Lobi Politik, Sebabkan PKM Mundur dari Pemira

Sumber : Dokumen Pribadi
Nuansa Online - Partai Kampus Matahari (PKM) resmi dinyatakan mundur dari Pemilihan Umum Raya (Pemira) tahun 2019 oleh Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (KPUM-KM) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (14/9). Dengan demikian Parta Kampus Matahari tidak ikut serta dalam kontestasi politik tersebut.
Ketua Umum Partai Kampus Matahari, Muhammad Kholid Maulana menyatakan bahwa keputusan ini diambil dari konvensi internal yang telah dilakukan. Kepada pihak LPPM Nuansa, Kholid mengaku bahwa alasan dari mundurnya PKM karena belum siap dalam kontestasi politik saat ini. Juga didukung dengan adanya lobi politik dari salah satu partai.
Yuli Fajar Astuti, selaku bagian administrasi Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (KPUM-KM) UMY menyayangkan mundurnya Partai Kampus Matahari dalam Pemira tahun ini.
“Jujur dari pihak KPU juga sangat menyanyangkan kenapa PKM harus mundur. Sebenarnya kita sangat mengarapkan adanya persaingan politik yang lebih di UMY sendiri. Kalau cuma dua partai itu dirasa kurang,” ungkap Yuli pada tim Nuansa.
Mundurnya Partai Kampus Matahari ditandai dengan pernyataan sikap oleh pihak PKM secara tertulis pada Jum’at (13/9). Kemudian dilanjutkan dengan surat resmi pengunduran diri kepada KPUM-KM UMY selaku penyelenggara Pemira pada Sabtu (14/9). Dengan disaksikan Bawaslu UMY, pihak Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa-Keluarga Mahasiswa (KPUM-KM) UMY memberikan berkas pendaftaran Partai Kampus Matahari sebagai peserta Pemira 2019 bersamaan dengan berita acara bahwa PKM dinyatakan mundur dari Pemira tahun ini.

Penandatanganan Berita Acara Mundurnya Partai Kampus Matahari dari Pemira UMY 2019

Sekertaris Jendral Partai Kampus Matahari, Muggi Muhammad menyatakan bahwa PKM tidak mundur 100%  dari Pemira 2019. Melainkan adanya tawaran politik dari salah satu partai yang dinilai menggiurkan dan lebih memungkinkan. Dalam artian Partai Kampus Matahari akan berkoalisi kepada salah satu partai peserta Pemira tahun ini.
“Jadi kami ingin memberikan contoh kepada mahasiswa, mungkin nanti akan muncul partai-partai lain yang porosnya bukan berdasarkan golongan. Partai Kampus Mataharipun muncul sebagai antitesis dari partai-partai yang berdasarkan anutan dari beberapa golongan,” ungkap Muggi. 



Reporter  : Arif Taufiqurrahman, Zakkiya
Editor : Sri Fatimah
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar