OSDI 2020: Beragama dengan Cerdas Menuju Pribadi yang Berkualitas

 

Sumber: Dokumen Nuansa

Nuansa Online - Lembaga Pengkajian dan Pengamalan Islam Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (LPPI UMY) kembali menyelenggarakan Orientasi Studi Dasar Islam (OSDI) pada rangkaian  Masa Ta’aruf (Mataf) UMY 2020. Bertempat di Gedung AR-B lantai 5 UMY, OSDI kali ini dilaksanakan secara daring via aplikasi Microsoft Teams dan disiarkan langsung di kanal YouTube OSDI UMY selama dua hari, yakni pada Kamis (01/10) dan Jum'at (02/10).

“Beragama dengan Cerdas Menuju Pribadi yang Berkualitas” diangkat menjadi tema OSDI tahun ini. Shopi Setiawan selaku Ketua Panitia OSDI 2020 menjelaskan makna dibalik dipilihnya tema tersebut, “Di dalam tema ini terdapat dua kata kunci, yakni beragama dan cerdas. Jadi ketika kita beragama secara cerdas, maka pribadi yang kita miliki menjadi lebih berkualitas dari sebelumnya.”

Pada hari pertama OSDI, diadakan talkshow secara daring yang diisi langsung oleh Sekretaris Umum PP Muhammadiyah, Prof. Dr. H. Abdul Mu’ti, M. Ed.. Dengan dipandu oleh dosen Fakultas Hukum UMY, Yordan Gunawan, M.H., sebagai moderator, Prof. Abdul Mu’ti menjabarkan materi tentang apa dan bagaimana cara beragama dengan cerdas.

Pada kesempatan tersebut, beliau menerangkan bahwa dari sudut pandang psikologi, ada sembilan ciri-ciri orang yang beragama dengan cerdas. Prof. Abdul Mu’ti juga menambahkan pandangannya terkait agama jika dilihat dari sudut pandang filsafat, lalu dikaitkan dengan kehidupan masyarakat dewasa ini, “Money can’t buy everything, uang bisa membeli hiburan, tetapi tidak bisa membeli kebahagiaan. Uang bisa membeli jabatan, tetapi tidak bisa membeli kehormatan”.

Lalu di hari ke dua, OSDI diisi oleh pembicara yang tak kalah menarik, yaitu Ustadz Bachtiar Natsir, Lc, MM., dipandu oleh Direktur Mualimin Yogyakarta, Dr. Aly Aulia Lc. M.Hum. Beliau mengajak kita untuk membersihkan diri sebelum menuntut ilmu, karena bagaimanapun, ilmu tidak akan singgah pada diri orang yang bermaksiat. Ustadz Bachtiar Natsir juga berterusterang bagaimana sikap kita sebagai penuntut ilmu 

“Seharusnya kita lebih menghormati dosen daripada orang tua, karena dosen yang membesarkan jiwa kita,” terangnya.

Karena konsep pelaksanaan OSDI 2020 merupakan hal yang baru bagi panitia, tentu hal ini tidak bisa langsung diterapkan secara maksimal. Hal tersebut pun diungkapkan oleh Shopi selaku Ketua Panitia, “Kekurangan pasti ada, terutama yang berkaitan dengan teknis pelaksanaan, seperti pada hari pertama pemateri yang terlambat memasuki room.

Syukurnya hal tersebut tidak terjadi lagi pada OSDI hari kedua. Begitupula koordinasi peserta OSDI yang membaik seperti; presensi, post-test, myklass, dan resume. Meskipun tidak bisa dipungkiri masih ada satu dua peserta yang masih tertinggal.

“Harapan saya untuk mahasiswa baru, walaupun OSDI dilakukan secara online, nilai-nilai Islam yang sudah disampaikan dapat menjadi acuan secara fundamental, tersampaikan melalui nuansa islami dan atmosfer di kampus yang unggul dan islami” ungkap Shopi saat ditanya mengenai harapannya untuk OSDI tahun ini (2/10).

Secara keseluruhan, OSDI kali ini meninggalkan kesan baik di kalangan mahasiswa baru. “Kesannya sangat baik, apalagi mendengar ceramah dari Pak Abdul Mu’ti” ungkap Haqie Religia Saintika, mahasiswa baru dari Fakultas Hukum (1/10).

Kendati demikian, Ia tidak menampik bahwa tetap ada kekurangan dalam pelaksanaan OSDI tahun ini. “Ada, terutama panitia dan pemandu karena yang saya lihat pemandu kurang mengarahkan dan menginformasikan tentang OSDI.”


Reporter: Muhammad Ihsan Darmawan & Rizky Feby Wulandari

Editor: Annisa Zachra Humaira & Lautan Hesychia Hayes Usha

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar