E-learning Bentuk Perkembangan Teknologi Dalam Bidang Pendidikan


Sumber : delagoas.blogspot.com


Oleh :
Putri Kesumadila (Mahasiswi Manajemen 2017)

Nuansa Online Modern ini, dunia digital mengalami perkembangan yang sangat cepat. Di Indonesia, perkembangan dan pemanfaatan komputer secara offline dan online hanya memakan waktu tidak lebih dari dua dekade. Pada awal tahun 2000-an, komputer hanya dimiliki oleh orang-orang tertentu saja dan penyimpanan file menggunakan portable-drive jenis disket. Namun, sekarang hampir setiap orang memiliki komputer beserta penyimpanan portable-drive menggunakan flash-disc atau portable-harddrive (hardisk eksternal). Bahkan penyimpanan secara online telah banyak dimanfaatkan, sehingga data tersimpan dapat diakses dimana saja.

Perkembangan teknologi mulai mempengaruhi berbagai aspek kehidupan manusia, mulai dari aspek ekonomi, sosial, budaya, dan lainnya. Hal ini dimanfaatkan dengan baik salah satunya oleh tenaga pengajar untuk membantu proses pembelajaran di kelas.  Contohnya pemanfaatan komputer untuk penyampaian materi.

Merujuk kepada (Mendikbud, 2012), pemerintah melalui salah satu program Dirjen Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kemristek Dikti, telah me-launching Sistem Pembelajaran Daring Indonesia (SPADA) yang merupakan peran serta pemerintah dalam mewujudkan pemerataan pendidikan. Penelitian pengembangan dalam pemanfaatan e-learning dalam pembelajaran yang telah dilakukan (Mu’arif & Surjono, 2016) (Helianak & Surjono, 2014) (Purmadi & Surjono, 2016) (Januarisman & Ghufron, 2016) (Supriyono & Sugirin, 2014) menghasilkan peningkatan yang signifikan terhadap outcomes atau hasil.

Dengan adanya e-learning berbasis web ini, mahasiswa dapat belajar di mana saja dan kapan saja tanpa dosen di dekat mereka. Mahasiswa dapat membuka mata kuliah tersebut kembali di rumah, memahami ulang secara mandiri, serta memberikan feedback secara langsung saat itu juga. Fenomena ini juga terjadi di Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.  Beberapa mahasiswa UMY sendiri mengaku terbantu dengan adanya kemajuan ini.

 E-learning dapat memberikan keefektifan kuliah online bagi dosen maupun mahasiswa, misalnya apabila dosen berhalangan hadir, dosen dapat memberi tugas melalui e-learning dengan batasan waktu yang ditentukan tanpa harus mengganti jadwal kelas,” ucap Ferry mahasiswa Fakultas Ekonomi dan Bisnis.

Meski demikian, adanya e-learning tak lepas dari berbagai kekurangan dan sering menuai kritik dari mahasiswa. Seperti durasi waktu ujian atau kuis yang diberikan terkadang terlalu cepat, kurangnya pengawasan ketat saat adanya tes, minimnya fasilitas internet serta kurangnya keterampilan penggunan komputer bagi beberapa orang.  Meski begitu, sebagai sebuah inovasi baru, e-learning dinilai mampu mengefektifkan penyampaian mata kuliah.

“Sistem ini dapat diakses melalui laptop atau handphone pribadi dimanapun, sehingga ketika ada tes, mahasiswa dapat dengan mudah melakukan kecurangan, mungkin hal ini bisa diperbaharui sehingga kecurangan-kecurangan tersebut bisa diminimalisir,” ujar Fatur, mahasiswa Fakultas Teknik.
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar