Penerimaan Mahasiswa Baru 2020 di DIY Timpang, PTN Harusnya Sadar

 

Sumber: Dokumen Nuansa


Nuansa Online - Terjadinya pandemi COVID-19 semakin memperburuk ketimpangan antara Perguruan Tinggi Negeri (PTN) dan Perguruan Tinggi Swasta (PTS) dalam hal penerimaan mahasiswa baru. Dilansir dari laman Republika.co.id, jumlah pendaftaran mahasiswa baru di sejumlah PTS di Yogyakarta pada tahun 2020 mengalami penurunan. Mundurnya jadwal penerimaan  mahasiswa baru di PTN, khususnya jalur UTBK dan  jalur mandiri, berimbas pada semakin kecilnya peluang PTS untuk mendapatkan mahasiswa baru tahun ini. Terlebih lagi dengan mepetnya jadwal dimulainya perkuliahan tahun ajaran baru 2020/2021 membuat banyak PTS mengupayakan banyak hal.

Ditemui selepas acara Pembukaan Masa Ta'aruf Mahasiswa Baru Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (28/9), Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., Rektor UMY, mengakui adanya ketimpangan penerimaan mahasiswa baru, khususnya di DIY yang membuat PTS mengeluhkan keadaan ini.

“Hampir separuh PTS di DIY menjadi kalang kabut lantaran jadwal yang mundur. Tidak sedikit PTS yang mengeluh karena jumlah pendaftar belum mencapai setengah dari yang ditargetkan", papar Gunawan.

Berbagai upaya telah dilakukan untuk meningkatkan animo pendaftar di PTS. Salah satunya yang dilakukan oleh Asosiasi Perguruan Tinggi Swasta Indonesia (APTISI) Wilayah DIY yakni dengan meluncurkan laman seleksi masuk PTS secara kolektif yang diberi nama Jogjaversitas.id. Program ini telah diikuti setidaknya oleh 45 PTS di Yogyakarta, termasuk UMY.

Berangkat dari kondisi yang tidak mengenakkan ini, UMY sendiri kemudian melakukan berbagai upaya untuk meningkatkan jumlah pendaftar, salah satunya melalui promosi di media sosial. Hal ini juga didukung dengan prestasi yang diraih UMY sebagai peringkat pertama perguruan tinggi swasta terbaik di DIY dan peringkat kedua perguruan tinggi swasta terbaik nasional berdasarkan hasil survei yang dilakukan oleh 4ICU Uni-Rank.

Upaya yang dilakukan oleh UMY sebagai salah satu PTS ini lantas berdampak signifikan terhadap penerimaan mahasiswa baru. Dr. Siti Dyah Handayani, S.E., M.M. selaku Kepala Biro Penerimaan Mahasiswa Baru UMY menyampaikan bahwa jumlah mahasiswa baru yang diterima justru mengalami peningkatan dari tahun sebelumnya yakni dari 5.200 orang menjadi 5.711 orang.

“Ada sekitar 22.000 orang yang mendaftar di UMY melalui berbagai jalur diantaranya Jalur Prestasi, Jalur CBT (khusus untuk Fakultas Kedokteran dan Ilmu Kesehatan), Jalur SKL dan nilai UTBK. Selain seleksi dari UMY, ada juga Jalur SBMPTMu (Seleksi Bersama Masuk Perguruan Tinggi Muhammadiyah) serta PMB Jogjaversitas”, jelas Dyah.

Sudah jatuh tertimpa tangga pula, begitulah bunyinya ketimpangan penerimaan mahasiswa baru di tengah pandemi ini yang tentunya merugikan PTS. PTN mendapatkan subsidi dari pemerintah, namun masih tetap mengadakan ujian mandiri dengan biaya yang tinggi dan juga intens. Di sisi lain, PTS berusaha maksimal dengan segala upaya dan daya untuk mendapatkan mahasiswa barunya sendiri.

Dalam percakapannya, Gunawan Budiyanto menyampaikan harapannya supaya PTN bisa sadar dengan kondisi yang dapat merugikan pihak lain, khususnya PTS. "Saya mendoakan semoga PTN sadar.” Ungkap Gunawan.


Reporter: Ni Made Ray Rika Azzahra, Arina Zahrotunnisa, & Rizky Pratama

Editor: Annisa Zachra Humaira & Lautan Hesychia Hayes Usha

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar