Ramadan 2020 : Berkah dalam Musibah


Sumber: https://cdn2.tstatic.net/

Nuansa Online - Penghujung 2019 hingga awal 2020 begitu banyak rentetan kejadian yang dialami oleh Indonesia. Bermula dari kebakaran hutan, banjir, sampai wabah Covid-19. Dimulai dari Maret akhir, wabah Covid-19 masuk ke Indonesia hingga menyebabkan 635 orang meninggal per Rabu (22/04). Adanya upaya pencegahan penyebaran Covid-19 seperti Social Distancing, Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) hingga larangan mudik membuat Ramadan tahun 1441 Hijriyah ini terasa berbeda.

Situasi Ramadan tahun ini mungkin akan menjadi Ramadan yang paling beda sepanjang perjalanan umat muslim. Begitu banyak tradisi yang ditiadakan seperti keliling desa untuk membangunkan sahur, pembagian takjil, buka bersama, tadarus bersama, takbir keliling dan lain sebagainya. Selain itu pada Ramadan kali ini, beberapa daerah mengalami kendala untuk melaksanakan ibadah sholat berjama’ah di masjid sebagaimana biasanya. Namun demikian sebagai warga Muhammadiyah kita harus tetap mengacu kepada maklumat PP Muhammadiyah. Adanya wabah di tengah Ramadhan ini merupakan ujian yang sesungguhnya bagi para ahli ibadah juga bentuk perang tanpa melihat musuh.

Mengenai Covid-19, Muhammadiyah mengeluarkan surat maklumat yang bersangkutan dengan fatwa Ramadhan di tengah wabah Covid-19. Adapun surat maklumat yang dimaksud bernomor 02/MLM/I.0/H/2020 tentang wabah Covid-19 dan surat bernomor 03/I.0/B/2020 tentang penyelenggaraan salat Jumat dan fardhu berjamaah saat Covid-19 melanda, berisi diantaranya mengenai Ramadan: 
1. Salat Tarawih dilakukan di rumah masing-masing. Takmir tidak perlu mengadakan salat berjamaah di masjid, mushala, dan sejenisnya, termasuk kegiatan Ramadan yang lain seperti ceramah-ceramah, tadarus berjamaah, iktikaf, dan kegiatan berjamaah lainnya.
2. Puasa Ramadan tetap dilakukan, kecuali bagi orang yang sakit dan yang kondisi kekebalan tubuhnya tidak baik. Orang tersebut wajib menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.
3. Untuk menjaga kekebalan tubuh, puasa Ramadan dapat ditinggalkan oleh tenaga kesehatan yang sedang bertugas. Tenaga kesehatan dapat menggantinya sesuai dengan tuntunan syariat.
4. Salat Idul Fitri adalah sunnah muakkad dan merupakan syiar agama yang amat penting. Namun, apabila pada awal Syawal 1441 H mendatang tersebarnya Covid-19 belum mereda, shalat Idul Fitri dan seluruh rangkaiannya (mudik, pawai takbir, halal bihalal, dan lain sebagainya) tidak perlu diselenggarakan.

Adapun pesan singkat dari Muhammadiyah mengenai wabah Covid-19 di bulan Ramadan mengenai zakat, infaq, dan sedekah. Hendaknya kita memperbanyak zakat, infaq, sedekah, dan juga berbuat baik, saling menolong dan tidak panic buying (menimbun barang atau membeli sembako secara berlebihan karena rasa takut). Selain itu harus tetap mematuhi peraturan pemerintah untuk selalu stay at home / work from home.

Reporter: Layyin, Arin

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar