TikTok Jadi Ajang Unjuk Kreativitas Mahasiswa Baru UMY

 

Sumber: Dokumen Nuansa


Nuansa Online - Menjelang pelaksanaan Masa Ta’aruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY) 2020 pada Senin (28/09), panitia berinisiatif memberikan gebrakan baru. Kali ini panitia memanfaatkan aplikasi TikTok sebagai salah satu ruang penugasan bagi para mahasiswa baru sebelum pelaksanaan Masa Ta’aruf yang akan diadakan secara daring.

Sudah menjadi tradisi bagi setiap universitas untuk mengadakan berbagai penugasan dan aksi yang menarik perhatian khalayak ketika masa orientasi para mahasiswa barunya. Namun seperti yang kita ketahui, saat ini dunia sedang dilanda pandemik COVID-19. Maka dari itu model pelaksanaan ospek di berbagai universitas pun perlu beradaptasi dengan keadaan saat ini. Begitu pula dengan UMY yang kali ini mengadakan mataf secara berbeda dibanding tahun-tahun sebelumnya. Jika biasanya terdapat koreografi masif sebagai ajang kontestasi dalam memperkenalkan UMY ke dunia luar, tahun ini ada alternatif lain, yaitu dengan menggunakan platform digital, seperti TikTok sebagai media pengenalannya.

Penugasan ini bertujuan untuk mengembangkan kreativitas para mahasiswa baru UMY 2020. Sebagaimana yang di sampaikan oleh Ahmad Zahir, selaku Koordinator Acara Mataf Universitas 2020, “Kami para panitia Mataf UMY 2020, khususnya dari panitia acara juga mencari hal-hal menarik yang mendorong kreatifitas mahasiswa, lalu ditemuilah aplikasi TikTok yang sekarang sedang trend untuk dikolaborasikan dengan konsep kita.”

Sementara itu untuk isi atau konten dalam penugasan TikTok ini telah ditentukan panitia sebelumnya, sebagaimana; mahasiswa baru diwajibkan menulis rencana hidupnya dalam jangka sepuluh tahun kedepan; lalu dedikasi diri untuk Indonesia kedepannya. Semua ini bertujuan agar para panitia, sesama mahasiswa baru, bahkan kakak tingkat, dan dosen pun bisa saling mengenal dengan lebih baik.

Mahasiswa baru memiliki rentang waktu pembuatan dan pengumpulan video selama lima belas hari, sejak tanggal 11 hingga 15 September 2020. Selanjutnya mahasiswa baru diwajibkan untuk mengunggahnya di TikTok, Instagram, dan Twitter. Lalu, video TikTok hasil kreasi mahasiswa baru akan diseleksi oleh Panitia Mataf untuk diproses lebih lanjut dan dipilih mana yang terbaik dan menarik untuk dijadikan sebagai pemenang dengan tiga kategori juara, 1, 2, dan 3. Pengumumannya akan disampaikan pada tanggal 28 September 2020 atau pada hari pertama Mataf Universitas.

Di luar dugaan, penugasan ini ternyata mendapat beragam respon dari mahasiswa baru. Ada mahasiswa baru yang begitu antusias sampai-sampai videonya sudah mendapat ratusan views, lalu ada pula yang merasa terbebani lantaran dia merasa jika penugasan tersebut tidak sesuai dengan kepribadian dirinya, dan juga karena alasan gawainya yang tidak mendukung  aplikasi TikTok. 

Mengetahui berbagai respon tersebut, pihak Panitia Mataf 2020 pada akhirnya memberikan jalan tengah dengan membuat essai bagi mahasiswa baru yang tidak bisa mengerjakan tugas membuat video TikTok. Sehingga jiwa kreativitas mereka juga tetap bisa tersalurkan melalui essai tersebut.

Menurut Paza Maulana, mahasiswa baru dari program studi Akuntasi, kelas internasional, menyatakan bahwa “Bagi saya, penugasan ini terlalu membebani lantaran saya bukan tipe orang yang suka tampil di depan kamera dan tidak suka membagikan video pribadi di sosial media, sehingga akhirnya saya lebih memilih membuat essai.”

Reporter: Yustika Anggraini & Yunita Awat

Editor: Annisa Zachra Humaira & Lautan Hesychia Hayes Usha


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar