Ekspansi Kedai Kopi, Kota Pelajar jadi Destinasi

Sumber: idntimes.com

Nuansa Online - Lidah masyarakat Indonesia tentu sudah tidak asing dengan minuman yang bernama kopi. Minuman berkafein yang memiliki aroma dan rasa yang khas ini menjadi salah satu minuman yang digandrungi banyak orang, tak pandang usia, jenis kelamin maupun strata sosialnya. Minum kopi kini sudah menjadi tradisi bagi masyarakat Indonesia. Pasalnya, minum kopi tidak hanya sekadar untuk melepas dahaga, tetapi juga untuk menemani aktivitas lain seperti pertemuan keluarga, nongkrong dengan teman, kencan bersama pacar, dan masih banyak lagi. Hal inilah yang membuat 'ngopi' secara tidak disadari menjadi trend atau gaya hidup tersendiri.

Secara nasional potensi kopi Indonesia termasuk tinggi. Indonesia menduduki posisi keempat eksportir kopi terbesar di dunia. Dilansir dari laman Instagram Kementerian Pertanian, produksi kopi Indonesia secara keseluruhan 630 ribu ton per tahun. Dalam data BPS, total nilai ekspor industri kopi per tahun senilai USD1,2 milliar atau Rp16,8 triliun. 

Permintaan akan kopi yang kian meningkat telah memancing datangnya brand dan kedai-kedai kopi ditengah masyarakat Indonesia. Masing-masing dari kedai kopi berlomba-lomba menawarkan berbagai menu dan fasilitas yang dapat memanjakan konsumennya. Konsumen kedai-kedai ini tentu tidaklah sedikit, begitu pula dengan keuntungan yang didapatkan oleh sang produsen. 

Sebagai kota pelajar, Yogyakarta menjadi salah satu destinasi bisnis kedai kopi. Yogyakarta menjadi tempat bertemunya para mahasiswa dari berbagai penjuru tanah air. Hal ini menjadikan mahasiswa dan kopi sulit dipisahkan, dikarenakan trend 'ngopi' kini sudah melekat dikalangan mahasiswa itu sendiri. Meskipun demikian, tidak semua mahasiswa yang berkunjung merupakan para penikmat kopi, ada diantara mereka yang sekadar mencari suasana atau bahkan untuk menunjukan status sosialnya masing-masing. 

Kondisi tersebut menjadi angin segar bagi para pebisnis kopi untuk melancarkan ekspansi bisrnisnya. Perkembangan bisnis ini semakin meningkat ditandai dengan munculnya kedai kopi hampir di setiap jalan di Yogyakarta. Berdasar Tirto.id, potensi ekonomi usaha kedai kopi di Yogyakarta ditaksir mencapai Rp350,4 miliar dalam setahun dari sebanyak 800 kedai kopi di seluruh Kota Pelajar ini.

Reporter: Ni Made Ray Rika A.
Editor: Sa'idatuz Zakiyah
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar