Imbas Covid, Sidang Skripsi Online jadi Alternatif

Sumber: Kumparan.com


Nuansa Online - Guna meminimalisir tingkat penyebaran Corona Virus Disease (Covid-19), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mengubah sistem perkuliahan yang semula tatap muka menjadi kuliah daring (online). Kebijakan ini juga berimbas kepada mahasiswa akhir yang mestinya melakukan sidang skripsi. Untuk itu, pihak kampus menerapkan sidang via online sebagai alternatif pelaksanaan sidang skripsi dimasa pandemi.

Dihubungi secara online, Faris Al-Fadhat, Ketua Lembaga Pengembangan Kemahasiswaan dan Alumni (LPKA) UMY yang juga merupakan salah satu dosen penguji skripsi Program Studi Hubungan Internasional, mengkonfirmasi bahwa sidang skripsi online sudah mulai diterapkan. Hal ini mengacu pada Peraturan Rektor No. 001/PR-UMY/IIII/2020 tentang Kebijakan Mitigasi Covid-19 UMY.

Terkait teknis pelaksanaan sidang skripsi online, Faris menjelaskan bahwa setiap Fakultas atau Program Studi telah menyusun Standard Operational Procedure (SOP) yang kemudian dijadikan sebagai acuan dalam melaksanakan sidang online. SOP ini disesuaikan dengan kebutuhan Fakultas atau Program Studi masing-masing agar lebih tepat sasaran.

Prodi Ilmu Hubungan Internasional (HI), misalnya, telah menyusun SOP yang kemudian disosialisasikan kepada seluruh mahasiswa tingkat akhir. Pihak Prodi mengirimkan berkas skripsi dan penilaian kepada semua dosen penguji. Pada hari yang telah dijadwalkan, peserta seminar, baik mahasiswa maupun dosen penguji, akan siap dari rumah masing-masing. Aplikasi Zoom Meeting dipilih sebagai platform karena dianggap lebih mudah dan cukup familiar. Setelah sesi online berakhir, proses lainnya seperti revisi dilakukan melalui email”, jelasnya.

Kebijakan sidang  secara online disambut baik oleh para mahasiswa semester akhir yang hendak mengikuti sidang skripsi. Utami, mahasiswa Program Studi Komunikasi dan Penyiaran Islam  (KPI) 2016, menyambut baik insiatif kampus untuk tetap melaksanakan sidang skripsi via online sesuai aturan study from home dari pemerintah guna mencegah penyebaran Covid-19. “Kalau melihat keadaan sekarang  ya memang semua harus dilakukan serba virtual untuk meminimalisir penyebaran Covid 19, pemilihan sidang online kayak gini bagus lah”, ungkap Utami.

 Hal yang sama juga disampaikan oleh Eja, mahasiswa Hubungan Internasional (HI)  2016, yang juga telah melakukan sidang online. Ia mengaku sangat mengapresiasi kebijakan kampus untuk mengalihkan sidang  menjadi sidang online. “Ini merupakan ikhtiar yang baik dari kampus untuk tetap melaksanakan sidang sebagai mana mestinya, sehingga mahasiswa tetap dapat lulus sesuai jadwal”, tutur Eja saat dihubungi via online.

Adapun sistem pelaksanaan sidang online telah diserahkan sepenuhnya oleh pihak kampus kepada setiap program studi. Karenanya menjadi hal yang lumrah apabila setiap program studi memiliki sistem sidang online yang berbeda-beda. Seperti Program Studi HI yang mengadakan simulasi sidang online kepada mahasiswa dan dosen sebelum hari H pelaksanaan sidang. Mahasiswa dibuatkan grup WhatsApp bersama dengan dosen penguji untuk mematangkan persiapan dan memperjelas sistem sidang  online  yang akan dihadapi oleh mahasiswa.

Hal ini tentu sebuah upaya untuk menghindari  hal-hal yang dimungkinkan dapat terjadi saat sidang berlangsung. Kebijakan yang diberlakukan oleh Prodi HI untuk menerapkan simulasi sebelum sidang dapat mnejadi kebijakan yang baik untuk dicontoh oleh prodi-prodi lain yang belum memberlakukan adanya simulasi sebelum pelaksanaan sidang online.

Pada umumnya tidak ada yang terlalu berubah dalam sidang online, mahasiswa tetap harus mengumpulkan berkas persyaratan sebelum melakukan sidang sebagaimana sidang offline namun hanya saja pengumpulan semua berkas harus dilakukan secara online.
Adapun kendala yang sering dihadapi oleh mahasiswa merupakan kendala electrotic device seperti sinyal yang tidak stabil ataupun laptop yang tiba-tiba mati. Hal ini dapat diatasi mahasiswa dengan mempersiapkan keperluan sidang seperti laptop serta mengupayakan tempat dengan sinyal yang memadai jauh sebelum sidang online dimulai.
Adanya sidang online ini tentu memberikan euforia sidang yang berbeda bagi mahasiswa yang biasanya harus melakukan sidang secara langsung bertemu dengan dosen penguji. Eja menuturkan bahwa euforia sidang offline lebih terasa dibandingkan dengan sidang online. “Sidang offline lebih greget, mending offline”, pungkasnya.


Reporter: Rika & Elvia
Editor: Zakiya
Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar