Siapkan Generasi Milenial Islami, Mataf UMY 2019 Undang Natta Reza dan Dahnil Anzar

Sumber : Dokumen Nuansa


Nuansa Online – Panitia Masa Ta’aruf (Mataf) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta tahun 2019 kembali menggelar agenda Talkshow dengan menghadirkan Dr. Dahnil Anzar Simanjuntak, S.E., M.E.  dan Natta Reza di Sportorium UMY pada Senin (26/8).

  “Dimana kami panitia mencari tokoh nasionalis karena Pak Dahnil salah satu tokoh pemuda nasionalis muhammadiyah. Milenial, kita cari yang memiliki jiwa milenial islam dan ketemu nama Natta Reza yang menurut kami sudah memenuhi kriteria,” papar Nisa Nurul Asifah selaku panitia Mataf UMY 2019.


Dalam berlangsungnya talkshow, Natta Reza sebagai narasumber menyampaikan bahwa kecenderungan anak muda pada zaman ini adalah memiliki atmosfir pergerakan untuk menjadi lebih baik. Hal ini dirasa sangat perlu, karena anak muda adalah penerus generasi berikutnya.

Mereka dituntut untuk tidak tinggal dari apa yang sudah bergerak hari ini. Sehingga ini merupakan momentum besar bagi anak muda.

Kehadiran Reza diharapkan dapat memotivasi milenial saat ini untuk menjadi semakin baik dengan adanya panduan-panduan dan arahan-arahan dari senior, guru, dosen, kyai, dan ulama.

“Hal ini sangat penting sekali karena pergerakan yang masuk dengan skala besar harus mempunyai arah yang  jelas, terutama arah ke dalam hal-hal yang lebih baik lagi. Dengan adanya senior dan guru sebagai pembimbing diharapkan kaum milenial dapat semakin kuat sehingga dapat semakin hebat lagi khusunya anak muda muslim. Anak-anak muda muslim tidak bisa dipandang sebelah mata, karena anak-anak muda muslim juga tak kalah hebat,” Ungkap Reza pada tim Nuansa.

Sementara itu, Dahnil Anzar dalam motivasinya, memaparkan bahwa di dunia terdapat fenomena dimana anak muda tidak percaya terhadap agama. Sebaliknya, di Indonesia sedang digalakkan bagaimana cara untuk menghadirkan nilai-nilai yang berkemajuan. Nilai-nilai ini tentunya harus ditopang dengan nilai agama.

“Nilai agama yang paling utama adalah akhlak. Anak muda boleh tinggi ilmunya, boleh kreatif seperti apapun tapi jangan lupa pondasi dasar adalah nilai-nilai agama dan pondasi dasar dari nilai agama adalah akhlak. Rasulullah ini menyebutkan ketika ditanya, “Ma-addiin Ya Rasul?” Agama itu apa? “Addiin Khusnul Khuluq” Agama itu adalah akhlak yang baik,” jelas Dahnil dalam talkshow.

Menurutnya, tugas seorang milenial sekarang tidak cukup sekadar meninggikan ilmu, lanjut Dahnil, tapi juga menyelaraskan dan mengharmonikan akhlak yang tinggi. Apalagi menurut Dahnil, agama itu bukan benteng untuk menghalangi untuk maju, tapi agama justru dapat menjadi bensin yang mempercepat untuk maju.

“Kita sedang melawan kontra narasi yang mengatakan bahwasanya agama itu menjadi penghalang untuk maju. Justru agama harus menjadi spirit untuk kemajuan. Jadi positif saya pikir kalau UMY menggunakan tagline “Islami Berkemajuan” kampusnya islami, kampusnya harus menjadikan islam sebagai nilai-nilai yang berkemajuan. Jadi bukan islam yang malah menghadirkan nilai-nilai terbelakangan,” Ungkap Dahnil. (Nays, Sai)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar