Gejayan Kembali Memanggil Untuk Omnibus Law


Massa Aksi memenuhi Pertigaan Colombo
Sumber : Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak kembali mengadakan aksi di pertigaan Colombo, Gejayan pada Senin (09/03). Aksi yang bertajuk Rapat Rakyat Mosi Parlemen Jalanan merupakan wujud penolakan terhadap omnibus law. Peserta aksi kali ini berangkat dari tiga titik kumpul yaitu Bunderan UGM, Multi Purpose UIN, dan Taman Pancasila UNY kemudian bertemu di pertigaan Colombo.

Aksi kali ini diikuti oleh sejumlah mahasiswa dari perguruan tinggi di Yogyakarta, salah satunya UMY. Masa aksi dari UMY mulai berangkat sekitar pukul 12.00 WIB dan bergabung bersama masa aksi lainnya di titik kumpul Bunderan UGM. Masa aksi gabungan dari Bunderan UGM mulai memasuki pertigaan Colombo pukul 13.42 WIB dengan meneriakan yel yel “Gagalkan omnibus law, gagalkan omnibus law.Massa aksi membawa berbagai macam atribut, mulai dari poster bertuliskan curahan hati seperti : ‘Maaf perjalanan anda terganggu, sedang ada perbaikan Reformasi’, ‘Ada yang berdiri tegak tapi bukan keadilan, ada yang nakal tapi bukan Om Om, ada yang harus dibuang tapi bukan mantan, gagalkan omnibus law,’ hingga ‘Nanti Kita Cerita Tentang KAPITALISME, IMPERIALISME, dan OLIGARKI Hari Ini’.

Tercatat bahwa tagar #GejayanMemanggilLagi sempat menjadi tranding pertama di media sosial Twitter hari ini, yang sampai saat ini telah mencapai lebih dari 40 ribu tweet. Hal ini menunjukan bahwa banyak yang mendukung gerakan ini dan setuju untuk menggagalkan omnibus law.
Sumber : Dokumen Nuansa

Aksi dibuka dengan orasi oleh perwakilan Lembaga Bantuan Hukum (LBH) Yogyakarta yang menyatakan sikap bahwa LBH menolak dan berusaha menggagalkan omnibus law.LBH menilai bahwa omnibus law dianggap menyengsarakan rakyat Indonesia karena dalam system hukum tidak dikenal konsepsi semacam itu. Meski sempat hujan beberapa kali, massa aksi tetap bersemangat untuk menyuarakan tuntutannya. Puncaknya, pukul 15.15 WIB hujan turun cukup deras yang membuat sebagian masa aksi mulai meninggalkan lokasi dan beberapa atribut aksi rusak.

Rangkaian aksi juga di meriahkan oleh beberapa musisi, seperti Rara Sekar, Tashoora, Fafa Agoni dan beberapa lainnya yang juga turut memberi dukungan untuk menggagalkan omnibus law ini. Setelah penampilan para orator dan musisi aksi akhiri dengan pembacaan enam poin  seruan pada Mosi Parlemen Jalanan Aliansi Rakyat Bergerak pada pukul 17.01 WIB, enam poin tersebut adalah:
  1.  Gagalkan omnibus law ( RUU Cipta Kerja, RUU Perpajakan, RUU Ibu Kota Negara dan RUU Kefarmasian).
  2. Dukung pengesahan RUU PKS dan tolak RUU Ketahanan Keluarga.
  3. Memberikan mosi tidak percaya kepada pemerintah dan seluruh lembaga negara yang mendukung pengesahan omnibus law.
  4. Mendukung penuh mogok nasional dan menyerukan kepada seluruh elemen rakyat untuk terlibat aktif dalam mogok nasional tersebut.
  5. Lawan tindakan represif aparat dan ormas reaksioner
  6. Rebut kedaulatan rakyat, bangun demokrasi sejati.

(APW, FB)
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar