Tanggapan atas Hal-Hal yang Dipermasalahkan



Pada tanggal 29 Agustus 2019 kami menerbitkan berita yang berjudul “Blokade Jalan, Konvoi Fakultas Teknik Tak Berjalan Lancar”. Ada banyak tanggapan yang kami dapatkan dari para pembaca juga dari pihak mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik. Yang pertama, ada tuntutan dari pihak mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik untuk mencabut dan menarik berita yang beredar. Kedua, mereka meminta LPPM Nuansa UMY untuk menuliskan Press Release bahwasanya tidak terjadi apa-apa ketika konvoi Fakultas Teknik berlangsung. Ketiga, berita kami dianggap full opini oleh Ketua Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOM), Fahri. Keempat, perihal redaksi penulisan berita tersebut dianggap menggunakan bahasa provokatif. Terakhir, ada individu yang merasa keberatan atas keberadaannya di dalam tumbnail berita tersebut.

Maka dari itu, dalam tulisan editorial ini kami merasa perlu menanggapi beberapa hal ini.

Pertama, merujuk pada UU No 40 tahun 1999 tentang Pers di Bab II pasal 3 ayat 1 dan pasal 6 poin (a), (d), dan (e) menunjukkan bahwa tidak ada yang salah dengan berita yang kami terbitkan sebelumnya sehingga tidak perlu mencabut ataupun menurunkan berita tersebut.

Kedua, dalam pertemuan kami dengan pihak mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik  pada tanggal 29 Agustus 2019 pada pukul 22.13 WIB, mereka (baca: mahasiswa Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik) meminta kami untuk menerbitkan Press Release yang menyatakan bahwa pada Rabu (28/8) tidak terjadi apa-apa antara Ilmu Komunikasi dengan Fakultas Teknik. Keduanya hanya beradu yel-yel sebagai wujud euforia penutupan Masa Ta’aruf. Sedangkan menurut bukti yang kami miliki berupa foto, video, audio record, juga keterangan beberapa saksi mata menyatakan bahwa pada kejadian tersebut sempat terjadi kericuhan antar kedua belah pihak. Ditambah dengan pernyataan tidak langsung (pesan online) dari Ketua Korps Mahasiswa Ilmu Komunikasi (KOMAKOM), Fahri yang menyatakan bahwa adanya korban dari mahasiswa Ilmu Komunikasi. Dari pernyataan tersebut secara tidak langsung membuktikan bahwa sempat terjadi kericuhan dan menimbulkan korban. Dari beberapa hal tersebut kami tidak bisa mengatakan bahwa tidak terjadi apa-apa, karena itu merupakan salah satu penghapusan fakta yang mana hal tersebut bertolak belakang dengan UU No 40 Tahun 1999 tentang Pers Bab II pasal 6 poin (e) yaitu memperjuangkan keadilan dan kebenaran.

Kronologi kejadian:

a. Rabu(28/08) merupakan hari terakhir diselenggarakan Masa Ta’aruf  mahasiswa baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta.

b. Setelah Mataf, Fakultas Teknik melakukan iring-iringan menuju Sportorium. Ketika hendak kembali menuju gedung G, rombongan berpapasan dengan peserta Mataf Ilmu Komunikasi.

c. Peserta Mataf Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik beradu yel-yel di depan Taman Mustofa sebagai wujud euforia, posisi kedua belah pihak saling berhadap-hadapan.

d. Kemudian keadaan menjadi tidak kondusif.

e. Kedua belah pihak saling melerai dan menarik diri untuk mengkondusifkan  keadaan.

f. Kemudian kedua belah pihak bertemu dan mengambil kesepakatan damai dan masalah terselesaikan.

Dengan demikian, sesuai dengan hasil pertemuan antara LPPM Nuansa UMY dengan          kedua belah pihak pada Rabu (29/8) baik pihak mahasiswa Ilmu Komunikasi maupun            Fakultas Teknik telah menyatakan berdamai.

Ketiga, anggapan bahwa berita yang kami terbitkan full opini penulis dengan alasan tidak adanya narasumber yang dicantumkan tidaklah benar. Dalam berita “Blokade Jalan, Konvoi Fakultas Teknik Tak Berjalan Lancar” kami mencantumkan narasumber yakni saksi mata saat kejadian tersebut. Namun memang narasumber tersebut meminta kami untuk tidak menyebutkan identitasnya. Berdasarkan Kode Etik Jurnalistik Pasal 7 yang menyatakan “Wartawan Indonesia memiliki hak tolak untuk melindungi narasumber yang tidak bersedia diketahui identitas maupun keberadaannya, menghargai ketentuan embargo, informasi latar belakang, dan off the record sesuai dengan kesepakatan.”

Keempat, perihal redaksi penulisan kalimat yang dianggap provokatif. Sebelum kami menerbitkan berita, kami telah mengolahnya di dapur redaksi untuk mendapatkan kata-kata yang sepantas mungkin, dan apabila kemudian ada yang merasa bahwa redaksi dalam berita tersebut memprovokasi maka hal tersebut merupakan opini pembaca yang bisa saja terjadi di setiap berita.

Terakhir, terkait individu yang tidak berkenan dirinya terdapat dalam tumbnail berita tersebut. Dalam hal ini, kami ingin memperjelas bahwa foto yang kami ambil adalah foto di ruang publik, bukan foto di dalam ruangan pribadi.

LPPM Nuansa UMY merupakan unit kegiatan mahasiswa bidang jurnalistik di tingkat universitas. Kami adalah lembaga pers non-profit. Laman daring kami tidak memasang iklan AdSense. Kami tidak mengejar klik (viewers), tetapi sejatinya setiap portal berita akan menerbitkan berita dengan tujuan untuk dibaca khalayak.

Kami harap setelah tanggapan ini terbit, pihak-pihak terkait dapat mengerti dan memahami kondisi saat ini yang benar-benar terjadi. Sekali lagi kami menyatakan bahwa pihak Ilmu Komunikasi dan Fakultas Teknik sudah berdamai. Bila ada pihak-pihak yang keberatan dengan produk jurnalistik bisa melakukan hak jawab secara tertulis. (LPPM Nuansa)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar