Julukan Ekawira dan Gebrakan Baru Mataf Online FEB UMY 2020

 

Sumber: Dokumen Nuansa


Nuansa Online - Fakultas Ekonomi Bisnis (FEB) kembali memberikan julukan untuk para mahasiswa barunya kali ini. Pada Masa Ta'aruf (Mataf) 2020 yang digelar secara online pada (29/09), Ekawira kembali dipilih menjadi julukan bagi peserta Mataf FEB. Meski bukan untuk pertama kalinya julukan ini digunakan, pemberian nama Ekawira tetap memberikan kesan yang berbeda pada Mataf tahun 2020. Tak hanya soal julukan, Mataf FEB kali ini juga memiliki konsep baru yang disesuaikan dengan situasi pandemi  COVID-19.

Julukan Ekawira pada awalnya digunakan pada Mataf tahun sebelumnya (2019) yang kemudian digunakan kembali pada Mataf kali ini. Pemberian nama Ekawira berbeda bagi masing-masing gender, untuk mahasiswi mendapat julukan Ekawirawati dan untuk mahasiswa mendapat julukan Ekawirawan. Pemilihan kata Ekawira tidak semata-mata untuk membedakan Fakultas Ekonomi dan Bisnis dengan fakultas lainnya. Melainkan, sebagai do'a bagi mahasiwa baru FEB itu sendiri. Dengan dipilihnya julukan ini mahasiswa baru (maba) FEB tahun 2020 diharapkan bisa menjadi sosok Ekawira sebagaimana makna nama tersebut.

Ekawira berasal dari Bahasa Sansekerta. Namun juga memiliki arti dalam bahasa jawa yaitu, Eka yang artinya pertama atau sering digunakan untuk julukan anak pertama dan Wira yang artinya pemberani. Julukan Ekawira merepresentasikan sosok pemimpin yang gagah dan berani.  Karena untuk mereka yang berkecimpung di dunia bisnis haruslah memiliki jiwa pemberani untuk menghadapi situasi pasar global saat ini maupun kedepannya, serta berani dalam mengambil keputusan dan kesempatan yang akan datang nantinya.

Pelaksanaan Mataf pada tahun ini pun sangat berbeda dengan Mataf-mataf tahun sebelumnya. Dengan pelaksanaannya yang serba online, konsep acaranya pun beradaptasi dengan situasi-kondisi Pandemi COVID-19. Tim kepanitiaan FEB juga menayangkan video Tour Faculty  untuk dinikmati para mahasiswa baru FEB. Video ini memperkenalkan lingkungan Fakultas Ekonomi dan Bisnis secara menyeluruh. 

Panitia berusaha sedemikian rupa agar Mataf kali ini terlaksana dengan semenarik mungkin, mulai dari pengadaan divisi baru, yaitu content creative yang sebelumnya tidak ada, hingga memperbanyak kuis dan ice breaking agar lebih menghidupkan suasana acara Mataf. Seluruh gebrakan baru ini diharapkan menggugah rasa semangat para peserta mataf agar tidak  mudah merasa lelah dan bosan selama menjalani rangkaian mataf ini. Meskipun demikian, konsep yang diterapkan tetap tidak mengurangi esensi dari mataf itu sendiri.

“Kami juga menyusun acara penutup dengan penampilan salah satu mahasiswa berprestasi dari FEB yaitu Nabila Maharani, atau Nabila Suaka. Pada intinya konsep kami tidak mengekang para maba untuk mengikuti rangkaian acara ini, tapi bagaimana kami bisa membawakan acara mataf ini secara bahagia, penuh keberkahan dan penuh pembelajaran.” tutur Muhammad Herza Agustiannur selaku ketua panitia Mataf FEB 2020, “Intinya, konteks mataf pada tahun ini adalah having fun tanpa melupakan esensi dari mataf itu sendiri” tambahnya.

Di tengah keadaan pandemi ini, Herza juga mengharapkan agar para mahasiswa baru tidak hanya menjadi kaum rebahan saja, tetapi juga mampu menjadi mahasiswa yang bisa melakukan gebrakan untuk membentuk jati diri supaya timbul rasa percaya diri, tanggung jawab yang besar dari dalam diri masing-masing. Sehingga terbentuklah sosok individu yang berkepribadian  humanis,  dan berkepribadian ilmiah, yang merujuk kepada tiga asas mahasiswa yaitu, seorang organisatoris, akademis, dan juga intelektualis.

Reporter: Nurma Kartika & Anisah Wening

Editor: Lautan Hesychia Hayes Usha & Annisa Zachra Humaira

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar