Belajar Dari Tahun Lalu : Panitia Koreo Mataf 2019 Utamakan Kesehatan Mahasiswa Baru


Sumber : Dokumen Nuansa


Nuansa Online – Panitia Masa Ta’aruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY) berkolaborasi dengan tim dari UKM Drum Corps UMY untuk mewujudkan pegelaran mahakarya koreografi pada Sabtu (24/8) di lapangan sepakbola UMY. Kegiatan ini melibatkan seluruh fakultas yang ada di UMY. 

Tema koreografi kali ini mengikuti tema Mataf UMY 2019 yaitu “Milenialis yang Berkemajuan Harmonikan Indonesia”. Koreografi ini bertujuan untuk memberikan momen persatuan bagi mahasiwa baru (maba) untuk menciptakan harmoni sesuai dengan tema Mataf UMY tahun ini.

Koreografi Mataf UMY kali ini mengusung sebelas formasi. Bagian pertama membentuk angka 3, 2, dan 1 dalam bahasa arab. Merah polos untuk awalan, kemudian formasi peta Indonesia dengan dua latar yaitu merah dan putih. Dilanjutkan formasi angka 74, warna bendera merah putih, tulisan Yogyakarta, dan tulisan UMY dengan warna hijau. Formasi tersebut diambil untuk menggambarkan mahasiswa UMY yang berasal dari seluruh Indonesia yang bersatu dalam bhineka tunggal ika dan dipertemukan di Jogja yang istimewa.

Dengan persiapan kurang lebih satu bulan, kegiatan ini berusaha untuk tidak mengulangi kesalahan-kesalahan pada koreografi Mataf UMY tahun lalu seperti kurang tercukupinya konsumsi untuk peserta, serta lambat dan lamanya waktu koordinasi dalam pembentukan formasi koreografi sehingga menyebabkan banyak peserta yang pingsan. 

“Koreografi tahun ini mengutamakan kesehatan maba, sehingga dari 5000 maba yang ikut koreografi, hanya sekitar 3500, sisanya tidak datang dan diberikan pita merah dan kuning,” ujar Ketua Mataf UMY tahun ini, Muhammad Iqbal Khatami.

Untuk menjaga kesehatan mahasiswa baru, panitia koreografi berkerja sama dengan tim kesehatan yang terdiri dari lima tim yaitu Tim Bantuan Medis (Kedokteran Umum UMY), Dental Emergency (Denmer UMY), Nurse Care Club (Keperawatan UMY),  Tim Bantuan Obat (Farmasi UMY) dan Tim KSR yang diambil dari PMI UMY. Seluruh tim ini berjumlah sekitar 130-140 orang.

Panitia koreografi tahun ini juga berusaha untuk mengefisiensikan waktu sehingga pembentukan koreografi berjalan lebih cepat dari rundown yang sudah diperkirakan. Pada awalnya koreografi diperkirakan selesai pukul 11.30 WIB, namun dapat teselesaikan pada pukul 09.30 WIB.

Kegiatan koreografi berjalan dengan baik meskipun terdapat beberapa kendala yang ditakutkan panitia sebagaimana yang dipaparkan oleh Elyakim, pemandu koreo.

“Takut mereka bete, karena kalau udah bete, nggak bisa diapa-apain. Tapi alhamdulillah suasana terealisasi dengan baik, sempat terharu juga setelah take selesai,” ungkap Elyakim Nur Fajri selaku pemadu koreografi. (Nays, Dap, Lv)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar