KKN Relawan COVID-19: Upaya UMY Memutus Mata Rantai Penyebaran Virus di Lingkungan Kampus

 


Sumber: Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Di tengah arus pandemi COVID-19, bukan menjadi alasan Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) untuk tidak menjalankan salah satu Tridharma perguruan tinggi, yaitu pengabdian. Pihaknya, melalui Lembaga Penelitian, Publikasi, dan Pengabdian Masyarakat (LP3M) UMY, resmi akan menerjunkan 160 mahasiswa/i dalam program Kuliah Kerja Nyata (KKN) Relawan COVID-19 Batch I pada Sabtu (19/9).

Kepala Divisi Pengabdian LP3M UMY, Dr. Aris Slamet Widodo, S.P, M.Sc. mengatakan, pihaknya mengadakan KKN Relawan COVID-19 tidak lain agar mahasiswa/i mampu berkontribusi positif menjadi bagian dari satuan tugas COVID-19 di lingkungannya. 

“Mereka yang terpilih mengikuti program ini disiapkan untuk mampu menjadi satgas COVID-19 yang cakap dan mumpuni, serta mampu memberikan kontribusi positif bagi khalayak di lingkungan kampus maupun sekitarnya”, ujarnya, Rabu (16/9).

Sebagaimana yang ia paparkan, bahwa program KKN yang belum pernah ada sebelumnya ini merupakan program yang diadakan sebagai bentuk keseriusan UMY dalam mengawal kegiatan belajar-mengajar secara tatap muka di masa pandemi COVID-19.

Melalui program ini, peserta tidak hanya akan menerima salah satu syarat kelulusannya dari UMY. Namun, mereka juga akan mendapatkan pengalaman yang berguna dalam kehidupan kedepannya.

Sejak pendaftaran KKN Relawan COVID-19 dibuka, tepatnya pada 27 Agustus- 5 September lalu melalui situs web “kkn.umy.ac.id”, program ini banyak mendapat respon positif dari para civitas akademika UMY. Hal ini terlihat dari banyaknya jumlah mahasiswa yang mendaftar pada Batch I. Sampai-sampai, Batch II pun langsung terisi.

“Nantinya akan ada 320 mahasiswa/i yang diturunkan selama satu semester ini, untuk batch 1 160, batch 2 160. Untuk semester depan kita belum tau, kita akan melihat perkembangan. Kalo memang perkembangannya kita anggap memerlukan penegakan disiplin dan edukasi, maka kemungkinan model KKN ini bisa kita lanjutkan lagi,” ujar Aris ketika ditanya mengenai soal kuota pendaftar.

Selain itu, Aris juga menerangkan bahwa pada pelaksanaan KKN Relawan COVID-19 di setiap batch-nya, peserta akan dibagi ke dalam 20 kelompok. Setiap kelompok terdiri dari enam orang yang siap sedia bertugas di hari Senin sampai Sabtu, dan dengan pembagian waktu secara bergilir pada jam pagi dan siang hari.

Dalam pelaksanaannya, peserta KKN Relawan COVID-19 memiliki dua tanggung jawab esensial, yaitu, pokok dan bantu. Tanggung jawab pokok relawan COVID-19 adalah melakukan penjaringan di tiga pintu masuk UMY dengan mengecek suhu badan, meninjau kelengkapan alat pelindung diri, serta mensterilkan setiap mahasiswa/i yang hendak masuk lingkungan kampus.

Selain itu, tanggung jawab bantunya adalah mengedukasi segenap civitas akademika UMY yang dapat dilakukan dengan berbagai cara yang menarik, sesuai selera setiap kelompok. Lalu dilanjutkan dengan penyusunan laporan KKN.

Kendati demikian, KKN Relawan COVID-19 sebenarnya tidak jauh berbeda dengan KKN pada umumnya. Selain terdapat kesamaan dalam membuat laporan KKN, pun pada waktu pelaksanaannya yang berlangsung dalam kurun waktu satu bulan tiap batch.

Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., selaku rektor UMY berharap dengan adanya program KKN Relawan COVID-19 yang diikuti oleh mahasiswa dengan notabene sebagai agen perubahan, dapat membantu meningkatkan kedisiplinan dalam rangka memutus rantai penyebaran virus COVID-19, khususnya di lingkungan kampus.

“KKN Relawan COVID-19 memboyong sebuah tanggung jawab mahasiswa/i sebagai agent of change di dalam kehidupan masyarakat kini dan nanti. Harapannya, mereka yang menjadi peserta dalam program ini dapat betul-betul menjadi bagian dari imunitas sosial masyarakat. Sebab, kala ini, ketidakdisiplinan masyarakat dalam menjalankan protokol kesehatan adalah momok yang memperburuk keadaan," ujar Gunawan, Kamis (17/9).

Reporter: Annisa Zachra Humairo & Lautan Hesychia

Editor: Naila Salma Nurkhalida

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar