Meminimalisir Kebakaran dengan Kompor Alai

Sumber : Dokumen Pribadi 

Nuansa Online- Musibah bisa terjadi kapan saja, salah satunya kebakaran akibat kompor gas yang meledak. Beberapa penyebab meledaknya kompor gas dipengaruhi oleh sifat gas elpiji yang mudah terbakar, sehingga kebocoran alat ini beresiko tinggi terhadap kebakaran. Disamping itu, sikap dan perilaku pengguna yang terkadang lupa mematikan kompor selesai digunakan juga meningkatkan ancaman resiko kebakaran.

Oleh karena itu, sekelompok mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang tegabung dalam Program Kreativitas Mahasiswa Karsa Cipta menciptakan inovasi “Kompor Alai” merupakan singkatan dari Kompor Anti Lalai untuk menekan resiko terjadinya kebakaran akibat lupa mematikan kompor. Terobosan ini digagas oleh  tiga mahasiswa  jurusan Teknik Elektro UMY angakatan 2015 diantaranya Abdi bagas utomo selaku ketua, Ratna Murti, serta Dwi Nugroho Juliansyah.

Ide Kompor Alai ini berawal dari banyaknya kasus kebakaran akibat lupa mematikan kompor yang dikabarkan melalui televisi. Sehingga mereka menginisiasi untuk menciptakan kompor ketika ditinggalkan oleh pemiliknya dapat mati secara otomatis dan bisa mendeteksi gas yang akan mengalami kebocoran.

Kelebihan Kompor Alai ini antara lain mendeteksi dan memberi peringatan terjadinya kebocoran gas, memberikan peringatan bahwa kompor dalam keadaan menyala namun tidak diawasi melalui alarm dan pesan singkat ke ponsel pengguna, dan kompor dapat mati secara otomatis ketika kompor menyala namun tidak diawasi, sehingga dapat mencegah masakan gosong atau kebakaran. Di samping itu, kekurangan dari kompor alai ini perlu dilakukan analisis sebih lanjut lagi untuk ketahanan komponen-komponen nya ketika digunakan untuk suhu yang panas dalam waktu yang cukup lama.

Komponen dari kompor Alai sendiri yaitu kompor dan beberapa alat seperti multimeter, soldir bor dan lain lain. Adapun langkah –langkah yang dilakukan untuk pembuatan inovasi ini dimulai dengan design alat, pengecekan komponen, pengecekan sensor pir, mengisi proteus di rangkaian komponen, terakhir tahap uji coba. Dengan estimasi dana mencapai kurang lebih 2 juta rupiah percobaan terhadap penggunaan Kompor Alai yang dilakukan beberapa kali ini pernah mengalami kegagalan karena sensor pir tidak mendeteksi kehadiran manusia dengan baik, sensor api belum bekerja sempurna, dan kesulitan melubangi kompor untuk pemasangan komponen. 

Kompor Alai ini memang belum di jual di pasaran karena masih dalam tahap evaluasi dan pengembangan lebih lanjut dari segi keamanan serta daya tahan kompor tersebut. Sampai sejauh ini baru satu kompor yang sudah di produksi. Inovasi ini mampu meraih prestasi di Presentasi Pekan Ilmiah Nasional (PIMNAS) 2017. 

“Harapan kedepannya kompor Alai bisa lebih dikembangkan dan digunakan oleh masyarakat, di jual di pasaran untuk meminimalisir kecelakan –kecelakan yang terjadi akibat gas dan kompor belum terferifikasi keamanannya,” ungkap kelompok ini. (Az) 
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar