Respon 3 Warga Gugur, AMM Yogyakarta Gelar Aksi Damai



Sumber : Dokumen Nuansa
Nuansa Online – Dua ratus kader yang tergabung dalam Angkatan Muda Muhammdiyah (AMM) Yogyakarta menggelar aksi damai di depan Kantor Mapolda Daerah Istimewa Yogyakarta pada Sabtu (28/9). Aksi damai ini dilakukan sebagai wujud respon atas gugurnya 3 orang secara berturut-turut selama  seminggu ketika menggunkan haknya sebagai warga Indonesia, dua diantaranya merupakan kader Muhammadiyah.
Masa aksi terdiri dari Angkatan Muda Muhammadiyah (AMM), Pemuda Muhammadiyah, Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM), Ikatan Pemuda Muhammadiyah (IPM), Nasiyatul Aisyah (NA), serta Komando Kesiapsiagaan Angkatan Muda Muhammadiyah (KOKAM). Masa mulai bergerak dan melakukan longmars dari SD Muhammadiyah Condongcatur menuju Kantor Mapolda DIY.

Aksi #GerudukPOLDA ini menyampaikan 7 tuntutan, salah satunya mendesak Kapolri untuk mengusut tuntas kasus korban meninggal. Masa aksi yang tergabung dalam AMM tidak terima dengan perlakuan polisi terhadap warga negaranya yang seharusnya mengayomi bukan malah bersikap anarkis pada para aktivis demokrasi.
Pukul 13.50 WIB masa aksi tiba di halaman Kantor Mapolda DIY sambil menyerukan yel-yel “Pak polisi.. Pak polisi,”. 10 menit kemudian, tepat pukul 14.00 WIB masa aksi bergerak keluar dan memblokade dua ruas jalan di depan Mapolda DIY.
“Kapolri harus mengusut tuntas kasus-kasus penembakan yang menimpa saudara kita, terutama IMMawan Randi yang telah gugur ketika menyampaikan aspirasinya di Kendari, 26 September kemarin,” teriak Raihan selaku Ketua Cabang IMM AR Fakhrudin kota Yogyakarta ketika orasi.
Pukul 15.24 Ahmad Dofiri selaku Kapolda DIY mendatangi lokasi aksi. Bersama jajaran polisi yang bertugas, Dofiri duduk melingkar dan menyampaikan sambutannya. Dalam sambutannya Dofiri mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada kader Muhammadiyah yang telah datang ke Mapolda DIY dan menunjukan jati diri sebagai seorang yang intelek dengan menyampaikan tuntutan dan aspirasi dengan cara yang tertib dan baik. Ia mengatakan bahwa Yogyakarta merupakan daerah yang dikenal dengan kota pelajar, berpendidikan dan berbudaya.

Ahmad Dofiri, Menyambut Masa Aksi
“Saya mengucapkan turut belasungkawa yang sedalam-dalamnya atas meninggalnya rekan-rekan Anda apalagi dari keluarga besar muhammadiyah yang di Kendari kemarin,” ungkap Dofiri. Ia juga menjelaskan bahwa Kapolri dan jajaran kepolisian prihatin atas kejadian ini.

Ahmad Dofiri menjelaskan kebijakan dari Kapolri yang sempat disampaikan melalui video conference tanggal 25 September kemarin tentang bagaimana cara menghadapi unjuk rasa.  Pertama Kapolri tidak boleh mengggunakan cara-cara yang represif, yang kedua tidak ada yang boleh membawa peluru karet. Dofiri membenarkan jika gas air mata memang di gunakan dalam batasan paling akhir. Ia juga membenarkan adanya kejadian yang menyebabkan korban meninggal kemarin dan Kapolri sudah membentuk tim investigasi untuk guna mengusut tuntas  peristiwa penembakan tersebut.
“Saya janji saya akan menyampaikaikan kepada pak Kapolri apa yang menjadi keprihatinan adik-adik sekalian. Dan kami, jajaran kepolisian akan menjamin hak-hak masyarakat dalam menyalurkan aspirasinya” ucap Dofiri diakhir sambutannya.


Reporter : Afifah Prabu, Sri Fatimah
Editor : Sri Fatimah


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar