UMY Selenggarakan Wisuda Offline di Tengah Pandemi COVID-19

 

Sumber: Dokumen Nuansa


Nuansa Online - Pada Kamis (9/10), Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menyelenggerakan prosesi wisuda vokasi, sarjana, dan pascasarjana di tengah pandemi COVID-19 yang belum ada akhirnya. Meskipun begitu, UMY melakukan dobrakan dengan berani menyelenggarakan wisuda secara luring dan daring. Prosesi wisuda ini bertempat di Sportorium UMY dengan menerapkan protokol kesehatan yang ketat.

Meskipun ini sebagian besar permintaan mahasiswa sendiri untuk menyelenggarakan wisuda offline dengan niat ingin merasakan wisuda bersama teman seperjuangan, namun tetap saja mereka tidak mendapat kesakralan wisuda secara sepenuhnya. Meskipun kesakralan tersebut juga hanya bisa dirasakan secara subjektif, bisa dilihat antusias wisudawan yang berkurang mungkin karena keterbatasan ini. Kembali lagi semua keterbatasan yang timbul karena penjagaan ketat dari kampus pada dasarnya untuk menjaga semua warga kampus dan wisudawan tersendiri agar terhindar dari bahaya COVID-19.  

Padahal wisuda offline inipun, menurut sebagian mahasiswa juga belum sepenuhnya mendapat kesakralan dan masih terasa hampa. 

Angga, wisudawan FEB 2016 mengatakan, “Perbedaan wisuda kali ini dengan wisuda pada umumnya yaitu terdapat pada keterbatasan atas segala sesuatu”. 

Menururutnya banyak aturan-aturan khusus yang harus dipatuhi, seperti keluarga hanya menghantar wisudawan sampai di depan AR. Fahrudin lalu putar balik sehingga tidak diperkenankan sampai di depan Sportorium, ada penjemputan wisudawan dari gedung AR ke Sportorium, semua civitas akademika yang terjun di momen wisuda harus memakai atribut yang sesuai protokol kesehatan, durasi wisuda yang dipersingkat, dan mekanisme wisuda yang diubah.

Wisuda kali ini terdapat beberapa perubahan yaitu pidato dan pembacaan do’a dilakukan sebelum acara wisuda dimulai, berbeda dengan wisuda pada umumnya yang biasa diletakan di awal acara. Mekanisme wisuda berubah karena setelah mahasiswa yang diwisuda mereka langsung keluar untuk pulang dan tidak ada acara setelahnya. Kampus menaati protokol kesehatan secara ketat demi mengabulkan permintaan mahasiswanya. Keinginan mahasiswa untuk melakukan wisuda offline didasari karena wisuda adalah salah satu momen yang mana sangat berarti dalam sejarah kehidupan untuk bisa wisuda bersama teman lainnya. 

Perbedaan lain wisuda saat pandemi dengan wisuda pada umumnya yaitu tampilan-tampilan dari mahasiswa dihilangkan dan yang paling menghebohkan dan fenomenal saat wisuda yaitu arak-arakan dari mahasiswa teknik pun tidak ada. Selain tu para undangan baik rektor, dosen, staf ataupun wisudawan harus menggunakan faceshield, masker, dan lain sebagainya. 

Mahasiswa merasakan perlindungan atas kedisiplinan UMY dengan menerapkan protokol kesehatan dengan benar. Hanya ada kritik saran sedikit untuk kampus, untuk faceshield dan masker alangkah lebih baiknya dibagikan sebelum hari H. Selain itu penataan kursi yang tidak urut membingungkan para wisudawan. Terlepas dari semua itu UMY sudah siap dalam pelaksanaan wisuda offline dan juga ke depannya melakukan kuliah tatap muka.

Reporter: Rizky Feby Wulandari

Editor: Sa'idatuz Zakiyah



Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar