Apakah Permainan PUBG Bakal dari Terorisme? (Part 1)

Sumber : Freepik.com

Nuansa Online - Tentu banyak dari kita terutama anak-anak muda sering mendengar bahkan menjadi pemain dalam permainan Player Unknown’s Battleground Mobile.  Permainan modern yang sering disingkat dengan PUBG dan memang tengah booming saat ini. Berdasarkan data download dari PUBG Mobile sendiri saat ini tercatat masih menjadi permainan online paling populer di toko aplikasi Google Play Store, sekitar 100 juta lebih orang yang telah men-  download. Permainan PUBG ini banyak memikat banyak kalangan untuk men-download dan memainkannya.. PUBG saat ini memang menjadi permainan online bergenre battle royale yakni aliran permainan yang mencampur unsur survival (bertahan hidup), eksplorasi, dan scavenging/looting (mencari cari perlengkapan) dengan last-man-standing. Permainan Battle royale ini menyuruh setiap pemainnya untuk bertahan hidup dan menjadi orang terakhir yang dapat hidup dengan cara membunuh atau mengalahkan pemain lain dalam skala yang besar, bermula dari perlengkapan yang minim kita harus mencari perlengkapan yang diperlukan.

Pada bulan Maret lalu media Indonesia sedang hangat membicarakan tentang fatwa MUI terhadap permainan PUBG terkait peristiwa penembakan masal yang telah terjadi di Selandia Baru, dimana senjata yang digunakan pelaku disebut mirip dengan senjata yang digunakan dalam permainan PUBG dan pelaku dianggap terobsesi oleh permainan pertarungan online. Dilansir dari berita suara.com bahwa penembakan di Selandia Baru terinspirasi oleh permainan PUBG. Sehingga permainan online terutama PUBG dianggap dapat mempengaruhi tingkah laku seseorang dalam bertindak kekerasan. Oleh karena itu perlunya penjelasan terkait pengaruh dari permainan PUBG itu sendiri dan bagaimana tindakan yang sesuai digunakan dalam bermain permainan online.

Tulisan ini berdasarkan atas penelitian Tim Researcher Korps Mahasiswa Hubungan Internasional (KOMAHI) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta. Untuk mengetahui pengaruh positif dan negatif dari permainan PUBG dan mengetahui hubungan antara permainan PUBG dengan tindak kekerasan di kehidupan nyata, peneliti melakukan wawancara langsung dengan dua orang pemain, psikolog dan beberapa sumber dari artikel dan berita untuk media pendukung data primer kami.


Sekilas tentang Permainan PUBG

Dilansir dari pubgmobile.gcube.id, permainan Player Unknown’s Battleground Mobile atau sering disebut PUBG merupakan permainan online dengan genre battle royale, yang para pemainnya bisa bermain dengan 100 orang sekaligus secara daring. Di dalam permainan ini pemain bisa bermain solo, tim 2 orang, dan tim 4 orang, serta bisa mengundang teman untuk bergabung ke dalam permainan sebagai tim. Karakteristik uatama dalam permainan online PUBG dimana pemain harus bertahan hidup bertempur melawan 100 pemain lain dan menjadi yang terakhir untuk hidup dan pemain yang dapat membunuh semua musuhnya maka akan menjadi pemenang dalam permainan tersebut.

Adapun beberapa hasil wawancara dari mahasiswa diantaranya Luthfi dan Decky mengungkapkan pengalamannya dalam bermain permainan PUBG. Dimana permainan ini selain membutuhkan waktu, biaya pun perlu dikeluarkan seperti pembelian uang dalam permainan PUBG untuk memebeli skin, baju, senjata, royale pass dan diperlukan biaya untuk membeli segala kebutuhan seperti mouse, keyboard, dan lainnya serta membeli event yang dikeluarkan oleh PUBG itu sendiri hingga dapat mencapai jutaan rupiah.

Bersambung... 

Penulis : Tim Research Korps Mahasiswa Hubungan Internasional UMY
Ediitor : Rani Nur Aini
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar