Menakar Efektifitas Kinerja Tim Kesehatan Mataf UMY 2020 di Tengah Pandemi

 

Sumber: KM UMY


Nuansa Online - Pelaksanaan Masa Ta’aruf Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (Mataf UMY) 2020 secara resmi digelar pada Senin (28/09) hingga Rabu (30/09), tentunya peran aktif dari segenap panitia sangat dibutuhkan dalam rangkaian acara ini terutama peran Tim Kesehatan (Timkes). Meskipun kuantitas individu Timkes mengalami penyusutan pada Mataf UMY 2020, hal ini tidak menjadi alasan untuk mengurangi kinerja dari Timkes itu sendiri. Peran Timkes masih sangat penting terlebih di saat kondisi pandemi seperti ini. 

Pada situasi pandemi COVID-19, UMY membatasi jumlah keseluruhan panitia Mataf 2020. Alasannya adalah karena pihak kampus ingin membatasi intensitas pergerakan panitia yang hadir ketika pelaksanaan Mataf di gedung AR-B lantai 5 UMY. Dengan jumlah panitia sebanyak 40 orang, tentu keberlangsungan protokol kesehatan harus tetap berjalan dengan tertib sebagaimana mestinya. 

Kehadiran Timkes pada perhelatan Mataf UMY kali ini mendapat banyak pertanyaan dari khalayak. Hal tersebut dikarenakan tugas utama dari Timkes yaitu menjaga kesehatan para mahasiswa baru, sedangkan Mataf kali ini digelar secara daring. 

Pertanyaan akan hal tersebut dijawab oleh Faisal Hadiansyah selaku Penanggung Jawab Tim Kesehatan Mataf Universitas 2020, “Walaupun mahasiswa tidak berada di kampus, namun tidak dengan panitia mataf. Sebab sangat beresiko bagi kita untuk beraktifitas dalam kerumunan panitia, apalagi di masa pandemi seperti saat ini. Jadi, tugas Timkes kali ini justru lebih berat, karena mereka harus memantau aktivitas keseluruhan panitia dengan intens agar sesuai dengan protokol kesehatan. Lalu kita juga bertugas mengedukasi para mahasiswa baru terkait informasi informasi menganai COVID-19”

Tak hanya menjaga kesehatan para panitia, Timkes UMY 2020 memiliki tugas lain yaitu merangkap menjadi Tim Reaksi Cepat Tanggap Covid UMY. Hal ini tentu saja menjadi salah satu tugas yang berhubungan dengan pandemik Covid-19 yang tengah kita rasakan. Dengan adanya tugas ini, diharapkan Timkes lebih mudah untuk beradaptasi dengan kondisi seperti sekarang. 

Sementara Timkes memikul tanggungjawab ekstra, panitia lain seharusnya dapat mengikuti protokol kesehatan yang ada. Namun sebaliknya, sangat disayangkan ketika melihat fakta dari postingan salah satu panitia yang mana menampilkan video dalam instastory-nya ketika sedang berjoget ria dengan tidak menjaga jarak satu sama lain setelah kegiatan mataf universitas usai. 

Melihat kejadian tersebut, Hasan Nopremon selaku ketua panitia Mataf UMY 2020 menanggapi, “Bahwasannya itu di luar dugaan, bahkan tidak  terkontrol, ini menjadi catatan khusus untuk diri saya pribadi, dan tentunya kinerja dari Timkes masih belum jelas atau kurang pada penegak kedisiplinannya, entah dari KKN COVID atau dari Timkes sendiri yang menegakan kedisiplinan”.


Reporter: Talitha Rahma Ariska

Editor: Annisa Zachra Humaira & Lautan Hesychia Hayes Usha

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar