Tak Ada Pemilihan Presiden dan Wakilnya, Pemira UMY 2019 Hanya Memilih DPM Saja


Sumber : Pinterest

Nuansa Online - Pemilihan Umum Raya (Pemira) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) pada tahun 2019 ini berbeda dengan tahun-tahun sebelumnya. Pasalnya, tidak ada pemilihan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa melainkan hanya pemilihan legislatif atau Dewan Perwakilan Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (DPM KM UMY) saja. Hal ini disebabkan karena hanya ada calon tunggal pasangan calon presiden dan wakil presiden sehingga KPU KM UMY merilis kebijakan penetapan Presiden dan Wakil Presiden berdasarkan kelengkapan syarat administrasi tanpa melalui pemilihan umum. 

Kebijakan yang ditetapkan Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Keluarga Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (KPUM KM UMY) pada tahun ini menimbulkan banyak pro kontra dari mahasiswa karena dianggap Pemira tahun ini membatasi mahasiswa dalam menentukan pilihannya. Karena jika merujuk pada demokrasi Indonesia, dalam keadaan semacam ini seharusnya pasangan calon tunggal melawan kotak kosong. 

Masa pendaftaran presiden dan wakil presiden sempat diperpanjang karena pada batas yang ditentukan baru terdapat satu pasangan calon saja. Namun setelah perpanjangan pun hanya terdapat satu pasangan calon yang memenuhi syarat administrasi. Dalam keadaan ini, jika dalam waktu yang telah ditentukan pasangan calon yang memenuhi hanya pasangan calon tunggal, maka mekanisme pemilihannya adalah setuju atau tidak setuju. 

“Kalau kita lihat dari segi normatifnya, setuju atau tidak setuju ini multitafsir. Banyak penafsiran yang ada. Yang membuat Undang-Undang adalah DPM yang telah habis masa kepemimpinan sehingga ada kekosongan kekuasaan sejak bulan Juli. Maka diisi oleh pelaksana tugas (PLT), sedangkan kewenangan PLT terbatas. Sehingga yang berhak  untuk menafsirkan adalah penyelenggara yaitu KPU,” ujar Riki Saputra selaku ketua KPUM KM UMY.

Riki Saputra juga menanggapi bahwa kebijakan yang dilakukan KPUM KM UMY sudah berdasar pada undang-undang yang ada dan telah melewati rapat koordinasi dengan Dewan Kehormatan Penyelenggara Pemilu (DKPP) yang membawahi langsung KPUM KM UMY yang mana DKPP ini beranggotakan wakil rektor bidang kemahasiswaan dan Ketua LPKA UMY. Kebijakan yang diputuskan oleh DKPP merupakan keputusan mutlak yang mana disebutkan bahwa calon tunggal presiden dan wakil presiden mahasiswa pada Pemira UMY 2019 ini ditetapkan secara langsung. KPUM KM UMY disini hanya merupakan penyelenggara dan mengikuti kebijakan serta regulasi yang ada dan telah ditetapkan. Sehingga pada Pemira UMY 2019 yang akan datang hanya akan dilakukan pemilihan DPM KM UMY.

“Jika dilihat dari segi undang-undangnya, apakah boleh atau tidak boleh, jika keadaan pasangan calon tunggal dalam keadaan sudah ditetapkan maka DPM tetap harus dipilih dalam pemilu,” ujar Riki Saputra selaku ketua KPUM KM UMY ketika ditanya boleh atau tidaknya dilakukan pemilihan DPM KM UMY sebagai lembaga legislatif tanpa memilih presiden dan wakilnya sebagai lembaga eksekutif dalam Pemira UMY 2019.

Servanda, salah satu mahasiswa UMY mengatakan bahwa dilaksanakannya Pemira di tahun ini, dengan adanya pemilihan DPM KM UMY saja tanpa adanya pemilihan presiden dan wakil presiden dianggap tidak relevan. Ia juga mengatakan bahwa keputusan yang dibuat oleh KPU tidak memiliki dasar yang kuat. 

“Jika saya melihat peristiwa seperti ini, maka seluruh calon anggota DPM dari Partai Islam Progresif (PIP) lolos semua kan, karena hanya satu partai yang ikut dan jumlah kursi yang tersedia di DPM lebih banyak daripada calon yang tersedia. Lantas ngapain diadakan proses pencoblosan, toh semuanya juga akan lolos,” ujar Servanda. Ia juga menambahkan jika tidak ada pemilihan di ranah eksekutif maka seharusnya pemilihan di ranah legislatif juga ditiadakan karena semua calon pasti bisa duduk di kursi yang tersedia. Serta apabila UU nya jelas, terdapat payung hukum yang jelas, maka hal ini bisa diterima oleh banyak pihak. Ia pun menyayangkan keputusan dari KPUM KM UMY yang menurutnya sangat mencederai demokrasi. 

Reporter : Aulia Kholqiana
Editor : Rani Nur Aini





Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar