Menuju Pesta Demokrasi Mahasiswa, KPUM KM UMY Adakan Sosialisasi Pemilu

Sumber : Dokumen Pribadi


Nuansa Online - Setelah dua minggu memasuki masa perkuliahan Tahun Ajaran 2019/2020. Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) akan dihadapkan pada kontestasi politik terbesar mahasiswa yaitu Pemilihan Umum Raya (PEMIRA) yang akan digelar pada 30 Sepetember 2019. Kurangnya antusiassme mahasiswa untuk menggunakan hak pilihnya dalam PEMIRA tahun – tahun sebelumnya menjadi hal yang masih menghantui penyelenggaraan kontestasi politik tahun ini.

Oleh sebab itu untuk mengelorakan antusiasime politik mahasiwa dalam PEMIRA 2019 Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa – Keluarga Mahasiswa (KPUM KM UMY) mengadakan sosialisai PEMIRA 2019  degan tema “Mahasiswa Berintegritas, Pemira Berkualitas” pada Jumat (20/9) bertempat di lobi Fisipol dan lobi Fakultas Teknik UMY.

Riki Saputra selaku ketua KPUM-KM mengatakan bahwa partisipan PEMIRA dari tahun ke tahun terus menurun, sehingga perlu meningkatkan euforia politik dan partisipasi mahasiswa melalui gencarnya sosisalisasi kepada seluruh civitas akademika UMY.

Dari Rakyat, oleh Rakyat, untuk Rakyat” Itulah slogan yang tepat dalam demokrasi menurut Mestri Widodo, S.IP., MM. selaku narasumber sekaligus komisioner Komisi Pemilihan Umum (KPU) Bantul dalam acara Soisalisasi PEMIRA UMY 2019. Mestri Widodo beranggapan bahwa begitulah penerapan Demokrasi yang ideal. Bila di ‘convert’ ke kampus maka menjadi ; dari Mahasiswa, oleh Mahasiswa, untuk Mahasiswa. Semuanya harus serba mahasiswa mulai dari peserta kompetisi, pemilih, hingga penyelenggara tanpa ada intervensi dari manapun.

Hal ini demi proses belajar bagi mahasiswa sebagai agen perubahan setelah menyelesaikan masa perkuliahan dan siap menghadapi dinamika politik dimasa yang akan datang. Namun, minimnya partisipan selalu menjadi tantangan bagi setiap periode KPUM-KM dari tahun ke tahun hingga menimbulkan stigma bahwa mahasiswa cenderung apatis terhadap politik kampus.

Widodo mengigatkan betapa pentingnya bagi mahasiswa untuk ikut melek politik mulai dari poilitik kampus sampai degan ranah politk yang lebih besar.

“PEMIRA merupakan emberio dari demokrasi dan merupakan kekutan untuk menguatkan demokratisasi di negara ini,” papar Widodo dalam sambutanya, ia menegaskan agar mahasiwa mulai melakukan gerakan anti golput.

Sosialisasi PEMIRA yang diadakan KPUM-KM UMY disambut baik oleh mahasiwa, antusiasme mahasiwa dalam mengetahui politik kampus nampak sangat jelas terlihat dari berbagai pertanyaanya yang ditanyakan mahasiwa kepada pembicara dalam sosialiasi PEMIRA kali ini.

“Saya termasuk  antusias degan acara soasialisasi PEMIRA ini, harapanya kedepan harus diadakan lagi sebelum PEMIRA,” ungkap Hera mahasiwa Fakultas Ekonomi dan Bisnis UMY.

Harapannya, usaha-usaha yang dilakukkan oleh KPUM-KM periode ini dapat mulai menghilangkan stigma negatif mahasiwa terhadap politik kampus agar tidak dibiarkan tumbuh hingga menjadi ‘darah daging’ bagi para mahasiswa itu sendiri. Riki selakuk ketua KPU-KM  optimis bahwa PEMIRA tahun ini akan lebih menarik antusias mahasiswa sehingga otomatis partisipan dapat meningkat dan PEMIRA akan lebih kompetitif.  

Reporter : Ari Ramadhan, Elvia
Editor : Elvia


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar