Perang Dunia ke 3? Benarkah Akan Terjadi?

Sumber: Intisari.grid.co

Nuansa Online - Banyak yang berharap adanya kejutan-kejutan baik akan mewarnai sepanjang tahun 2020 ini. Harapan-harapan besar dari setiap manusia yang tentu menginginkan perdamaian dalam hidup tampaknya akan mengalami kekecewaan. Hal tersebut disebabkan oleh kembali memanasnya situasi di Timur Tengah. 

Di tahun 2019 telah terjadi banyak protes-protes kemanusiaan, sosial dan lingkungan yang terjadi di berbagai negara. Dimulai dengan protes kemanusiaan menuntut pembebasan muslim Uyghur yang menimbulkan pro-kontra. Demo besar-besaran di Indonesia yang dilakukan oleh mahasiswa mengenai Rancangan Undang Undang (RUU) juga menjadi berita hangat selama beberapa minggu. Di bidang lingkungan sendiri, seorang gadis kecil Greta Thunberg menjadi sorotan karena protesnya menuntut kesadaran manusia akan perubahan iklim yang terus terjadi dan membuat kondisi bumi semakin memburuk. Begitu banyaknya kejadian yang terjadi di tahun 2019 tentu memberikan harapan penuh untuk tahun 2020 supaya menjadi tahun yang lebih baik dalam segala bidang baik itu kemanusiaan, sosial maupun lingkungan. 

Namun harapan itu seketika sirna sesaat setelah diumumkan meninggalnya Jendral besar Iran, Qaseem Soleimani akibat serangan rudal yang diperintahkan oleh Presiden Amerika Serikat, Donald Trump terhadap pesawat yang ditumpangi oleh Soleimani sesaat setelah tiba di Bandara Internasional Baghdad, Irak pada Kamis (3/1). Kematian Jendral besar ini memicu kemarahan masyarakat Iran yang mengancam akan membalas dendam atas tindakan ilegal yang dilakukan oleh pemerintah Amerika Serikat. Memanasnya konflik di timur tengah ini akhirnya mulai tersebar luas di media sosial khususnya twitter, dimana #WorldWar3 menjadi trending selama beberapa hari.

Bukan tidak mungkin, terbunuhnya Soleimani akan menjadi penyebab terjadinya perang dunia ke 3. Dilihat dari sisi historis, terjadinya perang dunia 1 terjadi akibat terbunuhnya Archduke Franz Ferdinand, pewaris tahta kerajaan Austria-Hongaria yang kemudian membuat Austria-Hongaria mendeklarasikan perang terhadap Serbia. Sama seperti Ferdinand, Soleimani juga merupakan orang paling penting dan berpengaruh dalam sejarah peperangan Iran dan Amerika. 

Isu mengenai terjadinya perang dunia ke 3  ini dikhawatirkan akan berdampak pada negara lain termasuk Indonesia. Harapan semua masyarakat di dunia ini tentu saja menginginkan perdamaian. Namun sayangnya selalu ada pihak yang saling memancing dan bersaing secara tidak sehat khususnya dalam bidang ekonomi dan politik seperti yang terjadi antara Amerika Serikat dan Iran.

Terjadinya Perang Dunia ke 3 tentu bukanlah hal yang mudah, bisa saja konflik kedua negara ini hanya memanas sesaat yang kemudian akan kembali mereda seperti biasanya dengan mengadakan sebuah kesepakatan atau perjanjian besar untuk menyelesaikan konflik tersebut. Tidak ada yang bisa memastikan kapan Perang Dunia ke 3 akan terjadi, dan negara mana saja yang akan terkena dampaknya. Namun, setiap manusia berhak untuk memiliki kecemasan akan masa depan dunia khususnya tahun 2020 ini yang telah disambut oleh memanasnya konflik di Timur Tengah.

Reporter: Jihan Rihadatul Aisy
Editor: Sa'idatuz Zakiyah

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

2 comments:

  1. Cukup bagus untuk kita renungkan terkait dengan permasalahan yang terjadi di dunia Internasional.

    BalasHapus
  2. Semua orang punya hak untuk cemas akan terjadinya perang dunia ke 3 tapi tidaklah mudah untuk memprediksi perang itu pasti terjadi, smg saja masih banyak bangsa2 dan pemimpin dunia yg lebih mencintai perdamaian, karena bilamana perang itu benar2 terjadi maka rakyatlah yg paling menderita.

    BalasHapus