Resensi "Jihad Melawan Religious Hate Speech"

 
Sumber: nasaruddinumar.org
  
Judul buku: Jihad Melawan Religious Hate Speech
Penulis: Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA
Penerbit : PT Elex Media Komputindo
Tahun Terbit: 2019
Tebal Buku: 223 halaman

Nuansa OnlineReligious hate speech merupakan salah satu cabang dari definisi hate speech. Dimana hate speech memiliki artian yaitu kata-kata, ucapan, ungkapan yang biasanya bertujuan untuk menyerang, baik itu menyerang masalah ras, suku, agama, gender, warna kulit dan lain sebagainya.

Jika ditelaah lebih lanjut, hate speech ini sangatlah berbahaya. Negara kita yang berasaskan gotong royong, saling menghormati dan lain sebagainya dapat hancur olehnya. Maka dari itu kita harus benar-benar menghindari hate speech ini. Terlebih di buku ini akan lebih membahas issue tersebut dalam hal keagamaan yang pastinya sangat sensitif.

Pada pembahasan mengenai definisi dari religious hate speech ini, diberikan contoh yang konkrit dengan hasad.  Berasal dari Bahasa arab, hasad dapat diartikan sebagai menghasut, memprovokasi orang lain agar memiliki musuh yang sama. Dalam haditsnya, nabi menyatakan kebenciannya akan perilaku tersebut. Tak hanya itu, di dalam Al-quran bahwasannya disampaikan suatu ayat yang mana berisi cara yang dapat melindungi kita dari perbuatan tersebut.

Berikutnya terdapat penjelasan mengenai hate speech dan free of speech yang mana agak nya kurang tepat sasaran. Hal tersebut merupakan kekurangan pertama yang saya temukan dalam buku ini. Harusnya pembahasan ini dapat ditulis di awal tepatnya di pengenalan terhadap religious hate speech dan sedikit penjelasan serta contohnya. Kembali ke dalam pembahasan, memang benar kita harus setuju terkadang antara hate speech dan free of speech tidak memiliki batasan yang benar-benar terlihat. Sehingga harus menjadi perhatian kita semua.

Meskipun begitu, terdapat perbedaan pendapat mengenai definisi sesungguhnya akan hate speech dan free of speech itu sendiri. Menurut saya pribadi, yang harus ditekankan mengenai perbedaan antara keduanya ialah hate speech cenderung bersifat menyerang ketimbang free of speech dimana mereka biasanya akan bersifat netral walaupun terkadang pula bisa jadi memihak kepada satu sisi saja.

Dalam buku ini pun terdapat pembagian bahasan sehingga kita mudah untuk memahami alur pembahasan dalam buku ini. Hal tersebut menjadikan sebuah keunggulan untuk buku ini. Pembagian bahasan ini terbagi menjadi 4 bagian.

Pertama, mengenai religious hate speech yang isinya tentang definisi, pengenalan awal kepada hal tersebut. 

Dilanjut ke bagian kedua, ada modus operandi yang membahas tentang kegiatan-kegiatan yang dilakukan oleh pelaku religious hate speech. Kegiatan tersebut antara lain menyebarkan berita bohong, melakukan fitnah, memprovokasi, dan lainnya yang berkaitan dengan melecehkan agama.

Bagian ketiga berisi tentang pengenalan konten-konten dengan maksud agar kita mengetahui sasaran dari kegiatan yang dilakukan pelaku sehingga dapat menghindarinya. Konten tersebut seperti melecehkan symbol-simbol agama, memberikan pernyataan sembrono, membiarkan kedzaliman, dan ada beberapa lainnya.

Pada bagian terakhir atau bagian keempat menjelaskan mengenai Islam, Ukhuwah, dan Harmoni. 

Melalui pembagian yang baik mengenai pembahasan dalam buku ini, Prof.Dr.H. Nasaruddin Umar, MA ini ingin kita dapat mengetahui definisi dan juga kegiatan apa yang pelaku lakukan dalam religious hate speech. Selain itu, dengan adanya pemberian contoh dari pengalaman pribadi penulis menjadikan sebuah keuntungan. Hal tersebut dikarenakan contoh yang penulis berikan merupakan pengalaman beliau sehingga bisa dikatakan valid. Pada akhirnya, buku ini dapat membuka sudut pandang baru dan menambah pengetahuan untuk kita.

Reporter : M. Rizky Pratama
Editor : Sa'idatuz Z
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar