Komdis pada Mataf Online, Masih Efektifkah?

 

Sumber: Dokumen Nuansa


Nuansa Online - Rangkaian Mataf UMY 2020 yang sudah berlangsung sejak hari Senin (28/09) hingga Selasa (29/09) ini bisa dikatakan cukup berbeda dengan sebelumnya. Perbedaan ini disebabkan oleh pelaksanaan Mataf yang dilakukan secara daring, sehingga mahasiswa baru tidak perlu datang ke kampus untuk menghadiri mataf kali ini, cukup di rumah saja. Hal ini berimbas kepada dihapuskannya Komisi Disiplin (komdis), meski beberapa fakultas masih mempertahankannya.

Mataf atau masa orientasi, pada umumnya identik dengan komisi disiplin atau komdis yang selalu saja menjadi salah satu gugus kepanitiaan yang disegani para maba. Seperti namanya, mereka bertugas untuk mendisiplinkan mahasiswa baru agar dapat mengikuti jalannya Mataf dengan lancar. Mereka juga bertugas untuk menyusun segala tata tertib untuk mendukung kelancaran pelaksanaan Mataf. Tidak lupa juga dengan sanksi yang ditujukan bagi siapa saja yang melanggar. 

Tak bisa dipungkiri, bahwa Mataf pada tahun-tahun sebelumnya diwarnai dengan romansa senioritas yang diinisiasi langsung oleh komdis. Namun, karena situasi-kondisi Mataf kali ini berbeda, yaitu Mataf Online, maka kehadiran komdis pun dipertanyakan keefektifannya. 

Banyak fakultas di UMY yang memutuskan untuk meniadakan komdis pada mataf kali ini. Namun dari banyaknya fakultas yang menolak kehadiran komdis, ada satu fakultas yang menghadirkan komdis bagi para mahasiswa barunya, yaitu Fakultas Pertanian.

“Justru dengan dipertahankannya komdis di Mataf FP kali ini bertujuan sebagai tindakan preventif atau mencegah adanya perploncoan yang dilakukan oleh panitia kepada mahasiswa baru. Karena tata tertib yang dibuat oleh komdis sendiri tidak hanya ditujukan kepada mahasiswa baru namun juga kepada para panitia yang melanggar aturan yang telah ada,” ujar Muhammad Dika, selaku Ketua Mataf Fakultas Pertanian.

Hal serupa juga dikatakan oleh Koordinator Komdis Mataf FP, Daffa Yoga. Menurutnya, kehadiran komdis pada mataf kali ini masih tetap efektif. “Menurut saya pribadi cukup efektif, bisa dilihat ketika TM (Technical Meeting) kemarin, maba masih sulit untuk diatur namun ketika komdis sudah menyampaikan tatib semuanya langsung mengikuti sesuai alur.” 

Ia juga menambahkan bahwa sebenarnya komdis tidak selalu terkait dengan hal-hal yang khususnya berbau dengan senioritas seperti marah-marah dan sebagainya namun lebih kepada maksud dan tujuan agar kegiatan mataf bisa berjalan sesuai rencana.

Perlu diakui, meskipun peran komdis pada mataf daring kali ini cukup berbeda dengan mataf luring seperti sebelum-sebelumnya. Bukan berarti keberadaan komdis tidak penting bagi keberlangsungan Mataf. Justru keberadaanya cukup krusial untuk menertibkan segenap mahasiswa baru dengan baik.

Danang Bagus adalah salah satu mahasiswa baru Fakultas Pertanian yang mengikuti Mataf FP pada Selasa (29/09). Ia berpendapat bahwa sebagai mahasiswa baru mereka tetap membutuhkan tata tertib yang mengatur jalannya Mataf, begitu juga panitia yang secara berkala mengingatkan.

“Kalau gak ada tata tertib dan panitia yang mengingatkan, nanti mabanya bakal bar-bar, dan menurut saya tata tertib tersebut masih wajar, tidak memberatkan ataupun sebaliknya", ujar Danang Bagus.

Reporter: Aulia Kholqiana

Editor: Annisa Zachra Humaira & Lautan Hesychia Hayes Usha


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar