#GejayanMemanggilLagi, Omzet Pedagang Bakwan Kawi Meningkat

Sumber : Dokumen Nuansa


Nuansa Online – Udara dingin yang menyeruak ditambah awan hitam yang perlahan turun tak menurutkan Yono untuk mendorong gerobak bakwan kawinya menepi di dekat lampu merah Gejayan. Dengan senyuman ikhlas tangannya terampil meracik bakwan kawi pesanan massa aksi #GejayanMemanggilLagi siang ini, Senin (9/03).
Yono yang biasanya mangkal di pertigaan Colombo kini merasa diuntungkan dengan adanya inisiasi aksi dari Aliansi Rakyat Bergerak. Nyatanya, tiga kali diadakan aksi dengan titik tersebut mampu meningkatkan omzet dagangnya. Ia yang biasanya harus menunggu dagangan habis hingga sore atau bahkan malam hari namun kini sudah bersiap pulang sejak pukul setengah tiga sore.
“Saya memang setiap hari mangkal di sini, ya sampai malem. Tapi Alhamamdulillah dari aksi Gejayan yang pertama sampai ketiga selalu laris. Ya meski ngga meningkat pesat omzetnya, tapi saya bisa pulang lebih awal, jadi bisa ketemu dengan anak-anak,” ungkap Yono bangga.
Yono merupakan salah satu dari sebagian pedagang yang berusaha menjual habis dagangannya pada aksi Gejayan Memanggil, baik dari pertama, kedua, hingga ketiga. Ia menjajakan bakwan kawi buatannya kepada massa aksi. Yang menarik adalah posisi strategis untuk mangkal menjadikan dagangannya lebih laris daripada teman-teman lainnya.
Cuaca yang mendung bahkan sempat diguyur hujan tak membuat massa aksi #GejayanMemanggilLagi mundur, sama halnya dengan Yono. Ia tetap melayani pembelinya yang semakin meningkat seiring derasnya guyuran hujan siang ini. Yang difikirkannya adalah dagangan habis dan pelanggan puas. Sama dengan kejadian dua aksi sebelumnya dengan tempat yang sama, Yono mendapat informasi dari grup aliansi pedagang kaki lima. Melalui grup itulah ia mempersiapkan diri untuk bersiap sejak pagi di pertigaan Colombo.
Suhartanto melayani pelanggan yang merupakan massa aksi
Sumber : Dokumen Nuansa

Bagi Yono, aksi-aksi yang dilakukan oleh mahasiswa sudah mampu mewakili para buruh dan rakyat kecil sepertinya. Baik dari aksi Gejayan Memanggil 1 dan 2 yang mengusung tema RKUHP, RUU PKS, RUU Minerba, hingga UU Pertanahan maupun Gejayan Memanggil ke 3 kalinya dengan tema Omnibus Law. Yono menuturkan bahwa ia berterimakasih atas inisiaisi mahasiswa untuk menyuarakan protes rakyat kepada pemerintah.
“Kalau orang lain merasa marah dengan adanya aksi kaya gini, saya malah bersyukur. Masih ada orang yang memperhatikan kami. Ya kalau macet itu alamiah, toh sudah ada pihak kepolisian buat rekayasa jalur. Saya mah seneng-seneng aja dapet rejeki lebih, tapi ya tidak mungkin kaya tukang ojek gitu yang merasa kesusahan karena aksi. Ya gentian gitu istilahnya,” tutur Yono. (sf, al)

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar