KKN 053: Memanfaatkan Serabut Kelapa Menjadi POC Bernilai Tinggi



Nuansa Online - Mahasiswa kuliah kerja nyata Universitas Muhammadiyah Yogyakarta unit 053 yang diterjunkan di Dusun Kadigunung, Desa Hargomulyo, Kecamatan Kokap, Kabupaten Kulon Progo, menyelenggarakan sosialisasi penggunaan mesin pencacah sabut kelapa sekaligus pembuatan pupuk organik cair yang berasal dari limbah sabut kelapa yang ada di Dusun tersebut pada hari Sabtu (9/2).

Sosialisasi ini warga setempat sangat antusias untuk mengetahui cara kerja mesin dan pembuatan pupuk tersebut. Kegiatan sosialisasi ini dihadiri oleh masyarakat yang bertempat tinggal di Dusun Kadigunung, seperti Kelompok Tani, Kelompok Tani Hutan, Kelompok Wanita Tani, serta Dosen Pembimbing Lapangan kelompok KKN 053, dan beberapa tokoh masyarakat yang ada di tempat sekitar.

Pengadaan mesin pencacah sabut kelapa ini didasarkan pada potensi yang ada di sekitar. Masyarakat Dusun Kadigunung mayoritas berprofesi sebagai petani gula kelapa, dan untuk sabut kelapanya hanya menjadi limbah. Limbah sabut kelapa tersebut kemudian dimanfaatkan menjadi POC (Pupuk Organik Cair).

Pada awal pembuatannya, POC hanya dibuat dengan cara manual, yaitu mencacah sabut kelapa dengan parang dan pisau. Pencacahan dengan cara manual sangat menyita banyak waktu, sehingga masyarakat tidak tertarik untuk menjadikan POC sebagai komoditi baru penambah nilai ekonomi masyarakat. Namun, setelah adanya alat pencacah sabut kelapa, proses pencacahan menjadi lebih cepat. Saat dilakukan percobaan, dalam jangka waktu satu menit, mampu menghasilkan 1,1 kg cocopeat, dan 1,3 kg cocofiber.

Menurut Khamim, selaku kepala Dukuh Kadigunung, dengan adanya mesin pencacah serabut kelapa sangat bermanfaat untuk warga sekitar. Ini didasari dari kebiasaan warga dalam sehari dengan menggunakan alat manual, cacahan sabut kelapa yang diperoleh hanya 1 karung, namun sekarang dengan adanya alat pencacah serabut kelapa, cacahan sabut kelapa yang diperoleh dalam sehari dapat mencapai 5 karung.

POC yang dibuat menggunakan bahan-bahan yang mudah ditemukan dan sangat murah, bahan-bahan yang digunakan berupa campuran coco fiber dan coco peat dengan air, air gula merah, air leri, dan EM4 lalu di fermentasi selama 14 hari , selanjutnya pupuk siap di aplikasikan dan di pasarka. Tidak hanya pupuk cairnya saja yang bisa di aplikasikan, tapi sisa sabut kelapa setelah fermentasi pun bisa dijadikan pupuk dan campuran dengan tanah untuk media pembibitan tanaman.

POC ini memiliki kandungan unsur hara terutama Kalium ( K ), dan unsur lainya yang terkandung Mg, P, Ca, yang bermanfaat bagi pertumbuhan tanaman. Manfaat lain dari POC yaitu Tanaman lebih tahan atau adaktif terhadap kekeringan. Meningkatkan daya tahan terhadap hama dan penyakit, agar menjadi lebih banyak dan meluas pertumbuhanya, daun dan bunga serta buah tidak mudah rontok, serta tanaman lebih kuat. (KKN 053 UMY)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar