Optimisme Perkembangan Teknologi di Lingkungan Kampus


Sumber : Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Sebanyak 684 peserta Masa Ta’aruf (mataf) fakultas Teknik Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengikuti acara yang diselenggarakan pada Selasa (27/8). Acara mataf kali ini, mengambil tema "Teknikal muda berjiwa Pancasila menginspirasi bangsa". Dengan mendatangkan langsung Dr. Eng. Khoirul Anwar, S.T., M.Eng. selaku pembicara.

“Berawal dari keresahan kita sendiri terhadap pembicaraan dan tanggapan orang lain terhadap mahasiswa Teknik yang kurang bermoral dan tidak kompak lagi seperti dulu. Kami ingin memunculkan kembali semangat kebersamaan dan motivasi itu dengan penyelenggaran mataf kali ini”, ujar Muhammad Arjuna Selaku ketua panitia Mataf Teknik UMY mengenai tema yang diusung kali ini.

Sosok dari Khoirul Anwar dianggap kredibel untuk menyampaikan materi seputar tren dunia teknologi yang erat kaitannya dengan jurusan-jurusan yang ada di fakultas Teknik. Dia diharapkan juga mampu oleh panitia untuk memberikan motivasi-motivasi seputar dunia Pendidikan, karena sudah memiliki pengalaman yang sangat memumpuni dalam pengembangan teknologi.

Dalam penyampaian materi, Khoirul menyebutkan satu kunci sukses dalam menjalani dunia Pendidikan yaitu berpikir besar. Hal itu sangat berguna untuk mencari solusi dari permasalahan-permasalahan yang sedang dihadapi.

Dalam wawancara yang dilakukan, Khoirul menyampaikan bahwa banyak sekali tantangan yang dihadapi ketika menempuh Pendidikan di luar negeri. Mulai dari kegagalan mengikuti program beasiswa sampai tempat penelitian yang bangkrut. Namun dia tetap bangkit sampai akhirnya dapat mencapai kesuksesan dalam bidang teknologi sebagai salah satu konseptor dasar jaringan 4G dan penemu OFDM (Orthogonal Frequency Division Multiplexing) yang merupakan teknik modulasi komunikasi wireless broadband yang tahan melawan frekuensi.

Khoirul mempunyai optimisme terhadap pengembangan teknologi di kalangan mahasiswa. Dia berpendapat bahwa Pendidikan sebagai proses pembelajaran harus mampu melahirkan pembimbing yang baik untuk dapat menghasilkan generasi-generasi yang baik. Nantinya mereka dapat berguna untuk bangsa.

“Dengan menggunakan filosofi teko, bahwa seorang dosen harus memiliki kemampuan sehingga dapat ditransfer dengan baik kepada mahasiswanya, dan tidak lupa mereka harus saling menambah ilmu masing-masing, agar bisa saling seimbang”, ujar Khoirul kepada reporter Nuansa.

Dia menambahkan bahwa mahasiswa-mahasiswa di Indonesia, terkhusus di UMY harus mampu berkreatifitas di bidangnya masing-masing, sehingga karya tersebut dapat menjadi amal jariyah untuk pribadi dan kampus. (MN)


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar