Lewat "Rektor Menyapa", UMY Menjawab Keluhan Mahasiswa

Sumber: umyogya


Nuansa Online – Forum “Rektor Menyapa”  yang dilaksanakan melalui video conference di Youtube dan Microsoft Teams pada Sabtu (16/05) diharapkan menjawab keluhan mahasiswa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY). Sebanyak 3849 partisipan mengikuti forum ini dimana Dr. Gunawan Budiyanto, M.P., selaku Rektor UMY dan para jajarannya menyampaikan kebijakan-kebijakan yang akan UMY terapkan untuk persiapan perkuliahan pada semester depan apabila pandemi Covid-19 belum mereda.

     Forum “Rektor Menyapa” ini dibuka langsung oleh Gunawan Budiyanto, Rektor UMY dengan mengapresiasi kelompok relawan Covid-19 dan juga mahasiswa lainnya yang bersedia melakukan pengabdian pada Ramadhan ini, mulai dari pembagian sembako hingga penyediaan makanan untuk buka dan sahur. Tak hanya itu, pihak UMY juga akan lebih memperhatikan kesejahteraan mahasiswa yang memutuskan untuk stay di Yogyakarta dan tidak pulang kampung di tengah pandemi Covid-19 ini. Beliau juga menjelaskan selama pembelajaran daring ini, keikutsertaan mahasiswa dalam kuliah online mencapai angka 90%. Hal ini merupakan hal yang positif dimana motivasi belajar mahasiswa tinggi sehingga mampu meningkatkan kualitas akademik kala pandemi ini.

      Salah satu pertanyan mengenai perkuliahan daring ini mucul dari David Alfaseno, Mahasiswa Fakultas Pertanian. Ia bertanya mengenai adakah perubahan terkait sistem pembelajaran kedepannya apabila pandemi belum usai dikarenakan sistem yang sekarang dirasa kurang efektif. Pertanyaan ini dijawab langsung oleh Gunawan Budianto.

      “Jadi ini memang bukan cuma mahasiswa saja tetapi dosen juga mengalami kejutan budaya artinya bahwa kita merasa untuk pertama kali kuliah itu tidak efektif. Kita selalu mengembangkan sistem dimana sistem ini selalu kita tingkatkan. Oleh karena itu memang kita masih mencoba menambah kualitas artinya bahwa sekarang ini dosen juga secara serta merta kita lakukan pendampingan workshop agar bisa meningkatkan kualitas layanan akademik yang lebih baik bagi mahasiswa,” terangnya. E-learning atau sekarang berganti nama menjadi MyKlass diharapkan dapat menjadi media solusi untuk pembelajaran yang dirasa kurang efektif. Sistem MyKlass tersebut pun akan terus dikembangkan dan ditingkatkan.

      Selain itu Naufal Aulia Rahman, Mahasiswa Fakultas Pendidikan Bahasa bertanya mengenai kebijakan UMY kedepannya terkait magang, KKN, dan juga pemotongan ataupun keringanan biaya bagi Mahasiswa terutama yang orang tuanya terdampak Covid-19. Hal tersebut dijawab dengan sudah adanya ujian skripsi online dan magang online, tapi belum dipertimbangkan untuk praktikum online meskipun beberapa bisa menggunakan peraga. Praktikum akan dikembangkan metodenya agar berkembang dengan baik. Pihak UMY juga mengetahui akan ada biaya yang dirit atau dipotong. Maka dari itu adanya forum ini dipakai mengambiil kebijakan termasuk biaya kuliah. Beliau juga berpesan kepada mahasiswa untuk menjalani kuliah dengan maksimal, tidak seperti kuliah subuh dimana mahasiswa hanya datang namun tidak mencatat apapun.

      Dr. Sukamta, S.T., M.T., selaku Wakil Rektor Bidang Akademik memperkuat jawaban Rektor dengan menyebutkan data-data dan kebijakan UMY untuk kedepannya. Antara lain untuk praktikum/sejenisnya apabila Covid-19 belum usai maka akan digabungkan dengan praktikum semester gasal 2020/2021. Tahun akademik 2020/2021 semester gasal dilakukan blended learning dengan 50% online dan 50% offline apabila kondisi sudah membaik dan dimulai 14 September 2020. Selain itu, akan ada potongan SPP dan DPP yang akan diumukan lebih lanjut nantinya.

      M. Iqbal Khatami, selaku Presiden Mahasiswa UMY menanyakan kejelasan metode Masa Ta’aruf untuk semester depan, program setelah Masa Ta’aruf dan kebijakan akan jalannya organisasi. Pihak pimpinan UMY baru akan merapatkan hal ini setelah Idul Fitri dan baru akan mengundang perwakilan lembaga/organisasi kampus (BEM, DPM, dan IMM) untuk melaksanakan rapat online minggu depan. Sedangkan untuk periodisasi lembaga/organisasi kampus mulai semester depan akan disamakan dan serentak dengan disusul kebijakan kampus yang masih akan dirumuskan terlebih dahulu.

       Selain itu untuk penerimaan dan pengiriman mahasiswa dari atau ke luar negeri untuk semester depan diperkirakan masih sulit. Hal tersebut dikarenakan beberapa negara yang belum kondusif dan masih menerapkan lockdown terkait pandemi. Untuk lebih lanjutnya setelah Idul Fitri, pihak UMY akan merilis kebijakan terbaru terkait hal ini.

    Pihak UMY sebisa mungkin memberikan kemudahan kepada Mahasiswa untuk kedepannya terkait proses pembelajaran, magang, KKN dan hal lainnya. Mahasiswa diharapkan untuk tetap menjalani aktivitas dengan menaati protokol kesehatan yang dianjurkan juga untuk bersama-sama berjuang melawan Covid-19.

Reporter: Saidatuz Zakiyah



Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar