Uji Publik, Efektifkah?

Sumber : Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Komisi Pemilihan Umum Mahasiswa Keluarga Mahasiswa UMY (KPUM-KM UMY) menggelar Uji Publik bagi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta periode 2019/2020. Kegiatan ini dilaksanakan di Lapangan Bintang Universitas Muhammadiyah Yogyakarta pada Sabtu (5/10).

Penyelenggaraan Uji Publik bagi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UMY merupakan tindak lanjut dari perpanjangan pendaftaran Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UMY yang selama tujuh hari tidak membuahkan pasangan calon baru. Hingga ditutupnya pendaftaran, hanya ada satu pasangan calon yang akan maju ke Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden UMY periode 2019/2020 yakni Muhammad Iqbal Khatami (Ilmu Komunikasi 2016) dan pasangannya, Riky Rikardo (Ilmu Hukum 2016). KPUM KM UMY kemudian menetapkan pasangan Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UMY berdasarkan kelengkapan syarat administrasi dan telah diumumkan melalui media sosial KPUM KM UMY pada Jumat (4/10).

Satu hari setelah pengumuman tersebut dirilis, KPUM KM UMY menyelenggarakan Uji Publik bagi pasangan calon tunggal Pemilihan Presiden dan Wakil Presiden UMY periode 2019/2020. Penyelenggaraan debat pasangan calon yang bisanya digelar setiap tahunnya, tidak digelar kembali oleh KPUM KM UMY pada tahun ini dan digantikan dengan Uji Publik pasangan calon tunggal tersebut.  Uji Publik bagi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UMY periode 2019/2020 bertema Peran BEM-U dalam Mengoptimalkan Organisasi Kemahasiswaan, serta Mendukung Mahasiswa UMY yang Aktif, Kreatif, dan Inspiratif’.

Meski terpantau kondusif dan aman, tak banyak mahasiswa menghadiri Uji Publik kali ini. Ditambah lagi dengan keterlambatan waktu selama 2 jam 12 menit dari pengumuman yang telah dibagikan melalui media sosial KPUM-KM UMY 2019.

 “Kenapa kita umumkan di publik itu jam 8, kebiasaan mahasiswa itu ngaret, tapi kalau di rundown kita itu mulainya jam 9. Kita umumkan jam 8, mulainya aja jam 10,” ujar Riki Saputra selaku Ketua KPUM KM UMY ketika diwawancarai oleh reporter LPPM Nuansa.
Uji Publik yang dipandu oleh Cahya Dhini ini terdiri dari tiga sesi yaitu sesi penyampaian visi dan misi dari pasangan calon, sesi tanya jawab panelis, dan ditutup dengan sesi tanya jawab dari tamu undangan. Karena keterbatasan waktu, sesi terakhir hanya membuka dua orang tamu undangan untuk menyampaikan pertanyaannya guna ‘menguji’ Pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa kali ini. Meski banyak yang mengangkat tangan untuk menyampaikan pertanyaan, Uji Publik ditutup saat azan Zuhur selesai berkumandang.
Berdasarkan informasi Ketua KPUM-KM UMY, Uji Publik hanya dilaksanakan satu kali dan tidak akan ada Uji Publik kedua bagi pasangan calon tunggal. Padahal beberapa mahasiswa dan peserta lain yang datang dalam Uji Publik tersebut merasa belum puas akan jawaban yang diterima dan terlalu singkatnya pelaksanaan Uji Publik bagi pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Mahasiswa UMY.
“Jawabannya (pasangan calon) normatif. Seharusnya (Uji Publik) dilanjut lagi habis Zuhur, atau diadakan lagi, Debat capres tahun lalu aja dua kali,” ujar Hafidz, salah satu peserta yang datang dalam Uji Publik tersebut. “Menurut pendapatku seharusnya minimal 3 kali (diadakan uji publik), di selatan, di utara, dan tadi sudah di tengah. PRnya adalah harus merebut hati rakyat. Dia (pasangan calon) kan sudah terpilih aklamasi, dia harus merebut kepercayaan masyarakat, caranya dia harus menunjukkan kualitasnya,” lanjutnya.
Reporter : Rani Nur Aini
Editor : Sri Fatimah

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar