KKN 168 UMY: Pencegahan Banjir dengan Lubang Biopori, Lubang Kecil Sejuta Manfaat!


Sumber: Tim KKN 168 UMY

Nuansa Online - Tim KKN 168 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) yang berada di Dusun Kawedan, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman mengadakan agenda Pemasangan Lubang Biopori selama seminggu penuh dimulai sejak 9/01 s.d. 16/01. Program pemasangan biopori ini dimaksudkan sebagai tindakan preventif terhadap banjir yang sering terjadi di Dusun Kawedan.

Dusun Kawedan sendiri memiliki keadaan geografis dengan hujan yang berintensitas tinggi  karena  berada di daerah pegunungan Merapi. Permukaan yang lahan dipadatkan untuk bangunan dan prasarana jalan, juga diperparah oleh cor beton atau susunan paving blok pada permukaan mengakibatkan sebagian besar air hujan tidak dapat meresap ke dalam  tanah. Air hujan mengalir di atas permukaan tanah dan dibuang melalui saluran air (drainase). Buruknya saluran drainase serta menurunnya daya serap tanah akibat pembangunan di era modern saat ini dapat menimbulkan banjir apabila tidak didukung dengan sistem yang baik. Hal ini mendorong Tim KKN 168 Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) Dusun Kawedan, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman untuk melakukan tindakan preventif terhadap terjadinya banjir dengan Pemasangan Lubang Biopori (LB).

Biopori adalah solusi sederhana untuk mengatasi banjir. Selain sebagai lubang resapan air, lubang resapan biopori ini juga bisa mengolah sisa - sisa sampah organik menjadi kompos atau pupuk alam.  Lubang biopori merupakan teknologi sederhana untuk konservasi lahan dan penyediaan air bersih. Lubang ini dikembangkan atas dasar prinsip ekohidrologis, yaitu memperbaiki kondisi ekosistem tanah untuk perbaikan fungsi hidrologis ekosistem tersebut.

Teknologi ini bisa diaplikasikan di kawasan perumahan yang 90% kedap air atau sama sekali tidak ada tanah terbuka maupun di areal persawahan yang berlokasi di kawasan perbukitan. Lubang sebaiknya dibuat di bagian tanah yang tidak terendam air atau lebih tinggi dari saluran air yang ada di sekitar area tersebut. Jika lubang tersebut terendam air maka fauna tanah seperti cacing, rayap, dan semut akan kekurangan oksigen. Selain itu, hal ini dapat menyebabkan hilangnya kemampuan meresapnya air ke dalam tanah.

Dusun Kawedan ini memiliki 4 RT, yang mana setiap RT wajib untuk memasang biopori. Namun, pemasangan Biopori ini baru terlaksana oleh RT 2 dan RT 4. Sehingga masih banyak biopori yang terbengkalai dan macet dalam pelaksanaan pemasangannya. Oleh karena itu, KKN 168 UMY berusaha untuk membangkitkan kembali  semangat warga dalam pemasangan biopori. Pemasangan  Lubang Biopori diagendakan dan dipasang khususnya di RT 1 dan RT 3. 

Dalam pelaksaannya Tim KKN 168 UMY mengajak dan berkoordinasi dengan ketua RT 1 dan RT 3. Tim KKN dibantu oleh masing-masing ketua RT untuk menunjukkan spot-spot pembuatan dan mengajak warganya untuk agenda pemasangan biopori ini. Pemasangan biopori ini diagendakan di minggu ke 1 dan ke 2 saat KKN berlangsung. Namun, ternyata pemasangan dilakukan secara bertahap satu kali dalam seminggu. Dalam pelaksanaanya sudah dilakukan pada hari Kamis, 9 januari 2020 dan Kamis 16 januari 2020.  Pemasangan biopori di Dusun Kawedan ini sudah dipasang sebanyak 24 titik, dimana sebanyak 24 titik biopori ini dipasang disetiap rumah yang ada di Dusun Kawedan.

“Terimakasih kepada mahasiswa KKN yang telah membantu memasang dan membuat lubang biopori untuk warga RT 1 dan RT 3, dan juga kepada seluruh warga yang antusias dalam pelakasanaan program pembuatan lubang biopori ini, saya lihat ada yang menyemangati dan ada menyiapkan makanan dan minuman dingin sehingga program ini berjalan dengan baik dengan adanya hubungan yang baik antara mahasiswa dan warga". Demikian sambutan hangat dari Bapak Suwandi selaku Bapak RT 01 Dusun Kawedan diakhir agenda pelaksanaan Pemasangan Lubang Biopori.

Sejauh ini, pembuatan lubang resapan biopori ini difokuskan di Dusun Kawedan dan ditargertkan 3 lubang di tiap-tiap pekarangan rumah warga. Dengan harapan, agar di setiap rumah warga untuk memiliki lubang resapan biopori ini. Sebab, hal tersebut bisa menjadi sarana untuk mencegah dan menanggulangi banjir. Mahasiswa KKN 168 UMY sendiri mengharapkan program ini dapat juga memaksimalkan potensi kampung iklim di Dusun Kawedan, Desa Bangunkerto, Kecamatan Turi, Kabupaten Sleman.

Reporter: Tim KKN 168 UMY
Editor: Sa'idatuz Zakiyah
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar