Lapak Dieksekusi, PKL Bergerak ke Keraton

Sumber : Dokumen Nuansa

Nuansa Online – Massa aksi yang tergabung dalam Solidaritas Mukti Bersama PKL bergerak menuju Panitikismo (Lembaga keraton yang mengelola tanah kesultanan) setelah eksekusi lapak yang dilakukan oleh Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta pada Selasa pagi (12/11). 

Eksekusi lapak dagang ini merupakan aksi tindak lanjut atas dikabulkannya gugatan Eka Aryawan sesuai dengan surat bertanggal 21 Oktober 2019 dimana PKL Gondokusuman diminta untuk mengosongkan lapak pada Selasa, 12 November 2019, jika tidak maka akan dikosongkan secara paksa oleh pemerintah yang berwenang. 

Sekitar pukul 09.45 WIB petugas eksekusi yang berasal dari Pengadilan Negeri (PN) Kota Yogyakarta dengan didampingi oleh pihak kemananan tiba di lokasi eksekusi, Jl. Bridgen Katamso, Gondokusuman, Yogyakarta. Pedagang Kaki Lima (PKL) dan massa aksi tiba lebih awal dan mulai membentuk benteng pertahanan di depan lapak yang akan dieksekusi. Mereka bersikukuh mempertahankan lapak tersebut mengingat perjanjian yang telah disepakati pada 13 Februari 2013 tentang batas halaman gedung Eka Aryawan. Petugas PN Kota Yogyakarta kemudian membacakan surat tugas eksekusi lapak yang disusul dengan pemukulan mundur massa aksi oleh pihak kepolisian. Meski sempat adu mulut, PKL menyerah dan mulai mengeluarkan barang dagangannya dari dalam lapak.  

“Ga tahu Mbak, belum bisa mikir abis ini mau gimana, paling nunggu kumpul bareng LBH,” ungkap Sugiyadi salah satu PKL penjual bakmi saat melihat barang dagangan dalam lapak mulai dikeluarkan satu persatu kemudian ditutup dengan seng. 

Pukul 11.33 WIB pengosongan lapak berakhir dengan penyerahan lahan kosong secara simbolis dari PKL Gondokusuman kepada Eka Aryawan yang diwakili oleh petugas eksekusi PN Kota Yogyakarta kepada kuasa hukum Eka Aryawan. Meski demikian, ada rasa kecewa dari para PKL atas keputusan ini. Namun perjuangan tak berhenti sampai di situ, setelah petugas eksekusi PN Kota Yogyakarta dan kuasa hukum Eka pergi, massa dari Solidaritas Mukti Bersama PKL dan para PKL mengadakan diskusi singkat dan bergerak memulai longmars dari lokasi eksekusi pengosongan lapak menuju Panitikismo Keraton sambil meneriakan yel-yel “Yang tolak penggusuran teriak lawan! Lawan!” dengan membawa tuntutan dan harapan untuk keraton yaitu :

1. Mencabut kekancingan Eka Ariyawan.
2. Prioritaskan kekancingan untuk PKL.

Dua hal tersebut yang diminta oleh para PKL dan Solidaritas Mukti Bersama PKL karena sebelumnya pada tahun 2010 PKL mengajukan surat kekancingan kepada Panitikismo tetapi ditolak. Namun pada tahun 2011 seorang pengusaha Eka Ariyawan mengajukan surat kekancingan yang sama malah diterima oleh Panitikismo, yang kemudian hingga saat ini terjadilah sengketa tersebut.

Reporter : Sri Fatimah, Afifah Prabu
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar