Gerakan Aksi 1000 Proposal Program Kreativitas Mahasiswa

Sumber : lldikti3.ristekdikti.go.id

Nuansa Online - Pada awal November 2019, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mempublikasikan sebuah event yang diberi nama Gerakan Aksi 1000 Proposal Program Kreativitas Mahasiswa. Program Kreativitas Mahasiswa atau yang disingkat PKM merupakan sebuah kegiatan yang diadakan oleh Direktorat Jenderal Pembelajaran dan Kemahasiswaan Kementrian Riset, Teknologi, dan Pendidikan Tinggi. Kegiatan ini bertujuan untuk memfasilitasi potensi yang dimiliki mahasiswa seluruh Indonesia untuk menerapkan teknologi beserta ilmu yang diperoleh selama berkuliah untuk para masyarakat luas. Pada tahun 2019 ini, UMY kembali mengirimkan beberapa mahasiswa untuk mengikuti kegiatan PKM.

Awal mulanya UMY menduduki klaster 4 dimana hanya dapat mengunggah maksimal 150 proposal untuk 5 bidang maupun AI (Artikel Ilmiah)  dan GT (Gagasan Tertulis), namun tahun ini UMY menduduki klaster 1 yang mana pada klaster ini setara dengan UGM, UI, UB, dan lainnya.  Selain itu, UMY juga mendapatkan jatah 700 proposal dan 300 sisanya ada di Artikel Ilmiah, gagasan tertulis, dan video. 

"Alhamdulillah setelah temen-temen didanainya rasionya cukup baik, untuk proposal dan lulus dana, kemudian lolos untuk pimnas dari yang 25 tim tahun lalu, jadi 6 kelompok lolos PIMNAS dan menghasilkan 2 medali sama juara prestasi favorit itu menaikkan grade UMY dari klaster 4 menjadi klaster 1 setaraf dengan beberapa perguruan tinggi negeri" ujar Nur Pratama selaku Staff Bidang Penalaran dan Kreativitas LPKA UMY. 

Tahun lalu UMY mengestimasikan hanya akan menduduki klaster 2 maupun 3, tapi ternyata UMY mampu menduduki klaster 1. Dosen yang dipilih untuk review universitas ditentukan berdasar konsentrasinya di bidang masing-masing, misalnya untuk penelitian, artikel ilmiah biasanya dari dosen eksakta, kedokteran, dan lain-lain. Jadi memang sudah pengalaman dan mampu.

Program PKM ini  bermanfaat untuk mengembangkan ide mahasiswa. Seperti salah satu mahasiswa  Prodi Hubungan Internasional yang menjadi juara kedua dalam PKM ini. Saat diwawancarai ia mengatakan dengan adanya program PKM ini dia bisa mengembangkan idenya yaitu TPA Punakawan yang masuk ke dalam bidang Pengabdian Masyarakat. TPA Punakawan sendiri merupakan program pembelajaran TPA yang menggunakan metode wayang. Ini dimaksudkan sebagai Sarana meningkatkan kecerdasan spiritual anak berbasis kearifan lokal. 

Saat ditanya mengenai alasan mengikuti PKM ia menjawab, “Awalnya kita berfikir TPA disini kurang ramai, akhirnya kita sama temen –temen punya inisiasi, punya ide bikin TPA Punakawan itu yang basisnya pake kebudayaan, yaitu tokoh wayang punakawan Semar, Petruk, Gareng, Bagong. Dengan media itu kita mengajak anak-anak disana untuk mengenal budaya sembari belajar agama.” Harapannya untuk kedepannya TPA Punakawan ini bisa diterapkan di TPA-TPA lainnya, agar dapat mendorong minat anak-anak mengenal kebudayaannya lebih jauh lagi.
           
Reporter : Natasha Dhea, Nurlita
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar