Maskot Lebah Turut Meriahkan Mataf UMY 2019


Sumber : Dokumen Nuansa
Nuansa Online – Panitia Masa Ta’aruf (Mataf) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta 2019 meluncurkan maskot lebah pada Senin (26/8) di Sportorium UMY sebagai perwujudan dari logo serta tema Mataf tahun ini.

Tema yang diusung pada mataf UMY 2019 memiliki dua makna yaitu berkemajuan dan harmonikan Indonesia. Berkemajuan, berarti milenial islam tidak hanya eksis di media sosial namun juga mampu menciptakan karya hebat dan progresif baik akademik maupun non akademik. Sedangkan harmonikan Indonesia dimana mahasiswa baru UMY yang berasal dari latar belakang berbeda dan berbagai macam asal di Indonesia diharapkan dapat bersatu dan menerapkan nilai-nilai multi kultur bersama meraih prestasi.

Gagasan tema tersebut kemudian menjadikan lebah sebagai logo sekaligus maskot Mataf UMY 2019. Logo ini memiliki 3 unsur utama.  Pertama, lebah yang berarti persatuan karena lebah hidup kolektif dan berkelompok untuk membentuk lingkungan hidup. Kedua, tiga warna yaitu merah, kuning, dan hijau melambangkan warna dasar dari UMY. Yang terakhir adalah tiga sarang lebah, sarang lebah berarti universitas sebagai tempat bernaung dan angka tiganya diambil dari jumlah gerbang yang ada di UMY.

“Alasan memilih maskot lebah karena kita ingin menunjukkan nilai-nilai persatuan atau harmoni, karena lebah ketika membuat sarangnya bergerombol menjadi satu, saling melindungi satu sama lain. Jadi saat ada yang merusak sarangnya mereka bakal menyerang perusak tersebut menunjukkan bahwa kita sebagai siswa umy harus bersatu, satu tersakiti yang lain harus back-up. Jadi tidak ada namanya kita pecah sesama rakyat atau malah pecah sesama masyarakat,” papar Muhammad Iqbal Khatami selaku ketua Mataf UMY 2019.

Mataf UMY 2019 juga turut dimeriahkan dengan sorakan jargon “Membangun Persatuan, Memajukan Peradaban” berlatar-belakang daripada kondisi masyarakat saat ini yang mana peningkatan-peningkatan narasi negatif  semakin kuat terutama awal tahun 2019 yang berbau politik.
Ketika diwawancarai oleh tim LPPM Nuansa, Iqbal juga memaparkan bahwasanya anak muda diharapkan tidak hanya menjadi pemain cadangan, akan tetapi harus beranjak dari bangku cadangan danmenjadi aktor utama dari majunya sebuah peradaban juga bergeraknya roda sebuah kemajuan bangsa.(Nays, Sai)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar