Tanggapan UMY atas Surat Edaran Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah Larang Pembelajaran Tatap Muka

 

Sumber: MCCC


Nuansa Online - Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) PP Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran mengenai pelarangan pembelajaran/perkuliahan tatap muka bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan pada Sabtu (12/9). Padahal Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) sebagai salah satu Perguruan Tinggi Muhammadiyah telah membuat kebijakan bahwa akan ada kuliah offline pada semester ganjil ini. Untuk menindaklanjuti surat edaran tersebut pihak UMY beserta MCCC PP, Ketua PP, dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah lainnya menggelar rapat koordinasi. 

Sebelumnya, Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menerbitkan surat edaran Wakil Rektor Bidang Akademik No. 550/A.1-II/VIII/2020 terkait perkuliahan/praktikum/ pengambilan data tugas akhir dan praktik profesi/kerja praktik/magang semester gasal 2020/2021 bagi program sarjana, diploma, profesi, dan pasca sarjana secara luring dan daring yang akan diberlakukan pada Senin, 14 September 2020 mendatang.

Tepat pada Sabtu (12/9), 2 hari sebelum proses perkuliahan semester gasal 2020/2021 UMY dimulai, Muhammadiyah COVID-19 Command Center (MCCC) Pimpinan Pusat Muhammadiyah mengeluarkan surat edaran No. 01/EDR/Covid-19/2020 terkait larangan pembelajaran tatap muka bagi setiap Amal Usaha Muhammadiyah yang bergerak di bidang pendidikan. Dalam surat edaran tersebut juga dijelaskan bahwa MCCC PP Muhammadiyah sebagai pelaksana mandat koordinasi untuk seluruh sumber daya Muhammadiyah melarang inisiatif pembelajaran maupun perkuliahan secara tatap muka karena dikhawatirkan dapat menimbulkan krisis yang berkelanjutan akibat kemungkinan terburuk jika terjadi penularan di lingkungan pendidikan yang tentu menjadi tanggung jawab penuh bagi pimpinan Amal Usaha Muhammadiyah tersebut.

Keluarnya surat edaran MCCC PP Muhamadiyah menjadi perbincangan hangat di kalangan mahasiswa. Pasalnya, di dalam surat tersebut tertulis bahwa kegiatan pembelajaran/perkuliahan tatap muka (offline) di Amal Usaha Muhammadiyah bidang pendidikan akan dilarang pada bulan September 2020 hingga waktu yang belum ditentukan. Hal tersebut membuat mahasiswa bingung karena beberapa dari mereka sudah sampai di Yogyakarta untuk mengikuti kuliah offline pada Senin, 14 September 2020. 

Budi Santoso, S.Psi, selaku ketua Diseminasi Informasi dari MCCC UMY mengonfirmasi bahwa surat edaran tersebut benar adanya dan baru saja dikeluarkan pada Sabtu (12/9) pagi hari. Untuk menindaklanjuti surat tersebut, pihak MCCC PP beserta Ketua PP dan Perguruan Tinggi Muhammadiyah melakukan rapat koordinasi.

Usai rapat, Dr. Ir. Gunawan Budiyanto, M.P., selaku rektor UMY yang diwawancarai oleh Tim Nuansa menanggapi surat edaran tersebut. Beliau menjelaskan bahwa kegiatan pembelajaran/perkuliahan akan tetap dilakukan sesuai rencana awal, yaitu Senin, 14 September 2020 mahasiswa semester 7 akan tetap kuliah tatap muka dan bergantian dengan mahasiswa semester 3 dan 5 pada bulan berikutnya. 

“Perkuliahan tetap offline bagi mahasiswa semester 7, angkatan lain online. Jadi di kampus hanya ada satu angkatan dalam waktu sebulan,” ungkap Gunawan. 

Di tengah percakapannya, beliau menambahkan bahwa surat edaran yang dikeluarkan oleh MCCC PP Muhammadiyah bersifat general atau umum berangkat dari keraguan MCCC PP Muhammadiyah terhadap kampus-kampus PTM yang diakui belum siap menerapkan protokol kesehatan dengan ketat. Berbeda dengan UMY yang sudah sangat siap dalam memulai perkuliahan offline. Contoh kesiapan lainnya juga dapat dibuktikan dalam acara wisuda UMY yang telah terselenggara dengan protokol kesehatan yang ketat.

 “MCCC kalau harus mengurusi 168 PTM kan repot. Nggakbisa ngeluarin surat khusus UMY sendiri. Makanya dibuat edaran secara general atau umum. Karena MCCC tidak yakin bahwa semua seperti UMY. Contohnya saja seperti kemarin model wisuda UMY, biayanya 3x lipat, biasanya cuma 120 juta kemarin hampir 400 juta. Itukan tidak semua kampus siap.” Terangnya.

Keluaran edaran surat dari MCCC PP Muhammadiyah ini tidak lantas menjadi permasalahan atas ketidaksesuaian antara MCCC PP Muhammadiyah dengan UMY. Akan tetapi, UMY justru menjadi tempat belajar bagi kampus-kampus lainnya, khususnya kampus swasta agar dapat mencontoh UMY perihal persiapan-persiapan dalam melaksanakan pembelajaran tatap muka.

“Ibaratnya seperti menjadi dokter, kalau mau kaya seperti dokter ya harus belajar dan buang duit. Begitu juga UMY. Jika mau kuliah offline seperti UMY contoh seperti apa yang dikerjakan UMY. Beberapa PTS juga udah ada yang datang ke UMY untuk belajar.” 


Reporter : Naila Salma Nurkhalida

Editor : Sai’datuz Zakiyah





Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar