Representasi Jiwa Intelektual dalam Logo Masa Ta'aruf 2020

 

Sumber: matafumy2020

Nuansa Online - Panitia Masa Taaruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY) 2020 secara resmi mempublikasikan logo Mataf 2020 pada Sabtu (11/7) di @matafumy2020, akun Instagram resmi kepanitiaan Mataf UMY 2020.

Dalam perencanaan agenda Mataf, tentu tidak luput dengan penentuan logo yang menjadi ciri khas tiap tahunnya. Saat ini, hewan masih menjadi primadona sebagai manifestasi pengharapan sekaligus doa bagi para mahasiswa baru dalam simbol Mataf. Meski tiga tahun terakhir logo yang digunakan selalu menampilkan hewan, namun pasalnya tidak ada ketentuan khusus mengenai simbol hewan yang dipilih dan hal itu hanyalah sebuah kebetulan belaka. Tahun 2019 lalu, lebah dipilih sebagai simbol Mataf yang berarti persatuan. Sedangkan tahun ini, lumba-lumba dipilih sebagai simbol Mataf yang merepresentasikan jiwa intelektual mahasiswa muda mendunia.

“Untuk dari Mataf universitas tidak ada ketentuan mengenai logo harus berbentuk hewan, hanya saja memang sekarang rata-rata yang saya lihat banyak event yang menggunakan tema atau acaranya ke dalam bentuk hewan. Contohnya lumba-lumba yang mempunyai kelebihan dari hewan lainnya,” jelas Rivky Riyantoro, pembuat logo serta anggota Divisi Media Kreatif dan IT Mataf UMY 2020.

Meskipun logo yang diusung identik dengan hewan lumba-lumba, terdapat beberapa komponen pendukung lainnya yang turut memaknai logo yang diusung. Seperti tulisan dengan tiga warna berbeda, di mana setiap warna memiliki arti masing-masing; warna merah melambangkan semangat mahasiswa; warna biru menandakan mahasiswa yang dapat diandalkan, serta warna hijau yang menjadi warna kesukaan Nabi Muhammad SAW. Bagian ekor lumba-lumba berbentuk seperti lima rangkai ombak yang merepresentasikan Pancasila, yang merupakan dasar negara Indonesia. Sedangkan bola berwarna merah melambangkan tekad bulat mahasiswa UMY dalam meraih cita-cita.

Sebagaimana yang dijelaskan Hasan Nopremon, ketua Mataf UMY 2020, semua simbol merupakan gambaran dari tema Mataf kali ini, yaitu “Solidaritas Cendekiawan Muda Islam”.

“Untuk makna tema itu sendiri, jelas kita punya makna tersendiri karena berkaca dari keadaan sekarang yaitu pandemi Covid-19 yang belum usai. Mereka juga belum bisa berinteraksi secara langsung layaknya mataf pada umumnya. Jadi, tema Mataf 2020 mempunyai dua kata kunci, pertama ‘Solidaritas’, lalu ‘Cendekiawan Muda Islam’ dimana keduanya digabungkan dalam tujuan untuk memajukan Indonesia,” jelas Hasan Nopremon.

Hasan menambahkan penjelasan singkat mengenai makna tema pada Mataf 2020, dimana kata ‘Solidaritas’ dimaknai dengan sebuah rasa simpati maupun rasa kesatuan dalam mencapai kepentingan bersama untuk saling bahu membahu demi memajukan Indonesia. Lalu, ‘Cendekiawan Muda Islam’ dapat diartikan sebagai seseorang yang memiliki pendidikan, baik formal maupun non-formal, serta kemampuannya untuk menafsirkan atau merespons fenomena-fenomena dan keadaan di lingkungan masyarakat seperti layaknya cendekiawan.”

 

Reporter: Larasati Putri Indaryani & Faishal Ahmad

Editor: Lautah Hesychia Hayes Usha


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar