Sukses Menyandang Toga Hingga S3 dengan Beasiswa, Galih Adyotomo Mendobrak Pintu Rahasianya

Sumber: Dokumen pribadi

Nuansa Online - Seorang pria dari keluarga di luar kata mampu di Yogyakarta sukses menyandang gelar master di United Kingdom dan gelar doktor di Malaysia dengan beasiswa. Beliau bernama Galih Adyotomo. Dengan kegigihannya, beliau berhasil meraih beasiswa penuh yang dicobanya ke-19. Rupanya kegagalannya apply beasiswa hingga 18 kali tidak menyurutkan tekadnya kuliah di luar negeri.

Caranya pun ketika bangkit dari kegagalan cukup simpel, hanya mengingat orang tua. Bagaimana cara membanggakan orang tua? Apapun itu dilakukan demi orang tua, niscaya semangat kan merebak bak bunga di taman.

“Siapa yang tidak ingin beasiswa? 99,9% pemuda Indonesia begitu menginginkannya, namun yang berusaha untuk mewujudkan hanya berkisar 0,01%. Duh! berbanding terbalik ya…” keluh Galih.

Pria lulusan sarjana Universitas Gajah Mada ini ingin menegaskan kepada kawula muda bahwa selagi ada kesempatan, mengapa tidak digunakan sebaik mungkin. Terutama bagi yang benar-benar merasa kesulitan ekonomi dalam keluarga, dapat menjadi solusi peringan keluarga terkait pengeluaran. 

Meskipun begitu, anak kedua dari empat bersaudara ini juga memiliki masalah internal semasa hidupnya dalam meraih mimpi. Salah satunya melanjutkan pendidikan atas dasar pilihan orang tua yang berbeda dengan yang diinginkannya. Orang tua Galih memang menginginkan anaknya menjadi akuntan andal suatu saat nanti, yang jelas tidak bersinggungan dengan keinginannya menjadi apoteker. Namun, ia percaya bila niat yang dilakukan karena berbakti pada orang tua, pasti ada hikmah yang tidak terduga dari Tuhan. 

Benar saja, Galih sukses berkarier dan berpendidikan hingga S3 dari commonwealth yang banyak memberikan beasiswa kepada siswa/mahasiswa dari beragam negara berkembang seperti Indonesia. Perlu ketelitian dalam memenuhi persyaratan beasiswa, dibutuhkan keahlian khusus yang menarik perhatian panitia seleksi. Beruntung, Adyotomo memiliki keahlian menguasai gamelan yang membuatnya merasakan pengalaman student exchange di Kanada ketika kelas XI. 

Galih juga berpesan, kemampuan Bahasa asing juga menjadi hal yang penting dalam seleksi beasiswa. Bahkan ia menyarankan, jangan hanya Bahasa Inggris, tetapi kuasailah bahasa lain yang tak kalah pentingnya untuk masa depan, diantaranya Bahasa Mandarin, Perancis, Jerman, dan lain-lain. 

Bagaimana jika tidak memiliki cukup uang untuk kursus bahasa? Di sinilah keunikan Galih, ia belajar bahasa secara otodidak dari berbagai kamus Inggris terpercaya, khususnya bagi yang ingin melanjutkan studi di United Kingdom, misalnya Oxford Dictionary dan Cambridge Dictionary yang menggunakan aksen British. 

Selanjutnya, harus benar-benar mem-follow up informasi tentang bidang studi, kampus, kota, dan negara yang dipilih karena pengetahuan tersebut akan dituntut untuk bercerita sewaktu interviews yang berjilid dalam tahap seleksi beasiswa. Adapun kesibukan Galih saat ini bekerja sebagai akuntan publik di salah satu KAP Kantor Akuntan Publik di Jakarta.

Berkat berbaktinya pada orang tua, mengantarkan kesuksesan Galih Adyotomo sampai saat ini. Hal ini dapat dijadikan pelajaran bagi kita sebagai mahasiswa. Galih mengungkapkan bahwa mahasiswa harus punya impian setinggi mungkin. Ketika impianmu telah tercapai, jangan lupa untuk menjadi anak muda berwawasan internasional yang membanggakan kearifan lokal. Kearifan lokal ini yang dimaksud berbagai macam aspek, misalnya mencintai budaya nasional, tidak melupakan kontribusinya sebagai warga Negara Indonesia, dan sebagainya.

“Republik ini didirikan oleh pemuda yang terdidik dan terpelajar. Jangan terlena dengan mutakhirnya zaman now, kawan…” pungkas Galih.

Maka dari itu, sebagai pemuda yang tumbuh dewasa di zaman millennial, diharapkan dapat meningkatkan kualitas dan mempertahankan keberlangsungan bangsa ini.

Reporter: Alditta Nisa
Editor: Sa'idatuz Zakiyah
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar