Dibalik #GejayanMemanggilLagi : Dari Poster ‘Unik’ Hingga Rara Sekar



Nuansa Online Ratusan mahasiswa beserta rakyat Yogyakarta dan sekitarnya yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak kembali memenuhi panggilan #GejayanMemanggilLagi pada Senin (9/3). Massa aksi melakukan longmars menuju pertigaan Gejayan dengan membawa atribut aksi serta meneriakkan tuntutannya terkait polemik Undang-Undang Omnibus Law. “Gagalkan Omnibus Law” menjadi tagline dari aksi kali ini.
Meski aksi kali ini mengusung tema tentang hukum, ada beberapa fakta unik yang tertangkap lensa Nuansa kali ini diantaranya adalah :
1.      Poster-poster ‘unik’ peserta aksi

Aksi diikuti oleh mahasiswa perguruan tinggi yang ada di Yogyakarta beserta rakyat setempat berjalan dari 3 titik kumpul awal yaitu Bundaran UGM, Multi Purpose UIN, dan Taman Pancasila UNY. Mereka berjalan seiringan sambil mengangkat poster-poster berisikan ungkapan, keluh kesah ataupun ‘curcol’ semata.
Salah satu poster yang dibawa peserta aksi
Sumber : Dokumen Nuansa

Sumber : Dokumen Nuansa



Misalnya poster peserta aksi dari UMY ini yang bertuliskan, “Maaf perjalanan anda terganggu, sedang ada perbaikan reformasi”. Selain itu adapula yang menuliskan keluh kesah mereka akan Undan-Undang Omnibus Law ini, “Gajine gur UMR Jogja, kok isih dikepruk UU Cipta Kerja”. Tak hanya poster, terdapat juga banner besar yang dipasang pada baliho-baliho besar di Jalan Gejayan ini.


2.      Pita oranye di lengan kiri

Mahasiswa yang melakukan aksi ini seperti UMY dan UGM memakai jas alamamater kampusnya sebagai identitas diri seperti aksi-aksi sebelumnya. Untuk mahasiswa UMY sendiri, mereka diharuskan memakai baju berwarna hita dan pita oranye di lengan kiri apabila tidak mengenakan jas alamamater merah khas UMY.

Sumber : Dokumen Nuansa


“Untuk pita warna oranye itu buat anak umy yang tidak memakai almamater (yang memakai baju hitam) ditakutkan ada yang dari luar UMY nanti jadi provokator. Saya lihat tadi ada orang yang ikut masuk di barisan UMY yang tidak mengenakan almamater dan juga pita. Ketika diberhentikan dan diminta KTM, orang itu tidak bisa memberikan identitas bahwa ia anak UMY, akhirnya ia disuruh keluar barisan oleh bagian keamanan.” Jelas Lia salah satu peserta aksi dari UMY.

3.      Hujan turun selama aksi berlangsung

Cuaca yang mendung sedari pagi tak membuat para peserta aksi mengurungkan niat untuk menyuarakan tuntutan-tuntutan mereka. Meski siang hari hujan mengguyur, mereka tetap bertahan di Jalan Gejayan ini. Beberapa terlihat mengenakan jas hujan atau payung untuk melindungi diri dari air hujan, tapi tak sedikit pula yang menggunakan poster atau banner yang mereka bawa untuk menutupi tubuhnya.

Masa aksi berteduh ketika hujan turun
Sumber : Dokumen Nuansa


4.      Orasi stop pelecehan di kampus oleh mahasiswi UMY

Dalam menyampaikan tuntutannya, peserta aksi dari tiap-tiap kampus memiliki perwakilannya sendiri. Mashita, mahasiswi Pendidikan Bahasa Inggris angkatan 2017 maju menjadi perwakilan dari UMY. Ia menyampaikan pendapatnya mengenai UU Omnibus Law yang merugikan mahasiswa. Namun, disini ia juga berorasi mengenai perlunya penindakan tegas akan isu pelecehan terhadap perempuan terutama di Kampus. Masita menyerukan bahwa pelaku-pelaku pelecehan di kampus ini harus ditindak tegas agar tidak ada korban lagi.

Masita, salah satu orator dalam aksi #GejayanMemanggilLagi
Sumber : Dokumen Nuansa


5.      Pentas Rakyat


Tak hanya diisi oleh orasi tiap perwakilan kampus peserta aksi, Gejayan Memanggil Lagi ini juga menampilkan beberapa seniman dari dalam bahkan luar Yogyakarta untuk menyalurkan aspirasi mereka lewat seni berupa nyanyian. Sebut saja Rara Sekar, soloist wanita dan seniman asli Yogyakarta Bagus Dwi Danto dari Sisir Tanah yang membawakan dua lagu yaitu Ibu Pertiwi dan Lagu Hidup sebagai bentuk dukungan dalam aksi menolak Omnibus Law tersebut.

Rara Sekar bersama dengan Dwi Danto
Sumber : Dokumen Nuansa

Reporter          : Saidatuz Zakiyah, Layts Layyin
Editor              : Sri Fatimah

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar