Aliansi UMY Bergerak Vakum Aksi Lanjutan #JogjaMemanggil?

 

Sumber: @umy_bergerak

Nuansa Online - Ratusan mahasiswa yang tergabung dalam Aliansi Rakyat Bergerak (ARB) kembali menggelar aksi penolakan terhadap Omnibus Law UU Cipta Kerja di Bundaran Universitas Gajah Mada (UGM), Yogyakarta. Namun disayangkan pada aksi kali ini, Aliansi UMY Bergerak (AUB) yang merupakan bagian dari ARB tampak absen. Pasalnya AUB selalu konsisten mengawal isu yang tidak berpihak kepada rakyat dan mengikuti seluruh aksi yang digelar baik di lingkungan kampus UMY maupun yang ada di Yogyakarta.

Menilik dari aksi sebelumnya, AUB sendiri telah menyuarakan perihal penolakan pengesahan Omnibus Law pada rangkaian Aksi #GejayanMemanggil tahun 2019 hingga 2020. Tak hanya itu, AUB juga turut serta pada aksi #JogjaMemanggil yang digelar Rabu (08/10) lalu. Mereka dengan tegas menuntut pemerintah untuk mencabut Omnibus Law UU Cipta Kerja, yang dirasa dalam penyusunan dan pengesahannya tidak terbuka kepada rakyat dan terkesan terburu-buru. Selain itu juga, substansi dari Omnibus Law dirasa justru menyengsarakan kehidupan buruh dan masyarakat menengah ke bawah lainnya.

Sayangnya sebagai salah satu aliansi pergerakan rakyat yang utama di UMY, AUB terpaksa vakum dalam aksi lanjutan tolak Omnibus Law. Padahal melihat banyaknya massa yang tergabung dalam AUB, dapat menjadi penggerak atau garda terdepan UMY dalam menyuarakan penolakan Omnibus Law. 

Sebagaimana yang dipaparkan Kholiq Tahmid, selaku Koordinator Umum AUB, pihaknya mengakui adanya kevakuman pada aksi lanjutan Omnibus Law.

Berdasarkan notulensi hasil teknis lapangan AUB pada Senin (19/10), tertuliskan bahwa teknis lapangan aksi lanjutan hanya dihadiri oleh enam orang. Hal ini menjadi salah satu alasan kevakuman AUB pada aksi lanjutan karena dirasa sangat tidak representatif untuk mengambil keputusan atas nama AUB. Tidak hanya itu, informasi terkait konsolidasi aksi lanjutan juga tengah digaungkan di grup internal AUB. Namun, singkatnya rentangan waktu menuju hari H aksi turut menjadi alasan sedikitnya massa aksi yang terkumpul pada saat teknis lapangan.

“Secara sikap aliansi, AUB tidak turun. Individu atau organ yang turun yang merupakan bagian dari AUB, semua atas nama individu atau organnya masing-masing namun tetap dalam frame yang sama yaitu menyinggung UU Cipta Kerja,” terang Khaliq Tahmid.

Selanjutnya, Kholiq juga menyampaikan terkait kontinuitas AUB yang akan tetap konsisten dalam permasalahan Omnibus Law. Pihaknya menjelaskan bahwa kondisi vakum AUB pada aksi ketiga penolakan Omnibus Law tidak mengartikan bahwa AUB berhenti memperjuangkan suara keadilan rakyat. Lebih lanjut, Tahmid mengatakan bahwa perjuangan AUB tidak berhenti selama garis perjuangan belum sampai, AUB akan terus berada di garda terdepan dalam mengawal terciptanya keadilan bagi seluruh rakyat Indonesia.

“Omnibus Law pada tubuh AUB masih banyak yang harus dibahas, terlebih pada penyatuan pendapat dari tiap individu dan organ di AUB. Jika memang Omnibus Law belum dicabut, maka AUB tetap akan melawan dan mendukung penolakan UU Cipta Kerja dalam bentuk apapun,” ujarnya.

Reporter : Umar, Naila

Editor : Sa'idatuz Zakiyah


 

 

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar