Anisa Sopiah, Mahasiswa Delegasi Sidang Dewan HAM PBB Ke-42


Sumber : Dokumen Pribadi

Nuansa Online - Mahasiswi Hubungan Internasional Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY), Anisa Sopiah terpilih untuk mengikuti sidang HAM PBB ke-42 di Jenewa, Swiss, (7/9) s.d. (9/9). Prestasinya ini diperoleh setelah dia memenangkan Lomba Video Kreatif dalam Rangka Peringatan Hari Perempuan Se-dunia yang diadakan oleh Kementrian Luar Negeri (Kemenlu).

Anisa Sopiah atau yang akrab dipanggil Ica menjelaskan bahwa ia mengikuti Lomba Video Kreatif yang diselenggarakan oleh Kemenlu dalam rangka Hari Perempuan Se-dunia karena ketertarikannya pada isu-isu perempuan dan anak sejak dirinya masih SMP. Ia aktif dalam organisasi atau komunitas yang bergerak pada bidang tersebut. Salah satunya adalah menjadi anggota Forum Anak yang merupakan organisasi sosial di Bengkulu dan menjabat sebagai ketua divisi Kesehatan Dasar dan Kesejahteraan Anak. Pada tahun 2017, Ia pernah menjadi Deputi Kesetaraan Gender dalam kegiatan “Sehari Jadi Menteri” yang diselenggarakan oleh Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak.

Video yang dilombakan berisi tentang stigma negatif  masyarakat terhadap perempuan yang telah dia dapatkan selama dia fokus terhadap isu ini. Stigma tersebut dapat terpatahkan oleh prestasi-prestasi perempuan Indonesia dan dunia yang ada berkat didorong oleh kesetaraan gender di lingkungan mereka. Video berdurasi 3 menit ini mampu mengantarkannya menjadi juara pertama dan terbang ke Swiss.

Anisa menjelaskan bahwa dirinya tidak pernah menyangka akan mendapat juara dalam Lomba Video Kreatif tersebut. Pengumuman pemenang dibacakan langsung oleh Retno Marsudi, Menteri Luar Negeri yang bertempat di Kantor Kementerian Luar Negeri, Jakarta. “Jadi awalnya saya tuh enggak nyangka dapat top 3, sehari sebelum pengumuman itu saya ditelpon oleh pihak sana (Kemenlu) kalau saya masuk top 3, jadi saya langsung berangkat ke Jakarta. Sebenarnya yang paling bikin senang itu video saya ditonton langsung oleh Ibu Retno.” tutur Anisa.

Dia juga menceritakan pengalamannya saat mengikuti sidang PBB. Hari pertama, Anisa langsung menuju Kantor Perwakilan Tetap Republik Indonesia (PTRI) dan dilanjutkan sidang Dewan HAM PBB. Pada hari pertama terdapat dua agenda sidang yang membahas mengenai contemporary form of slavery dan sanitation and drinking water. Sedangkan pada hari kedua sidang, Anisa mendengarkan statement dari wakil menteri luar negeri tentang kemanusiaan. Pada sidang ini juga diangkat isu mengenai Papua. Selain itu, ia juga berkesempatan untuk berbincang-bincang dengan staff kementrian dan melihat lebih dekat Kantor Dewan HAM PBB di Jenewa yang mana menjadi hal yang membanggakan bagi dirinya.

“Sekarang kita kan Indonesia jadi anggota Dewan HAM, jadi kita juga harus merefleksikan lewat cara kita menghargai Hak Asasi Manusia orang lain. Anak muda kan dekat sama sosial media, jadi aku juga sampaikan ke temen-temen kalau PBB punya sosial media, mereka mantau apa yang dicuitkan sama orang-orang di dunia ini, jadi harus hati-hati dan kita harus menunjukkan bahwa Indonesia benar-benar merefleksikan tentang Hak Asasi Manusia” ungkap Anisa.

Selain itu, ia juga berpesan kepada mahasiswa UMY khususnya mahasiswa Hubungan Internasional agar tidak minder untuk mengikuti lomba-lomba yang diadakan oleh kementrian atau kegiatan seperti konferensi internasional. Jangan pernah takut bersaing dengan mahasiswa-mahasiswa dari Perguruan Tinggi lain. Yang terpenting adalah mencoba terlebih dahulu, karena prestasi tidak pandang bulu melihat dari background. Semangat belajar juga harus ditingkatkan, dan perlunya pengaplikasian ilmu yang didapat dalam kehidupan sehari-hari. 

Reporter : Sa’idatuz Zakiyah, Feba Fadhiliana
Editor : Aulia Kholqiana

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar