Antisipasi Penyebaran COVID-19, Keluar Masuk UMY Wajib Scanning Barcode

 

Sumber: umyogya

Nuansa Online - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) mulai kembali menjalani aktivitas normal. Beragam langkah dilakukan pihak universitas untuk menyelaraskan kebijakan protokol kesehatan dalam rangka antisipasi penyebaran COVID-19. Salah satunya melakukan scanning barcode yang mulai diberlakukan dini hari, Rabu (15/9) bagi seluruh seluruh civitas akademika UMY dan pengunjung yang masuk dan keluar area kampus. 

Pasalnya, sebelum pandemi pengunjung UMY bisa melenggang bebas memasuki area kampus. Pun pada saat keluar area kampus, pengunjung UMY hanya diperiksa kartu tanda mahasiswa (KTM) ataupun STNK. Kini UMY perketat lagi dengan adanya scanning barcode.

Hijriyah Oktaviani, S.IP. MM, selaku Kepala Biro Humas dan Protokol UMY, menjelaskan bahwasanya sistem ini berfungsi untuk mengetahui jumlah pengunjung. Hal ini sesuai dengan informasi terbaru dari Ketua Mitigasi UMY yang menyebutkan bahwa pembatasan jumlah pengunjung di kampus maksimal hanya 6000 orang saja, lebih dari itu maka sudah ditutup. Selain itu sistem ini berfungsi untuk beberapa hal lain seperti mengetahui aktivitas pengunjung dan tracking selama berada di area kampus. Sehingga jika nantinya ada kemungkinan terburuk berupa terdeteksi positif COVID-19, pengunjung lain yang berada dalam satu kawasan tersebut secara otomatis akan tercatat sebagai orang dalam pemantauan (ODP). Dengan fungsi yang diberikan oleh sistem ini tentu akan mempermudah Tim Satuan Tugas (SATGAS) dalam pengendalian COVID-19.

“Melalui scan QR ini atau sistem ini kita akan mengetahui jumlah pengunjung, selain itu bisa mengetahui aktivitas pengunjung selama berada di area kampus. Metode ini juga bisa digunakan untuk tracking pengunjung selama berada di kampus. Sehingga jika nanti hal terburuk terjadi kita tentu tidak harapkan, tapi apabila ada maka cluster terdeteksi positif COVID-19, maka pengunjung lain yang berada pada waktu yang sama dengan orang yang positif tersebut maka secara otomatis akan menjadi bagian dari ODP atau masuk ke tracking. Jadi SATGAS akan bekerja lebih mudah melacaknya apabila sudah mempunyai data dari scan barcode ini.” Terang Hijriyah.

Untuk sementara ini, scanning barcode baru ditempatkan di pintu utama UMY saja. Hal tersebut juga berangkat dari kondisi kampus yang belum ramai oleh mahasiswa ataupun pengunjung yang memasuki area kampus. 

“Barcode itu akan ditempatkan di masing-masing pintu masuk kampus, jadi ada di gate utama. Besok kalau sudah mulai ramai, dibuka lagi di gate utara dan di gate selatan.” Ujar Hijriyah.

Adapun dalam proses scanning barcode, pengunjung diminta untuk menginstal Barcode Scanner di PlayStore terlebih dahulu. Kemudian mulai melakukan scan pada gambar barcode yang telah tersedia. Setelah itu lanjut klik pada halaman website http:/umy.ac.id/MasukUMY. Pengunjung akan mendapat konfirmasi dari admin bahwa pengunjung telah berada di area kampus UMY melalui pesan WhatsApp (WA). 

Selain masuk, pihak universitas juga mewajibkan pemberlakuan scanning barcode di pintu keluar. Pengunjung melakukan scanning barcode kembali dan klik http:/umy.ac.id/KeluarUMY. Maka admin akan melakukan konfirmasi bahwa pengunjung sudah meninggalkan area kampus UMY.

Dalam praktiknya, UMY juga terjunkan petugas yang berjaga. Petugas terdiri dari Relawan COVID UMY dan security. Tujuannya tidak lain untuk mengawasi pelaksanaan scanning barcode tersebut. 

Berdasarkan surat edaran tentang “Tracking Pengunjung UMY”, tertulis bahwa pemberlakuan scanning barcode bagi pengunjung UMY sudah berlangsung dini hari. Meski demikian, Hijriyah mengakui penggunaan scan QR Code pekan ini merupakan bentuk simulasi atau uji coba.

“Sebenernya pekan ini masih uji coba, kita akan melihat seberapa ramainya dan antriannya. Sehingga ini masih simulasi dulu. Tapi surat edaran dari pimpinan memang sudah diberitahukan kepada unit kerja di UMY bahwa nanti ada kewajiban scan barcode sebelum masuk dan keluar dari area kampus” jelasnya.

Hijriyah juga menambahkan bahwa sampai dengan siang ini, simulasi scanning barcode masih berjalan lancar dan tidak ada kendala. Seiring dengan pemberlakuan simulasi ini, apabila ditemukan pengunjung UMY yang berkendala dalam mengakses scan barcode, baik tidak memiliki gawai, sedang tidak membawa gawai, ataupun kendala jaringan nantinya akan disediakan lembar manual berisi data pengunjung. 

“Di awal ini ketika kita sudah menyediakan lembar manual yang harus diisi data tentang mereka. Nanti bisa kita rekap, tapi ini menjadi alternatif saja.” Jawab Hijriyah ketika ditanya soal kendala dalam mengakses barcode.

Sejauh simulasi ini, penggunaan barcode hanya dapat diakses melalui aplikasi Barcode Scanner yang dapat diunduh melalui PlayStore ataupun bawaan android. Meski demikian, kedepannya sistem scanning barcode ini akan dikhususkan bagi pengunjung saja. Sedangkan mahasiswa dan civitas akademika UMY lainnya akan menggunakan KTM serta kartu kepegawaian.

“Karena masih uji coba minggu-minggu ini, adik-adik mahasiwa masih pakai scanner. Untuk minggu depan, adik-adik mahasiswa bisa memakai kartu mahasiswa untuk di tap karena memang arahnya barcode ini untuk pengujung. Sementara dosen dan pegawai menggunakan kartu kepegawaian.” Pungkas Hijriyah di akhir percakapan.


Reporter: Sa’idatuz Zakiyah

Editor: Naila Salma Nurkhalida

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar