Creative Digital Jaman Now: Memanjakan Kita untuk Menjadi Siapapun

Nuansa Online - “Dunia digital dengan media-medianya sangat memanjakan kita untuk menjadi apapun, siapapun,” ungkap Dedi Rokkinvisual, narasumber pada kegiatan DIKSI X BISIK (Diskusi Singkat dan Bincang asyik) pada Jumat, (29/3).
DIKSI x BISIK terlaksana berkat kerja sama antara Dinas Pengembangan Wawasan Intelektual (PWI) serta Dinas Kominfo (Komunikasi dan Informasi) Badan Eksekutif Mahasiswa Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (BEM Fisipol UMY).
“Awalnya PWI mempunyai proker (program kerja) berupa DIKSI, sedangkan BISIK digagas oleh Kominfo. Untuk efisiensi serta efektivitas kegiatan, maka kami menggabungkan kedua program ini karena mempunyai kecocokan,” papar Fairuz Artha selaku Ketua Panitia DIKSI x BISIK di_Lobi Fisipol UMY.
Di era industri 4.0 dengan media dunia bergeser dari semula yang serba terbatas menjadi tidak terbatas, yang semula belum ada anak bangsa yang mengimpikan menjadi developer atau penggiat industri kreatif sekarang justru banyak digandrungi. Ketiadaan batasan dari media dan besarnya peluang di_industri kreatif tidak bisa berjalan sendiri tanpa adanya dukungan. Daya kreatif yang tak terbatas ini dapat menghasilkan manfaat bagi orang sekitar. Hal inilah yang melatarbelakangi tema pada malam ini, Media for Infinite Creativity.
Tema yang mempunyai makna sebagai Media untuk Kreativitas Tanpa Batas ini berbicara masalah dalam industri kreatif dan media zaman sekarang.


Creative Digital Jaman Now
“Pelaku kreatif dituntut untuk up to date, responsive, serta multitasking,” kata Hasan Basri sebagai narasumber pada sesi pertama.
Pria yang sekarang berprofesi sebagai konseptor di_Mara Advertising  juga menambahkan bahwa pergeseran era industri media saat ini sangat memudahkan kita dalam berkarya dan mendapat pekerjaan. Sebagai contoh, dia menyebutkan bahwa bermodalkan handphone (HP), seseorang dapat menghidupi dirinya, contohnya bekerja dalam bidang digital campaign.
“Jika dulu memulai usaha dengan menyewa bangunan, sekarang setiap orang dapat bekerja dari manapun. Jika dulu melakukan promo media konvensional, sekarang beralih pada media digital. Pada era sekarang, creative digital mengubah cara kerja seseorang,” lanjut pria yang juga merupakan alumni Ilmu Komunikasi UMY.
Dalam hal ini, kreativitas dan strategi yang baik sangat dibutuhkan dalam creative digital jaman now agar karya tersebut menjadi viral dan dikenal luas di_masyarakat
The Power of Creativity
Hal senada juga diungkapkan oleh Dedi Rokkinvisual ketika menjadi narasumber pada sesi kedua.
“Dunia digital dengan media-medianya sangat memanjakan kita untuk menjadi apapun.” ungkap pendiri Rokkin Visual Studio ini.
Beliau menyebutkan bahwa media digital seperti sawah yang belum digarap. Penggiat di_bidang ini dituntut untuk menjadi berbeda, guna menjadi kunci dalam memecahkan masalah. Inilah yang dinamakan kekuatan kreativitas.
“Mulailah dengan berlatih menyelesaikan masalah-masalah di_sekitar, paling dekat denganmu, dan dengan cara atau pendekatan yang kreatif” nasihat Dedi yang juga merupakan pendiri Kelompok Bikin Iklan, Otak Atik Otak.
Di sesi terakhir, Lalu Rafi Afnan selaku moderator pada kegiatan ini memberikan sesi tanya jawab untuk peserta kegiatan malam ini. Mereka bertanya dengan antusias terkait masalah dalam industri media sekarang.
Selain itu, kegiatan ini juga memberikan pengetahuan dan kesadaran baru bagi para pesertanya.
“Kegiatan ini menarik sekali. Saya mendapat pengetahuan baru tentang industri media yang sekarang sangat dinamis mengikuti arus globalisasi. Semoga acara ini akan terus berlanjut.” ujar Andini, salah satu peserta DIKSI x BISIK.
Fairuz Arhta juga mengungkapkan agar kegiatan ini  dapat menumbuhkan kesadaran orang untuk tidak hanya menjadi konsumen, namun juga dapat bertindak sebagai pelaku kreatif.
“Saya tidak berharap teman-teman menjadi pelaku industri kreatif karena setiap orang mempunyai minat yang berbeda, namun teman-teman dalam memaksimalkan media sebagi lahan bisnis, sehingga tidak hanya sebagai pengguna, tetapi juga dapa memproduksi sesuatu yang lebih bermanfaat bagi diri sendiri dan orang lain.” Ujar Artha.
Kegiatan malam ini diakhiri dengan pernyataan penutup oleh Dedi Rokkinvisual.
“Sebagian orang menjadi tumpul karena keadaan sebagian lagi terasah oleh keadaan dan menjadikannya pemenang.” (MRA/PRM)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar