Mahasiswa Yogyakarta Penuhi #GejayanMemanggil


Sumber : Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Belasan ribu mahasiswa mengadakan longmars pada Senin (23/09) dalam rangka aksi #GejayanMemanggil. Longmars dilakukan dari tiga titik kumpul yaitu Universitas Gajah Mada (UGM), Universitas Islam Negeri Sunan Kalijaga (UIN SUKA) dan Universitas Sanata Dharma (USD). Aksi #GejayanMemanggil merupakan refleksi dari gerakan 21 tahun lalu yang juga terjadi di pertigaan Colombo Gejayan.

Rantonino, Mahasiswa Institut Pertanian (Instiper) yang merupakan salah satu orator pada aksi tersebut menyatakan bahwa aksi ini merupakan aksi yang tidak biasa.

“Dengan ini akan memberikan warna yang berbeda dan menunjukan bahwa Indonesia saat ini sedang tidak baik baik saja, karena juga secara historis gejayan punya sejarah berdarah pada tahun 1998,” ujar Rantonino.

Masa aksi #GejayanMemanggil menanggapi beberapa Rancangan Undang-Undang (RUU) seperti RUU Ketanagakerjaan, RUU Penghapusan Kekerasan Seksual, RUU Pertanahan, dan UU KPL yang beberapa waktu lalu disahkan.

Sumber : Dokumen Nuansa

Masa aksi mulai berkumpul dan memenuhi Pertigaan Colombo sekitar pukul 13.56 WIB. Aksi diawali dengan mengheningkan cipta sebagai wujud menghormati Moses Gatotkaca, salah satu Mahasiswa USD yang menjadi korban pada peristiwa Gejayan 21 tahun lalu. Kemudian disusul dengan aksi mati suri sebagai tanda bahwa demokrasi di negeri telah mati suri, yang diiringi bunyi sirine. Setelah itu dilanjutkan dengan orasi dari setiap koor lapangan dan setiap individu untuk menyampaikan aspirasinya. Riko Tude, selaku koordinator umum menyatakan bahwa gerakan ini tidak ada sangkut pautnya dengan kekuatan politik dan ia berharap dengan adanya aksi Gejayan Memanggil pemerintah mulai panik. Dengan adanya aksi gejayan ini diharapkan adanya perubahan regulasi hukum yang memihak kepada kepentingan rakyat, juga membuka demokrasi seluas-luasnya agar ada partisipasi setiap rakyat.

Setelah orasi di akhiri dengan pernyataan sikap dari Aliansi Rakyat Bergerak dan di iringi dengan nyanyian Darah Juang yang dinyanyikan oleh masa aksi sebagai berikut :
  1. Mendesak adanya penulisan penundaan untuk melakukan pembahasan ulang terhadap pasal-pasal yang bermasalah dalam KUHP
  2. Mendesak pemerintah dan DPR untuk merefisi UU KPK yang baru saja di sahkan dan menolak segala bentuk pelemahan terhadap upaya pemberantasan korupsi di Indonesia
  3. Menuntut Negara untuk mengusut dan mengadili elit-elit yang bertanggung jawab atas kerusakan lingkungan di beberapa wilayah di Indonesia
  4. Menolak pasal-pasal bermasalah dalam RUU ketenegakerjaan yang tidak berpihak pada pekerja.
  5. Menolak pasal-pasal problematis dalam RUU pertanahan yang merupakan bentuk penghianatan terhadap semangat reforma agraria
  6. Mendesak pengesahan RUU penghapusan kekerasan seksual
  7. Mendorong proses demokratisasi di Indonesia dan menghentikan penangkapan aktivis di berbagai sektor.

Reporter  : Arif Taufiq, Willian Susilo
Editor  : Sri Fatimah



Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar