliah yang menggunakan E-Learning sebagai media ajar tambahannya. “Ngga pernah pakai, baru denger juga ada E-Learning,” ujar Titamy Irbah, mahasiswi Hubungan Internasional UMY 2017 yang mengaku belum pernah menggunakan E-Learning.

Lain halnya di Fakultas Teknik, khususnya Jurusan Teknik Mesin, penggunaan E-Learning sangat gencar dilakukan untuk mendukung proses belajar. Bahkan, semua mata kuliah telah diwajibkan untuk menggunakan E-Learning. Dalam beranda E-Learning Jurusan Teknik Mesin sendiri terdapat berbagai informasi lengkap yang bisa diakses oleh mahasiswa maupun dosen. Terdapat informasi mengenai profil dosen, proyek kuliah satu semester ke depan, materi kuliah, kuis, serta ujian-ujian tiap mata kuliah. 

Salah satu yang mendasari perbedaan intensitas penggunaan E-Learning di beberapa fakultas maupun jurusan adalah karakteristik materi ajar dan sistem pembelajaran antara rumpun ilmu eksak dan ilmu sosial. “Yang berkembang pesat memang pemanfaatan E-Learning di jurusan eksak, tetapi di sosial bukan berarti tidak bisa memanfaatkan. Ada modifikasi yang harus disesuaikan dengan karakter rumpun ilmu sosial. Misalnya, kita masih kesulitan sekarang untuk melaksanakan ujian secara online di E-Learning karena biasanya di kita (sosial) menggunakan cara-cara esai, kalau di eksak itu mereka bisa dengan multiple choice,” ujar Sugito (Dosen HI UMY). Menurutnya, ilmu sosial menekankan nalar berpikir dan cara mahasiswa berargumentasi sehingga sering menggunakan esai ketika ujian. Kendala penggunaan jawaban esai ini adalah dikhawatirkan adanya plagiasi yang mungkin saja dilakukan oleh mahasiswa melalui internet. Oleh karena itu, dosen-dosen tetap melaksanakan ujian di dalam kelas, namun beberapa forum diskusi dan materi-materi pembelajaran diunggah di website E-Learning UMY.  (dora, iff) 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar