Resensi "Norwegian Wood"



Sumber : Dokumen Pribadi 

Judul Buku      : Norwegian Wood                          
Penulis            : Haruki Murakami                                               
Penerbit          : KPG (Kepustakaan Populer Gramedia)
Pengantar       : -
Tahun Terbit   : 2018 ( Cetakan ke-10 )
Tebal Buku     : iv + 426 Halaman

Sinopsis :
Ketika ia mendengar Norwegian Wood karya the Beatles, Toru Watanabe terkenang akan Naoko, gadis cinta pertamanya, yang kebetulan juga kekasih mendiang sahabat karibnya, Kizuki. Serta-merta ia merasa terlempar ke masa-masa kuliahnya di Tokyo, hamper dua puluh tahun silam, terhanyut dalam dunia pertemanan yang pelik, seks bebas, nafsu-nafsi, dan rasa hampa hingga ke masa seorang gadis badung, Midori, memasuki kehidupannya, sehingga ia harus memilih antara masa depan dan masa silam.

Berlatarkan akhir tahun 60-an hingga awal 70-an, dalam Norwegian Wood Haruki Murakami menceritakan tentang kehidupan seorang lelaki yang mulai menginjak usia dewasa. Saat menginjak usia dewasa ada banyak hal yang mewarnai hidupnya, tentang bagaimana situasi kehidupan anak muda Jepang dengan kisah cinta di dalamnya.

Toru Watanabe adalah tokoh utama dan sekaligus narator dalam novel ini. Ia hanyalah pemuda biasa yang berasal dari keluarga biasa pula. Ia digambarkan sebagai seorang yang pendiam dan cenderung menjauh dari lingkungannya. Namun bukan berarti dia selalu sendirian, dia memiliki beberapa teman dekat yang akan dikenalkan juga oleh penulis dalam novel ini. Ia juga digambarkan sebagai seorang yang menyenangkan dan mampu memaklumi serta menerima kondisi temannya.
Daya tarik dari novel ini terletak pada berbagai macam kemelut dan kepelikan kisah hidup Watanabe dan orang-orang yang ada disekitarnya. Murakami mampu membuat pembacanya terbawa dalam alur cerita yang perlahan dan jalan cerita yang tidak mudah ditebak. Murakami sangat detail dalam mendeskripsikan perasaan tokoh-tokoh di dalamnya. Entah dalam bentuk narasi maupun dialog, pembaca akan dapat membayangkan dengan jelas tokoh dan keadaan sekelilingnya dengan sangat jelas. Murakami juga memberikan bumbu-bumbu adegan seks pada beberapa bagian cerita. Ia mendeskripsikannya secara gamblang dan detail, sehingga untuk beberapa pembaca yang sensitive dengan hal tersebut mungkin akan sedikit terganggu.

Novel yang pernah diangkat ke layar lebar dengan judul yang sama pada tahun 2010 ini memiliki genre coming of age, yaitu genre yang berfokus pada perkembangan moral dan psikologi dari masa muda menuju dewasa. Norwegian Wood pertama kali diterbitkan pada tahun 1987 dan pada tahun 2005 untuk versi terjemahan bahasa Indonesia. Norwegian Wood merupakan salah satu karya Murakami yang wajib untuk dibaca.


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar