Gelar Wisuda Luring, UMY Perketat Keamanan dan Protokol Kesehatan

 

Sumber: Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) resmi menggelar wisuda luring dan daring tahap I di Gedung Sportorium UMY pada Rabu (9/9). Kegiatan wisuda ini terbagi dalam dua tahap yang dilaksanakan selama dua hari berturut-turut mulai dari Rabu (9/9) hingga Kamis (10/9).

Pada acara wisuda kali ini, UMY memberikan opsi kepada mahasiswa yang akan melangsungkan wisuda dengan dua metode, yaitu luring dan daring. Metode luring dipilih dikarenakan kampus ingin mewujudkan keinginan mahasiswa untuk melakukan wisuda secara luring sebagai bentuk pengabadian momen setelah mereka selesai menempuh kuliah. Namun melihat kondisi saat ini yang tidak memungkinkan untuk mewisudai keseluruhan mahasiswa, maka ada opsi lain yaitu dengan metode wisuda daring.

Melihat keadaan saat ini yang masih dalam suasana pandemi COVID-19, pihak kampus memberikan beberapa persyaratan dan aturan yang harus dipatuhi oleh mahasiswa yang akan mengikuti wisuda luring. Salah satunya adalah mahasiswa wajib menaati seluruh protokol kesehatan yang berlaku selama mengikuti prosesi wisuda. Salah satunya adanya pengecekan suhu tubuh saat akan memasuki kampus, dimana jika ada yang melebihi suhu di atas 37,5 ºC maka akan langsung diamankan di Rumah Sakit Lapangan yang sudah disediakan untuk dilakukan rapid test. 

Sejak diputuskan bahwa Universitas Muhammadiyah Yogyakarta resmi melakukan wisuda dalam dua metode secara luring dan daring, UMY telah menggandeng beberapa pihak terkhusus di bidang kesehatan. Kepala Biro Humas dan Protokol UMY, Hijriyah Oktaviani menyampaikan bahwa UMY telah menggandeng Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC), tim khusus yang dibentuk PP Muhammadiyah, sebagai partner untuk meng-handle kegiatan kegawatdaruratan di masa pandemi ini. Disamping itu, UMY juga telah menyiapkan beberapa layanan fasilitas untuk mengantisipasi jika ada hal yang terjadi di luar kehendak, seperti pengadaan Rumah Sakit Lapangan dan sudah disiagakan beberapa ambulance untuk berjaga-jaga di setiap titik evakuasi.

Dalam hal keamanan, UMY telah melakukan pemberitahuan kepada pihak keamanan setempat. Karenanya, Polsek dan Koramil Kecamatan Kasihan mengirimkan sejumlah personil untuk membantu mengamankan dan menertibkan kegiatan. Penambahan personil untuk penegakan disiplin dilakukan mengingat kegiatan wisuda luring melibatkan banyak orang, di sisi lain jumlah security lingkungan UMY terbatas. 

Tim penegak disiplin wisuda tidak hanya dari jajaran kepolisian dan satpam, melainkan juga dari relawan yang dilengkapi dengan perlengkapan sesuai protokol kesehatan. Relawan yang tergabung dalam Relawan COVID-19 UMY ini sebelumnya telah mendapat pembekalan dan pelatihan-pelatihan. 

Dalam pelaksanaannya, wisuda luring mengalami kendala seperti para wisudawan yang susah diarahkan untuk tidak berkerumun ataupun foto bersama. Tim penegak disiplin selalu berkeliling untuk menertibkan dan membubarkan kerumunan. Koordinator Relawan COVID-19, Rozikan, menuturkan bahwa ini adalah hal yang wajar. “Berkerumun itu lumrah, karena belum semua mengerti akan bahaya Covid”, papar Rozikan. 

“Ini bukan kendala yang besar dan bisa diatasi, kami juga terus melakukan evaluasi”, pungkasnya.

Walaupun wisuda kali ini sangat berbeda dengan wisuda luring biasanya dimana tidak ada pendampingan dari orang tua mahasiswa, namun antusias mahasiswa yang mengikuti wisuda secara luring tetap banyak.

Sebenarnya ada perasaan sedih waktu ada himbauan bahwa orang tua tidak diperkenankan hadir mengikuti prosesi wisuda, namun balik lagi karena memang kita masih berada di situasi COVID-19 maka kita juga harus mengerti keadaannya”, tutur Sika salah satu wisudawati dari Fakultas Hukum.

Reporter: Yustika Anggraini & Ni Made Ray Rika

Editor: Sa'idatuz Zakiyah

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar