Permasalahan Proyek Infrastruktur UMY; Dari Kebersihan sampai Perizinan

Sumber : Dokumen Nuansa
Nuansa Online - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tengah sibuk berbenah. Terhitung sejak Juli 2019, kampus dengan tagline "Muda Mendunia, Unggul & Islami" ini sedang melaksanakan proyek pembangunan infrastruktur berupa pengadaan gedung-gedung baru. Pelaksanaan proyek pembangunan tersebut, terfokus di beberapa titik lokasi, diantaranya: lapangan parkir kampus utara, lahan depan Gedung Admisi, lahan depan Gedung F4 dan samping Gedung Unires Putra. Proyek tersebut dibidangi langsung oleh PT. Umat Mandiri Berkemajuan (PT UMB).

Dilansir dari laman website UMY, lapangan parkir kampus utara, diproyeksikan untuk pembuatan gedung research and inovation centre. Hal ini dimaksudkan untuk menunjang kegiatan ilmiah civitas akademika UMY. Lahan depan Gedung Admisi akan dibuat "Kafe 1912". Student Dormitory yang berfungsi sebagai asrama dan pusat penginapan bagi mahasiswa exchange akan dibangun di samping Gedung Unires Putra.

Hal ini disambut baik oleh jajaran rektorat, pasalnya citra UMY sebagai kampus yang unggul akan semakin terlihat, kendatipun demikian proyek ini menuai beberapa komentar dari mahasiswa, terkait prosedural yang dianggap tidak rapi.

Yang menjadi keluhan, salah satunya adalah operasional alat berat. Berdasarkan pantauan tim Nuansa, sedikitnya proyek pembangunan ini menggunakan tiga kendaraan konstruksi jenis truk pengangkut bahan bangunan. Kendaraan-kendaraan tersebut, hampir setiap hari dan pada jam tertentu melewati jalan kampus. Persoalannya adalah kendaraan berat tersebut seringkali meninggalkan genangan air, timbunan tanah liat, dan juga menghambat mobilitas mahasiswa yang menyebabkan macet di kampus bagian utara.

“Jika ada mahasiswa yang merasa terganggu, saya minta maaf," ungkap Umam selaku Asisten Pelaksana proyek meminta pemakluman atas ketidaknyamanan yang terjadi.

Nurwafi Umam mengaku timnya sudah berupaya meminimalisir dampak yang membuat mahasiswa terganggu. Upaya tersebut diantaranya membuat kubangan untuk mencuci kendaraan proyek sebelum keluar daerah proyek sampai dengan memperkerjakan orang khusus untuk membersihkan jalan, meski sejauh ini baru terdapat dua orang. 

Suara berisik dari alat berat, ditambah lambatnya pergerakan kendaraan, tentu saja menganggu mahasiswa. Umam mengungkapkan alasan dibalik hilir-mudik kendaraan yang selalu lewat area dalam kampus. Awalnya, kendaraan tersebut melewati jalan di daerah pemukiman namun dirasa menganggu oleh warga sekitar, sehingga harus menggunakan jalan area kampus. 

Kalo kemarin kan jalannya ke kampung yang sebelah utara, lewat jalan sebelah timur. Tapi diprotes oleh warga kampung, terus udah tiga mingguan kan jalannya ditutup, kendaraan proyek ngga boleh lewat jalan kampung, jadi lewatnya dalem kampus” jelas Umam.

Untuk mengatasi masalah ini, jalan tengah yang sedang diupayakan yakni pembuatan jalan khusus aktivitas kendaraan proyek. Jalan tersebut berlokasi di sebelah timur Gedung F4 Siti Walidah UMY. Jalan ini nantinya akan menghubungkan langsung antara area UMY dengan Jalan Brawijaya. Dengan adanya alternativ ini harapannya akan memperudah pergerakan kendaraan proyek tanpa menganggu kenyamanan civitas akademika UMY. Selain itu untuk mencapai target yang telah ditentukan, proses perampungan gedung-gedung baru terus dikebut. Dilihat dari jam kerja tiap-tiap proyek yang berkisar pada pukul, 07.00- 23.00 WIB.

Umam juga menjelaskan beberapa informasi tambahan, salah satu proyek pembangunan untuk gedung Student Dormitory terpaksa dihentikan sementara, dikarenakan protes yang dilayangkan beberapa warga. Proyek tersebut baru akan dilanjutkan setelah mendapat izin resmi kepolisian setempat, sementara itu pihaknya sudah melakukan pendekatan melalui negosiasi dengan warga dan pihak-pihak yang bersangkutan.


Reporter : Alni Fitriyani
Editor : Gigih Imanadi
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar