Covid-19: Lewat "Peduli Mahasiswa", UMY Tinjau Mahasiswa Pertukaran Pelajar

Sumber: https://student-exchange.org/

Nuansa Online - Di tengah pandemik virus Corona yang tengah menggemparkan dunia, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) tetap memberangkatkan mahasiswa student exchange program ke beberapa universitas kerja sama di beberapa negara. Keputusan tersebut tentu saja membuat banyak mahasiswa dan orang tua mahasiswa khawatir. 

Dengan segala pertimbangan, UMY hanya menunda keberangkatan mahasiswa ke negara China, tepatnya ke SIAS University. Banyak yang menilai keputusan tersebut kurang tepat dan tidak preventif karena membuat mahasiswa memasuki negara terjangkit. Sehingga menimbulkan peluang mahasiswa UMY untuk terpapar virus menjadi semakin besar. UMY juga sedikit kurang tegas karena tidak memberikan keputusan pasti terhadap keberangkatan mahasiswa student exchange program ke Korea Selatan. UMY menyerahkan keputusan sepenuhnya kepada mahasiswa dengan hanya memberikan pertimbangan-pertimbangan.

Namun pendapat tersebut ditumpas oleh langkah-langkah UMY dalam melakukan tindakan ‘peduli mahasiswa’, sebagai bentuk tanggung jawab UMY terhadap para mahasiswa pertukaran pelajar,. UMY melalui Lembaga Kerja Sama dan Urusan Internasional memberikan subsidi kepada mahasiswa yang masih berada di negara kerja sama. Secara khusus, International Program of International Relations (IPIREL) juga memberikan sejumlah materi dengan nominal yang sama kepada mahasiswa Hubungan Internasional (HI).

Tindakan UMY ini sangat baik dan bertanggung jawab. Terutama secara khusus, program studi HI melakukan pemantauan melalui panggilan video untuk meninjau kondisi terkini mahasiswa. Panggilan video yang dilakukan pada 13 April 2020 lalu dihadiri oleh Dekan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIPOL), Titin Purwaningsih, Ketua Program Studi HI, Nur Azizah, Direktur IPIREL, Sugeng Riyanto, dan pejabat program studi HI lainnya yaitu Sidiq Ahmadi serta staf IPIREL Office, Nadia.

Tindakan ini membuat mahasiswa sedikit lega. Disamping karena mendapat tambahan untuk akomodasi kehidupan selama belajar di negara lain, mahasiswa merasa diperhatikan. Hal ini memungkinkan terjadinya beberapa dampak positif terutama pada keseharian mahasiswa. Pengaruh tersebut yakni pada kondisi pikiran para mahasiswa di mana mereka merasa dijamin oleh kampus.

Menurut sumber informasi, salah satu mahasiswa yang melaporkan kekurangan masker pada saat panggilan video tersebut dilakukan. Kemudian setelahnya ia mendapat kiriman masker secara khusus dari Direktur IPIREL. Hal ini membuktikan bahwa UMY, terutama IPIREL sebagai prodi dengan jumlah mahasiswa student exchange program terbanyak sangat mempedulikan mahasiswa. Disamping itu, mahasiswa dianjurkan lebih komunikatif kepada kampus untuk mencegah hal-hal yang tidak diinginkan.

“Menurutku UMY tindakannya gercep karena kita disini dipantau dan dikasih subsidi, jadi walaupun kita disini diperhatikan sama pihak kampus Taiwan tapi UMY tetap pantau jarak jauh” ungkap Faradila salah satu mahasiswa student exchange Taiwan.

Sebelumnya, UMY juga menarik mahasiswa student exchange program dari negara Thailand untuk pulang ke Indonesia. Hal ini menyangkut keselamatan mahasiswa di negara terjangkit. risiko perjalanan pulang dari negara Thailand ke Indonesia juga lebih kecil daripada memulangkan seluruh mahasiswa student exchange program. Disamping itu, seluruh mahasiswa student exchange program negara Thailand juga melakukan online course sehingga pembelajaran dapat dilakukan jarak jauh. Sedangkan di negara lainnya, terutama mayoritas kampus kerja sama di Taiwan masih melakukan kelas tatap muka. Sebagai bentuk preventif, mahasiswa student exchange program Thailand diberikan fasilitas karantina tanpa biaya oleh UMY. Proses ini dilakukan berdasarkan protokol pencegahan Covid-19 yang telah ditetapkan UMY. 

“Untuk menanggulangi resiko perjalanan makanya kita nggak boleh dipulangkan ke daerah masing-masing dulu, jadi dipastikan kita harus melakukansesi karantina di yogyakarta sebelum dipulangkan ke daerah masing-masing” ujar Zikri sebagai salah satu student exchange yang ditempatkan di universitas Thammasat, Thailand. 

Jauh sebelum itu, para mahasiswa student exchange program dengan negara tujuan Korea Selatan diizinkan untuk membatalkan pemberangkatan. Hal ini mengingat kota Daegu mengalami lonjakan kasus yang sangat tinggi pada saat itu. 

“Memang dari kita sendiri yang bilang nggak jadi dan kampus sendiri bilang lebih baik tidak (berangkat)” ungkap Luna Trisofa, salah satu mahasiswa pertukaran pelajar yang membatalkan pemberangkatan.

Meskipun tidak diberikan insentif pengganti pengeluaran, kampus memberikan pelayanan key-in Kartu Rencana Studi (KRS) kepada mahasiswa yang batal berangkat. Mahasiswa-mahasiswa tersebut kemudian melanjutkan studi di UMY dan menyusul ketertinggalan tempo hari.

Reporter: Alni & Dimas
Editor: Zakiya
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar