Sedikit Narasi untuk Pelanjut Negeri

 

Sumber: Geotimes.co.id


Baca ini layaknya prolog sebuah buku. Mengantarkan anda pada bagian – bagian baru yang mungkin akan lebih runyam dan rumit. Layaknya awalan, ucapan selamat datang patut anda dapatkan. Terutama kawan satu almamater Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, tanpa membedakan fakultas dan jurusannya. 

Sedikit terkejut tentunya, mendapatkan sambutan dari tentara tak kasat mata. Memburu segala sisi kebebasan yang dulu dengan mudah didapatkan. Tarikan nafas yang biasanya panjang harus tersengal sebab beberapa lapis kain penutup saluran hidung, mulut, tenggorokan, dan kerongkongan. Jalan – jalan yang biasanya setiap luang dilakukan, kini harus mendekam terkurung keadaan. Berkisah – kasih dengan yang terkasih tepaksa ditunda karena harus saling menjaga.

Pada tahun pendidikan ini,  Anda yang seharusnya berjalan menjauh dari zona nyaman mesti menunda sebab situasi dan kondisi yang membahayakan. Mestinya, masa ini menjadi ajang seru untuk menjajaki hal yang baru. Berjuluk mahasiswa dengan maha – mahanya. Tahun angkatan corona, katanya. Dengan pesta wisuda tanpa sua bersama kawan seperjungan. 

Tenang, tidak perlu iri juga berkecil hati. Justru angkatan andalah perubahan banyak digalakkan. Mulai dari sistem pendidikan, yang dulu harus bertatap muka kini dialihkan dengan teramat sangat memanfaatkan teknologi yang ada. Semua dosen, guru, siswa, dan mahasiswa dituntut fasih menggunakan berbagai media. Bukan lagi dengan kapur tulis dan spidol papan, kini penyampain materi menggunakan power point yang berlembar – lembar. Cara mengajar yang terkesan kuno dan membosankan, sudah ditinggalkan menjadi tampilan atraktif yang mengesankan.

Semenjak dikeluarkannya keputusan untuk belajar dari rumah oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan. Tidak perlu lagi pagi – pagi sarapan, mandi, berpakaian seragam rapi lalu mengayuh menuju ruang kelas. Begitupun dengan pelaksanaan masa pengenalan lingkungan kampus atau yang sering disebut dengan OSPEK bagi mahasiswa baru. Lain halnya ketika anda kini telah menjadi bagian dari keluarga besar Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, OSPEK berganti nama menjadi “Masa Ta’aruf atau Mataf”. Sebab berpayung pada peraturan pemerintah, Mataf pun dilakukan dalam ruang yang berbeda.  Panitia di kampus dan anda cukup di kampung halaman. 

Pertama dalam sejarah, Mataf dilaksanakan secara online tanpa kehadiran anda membersamai panitia pelaksana. Cukup duduk dan menyaksikan layaknya menikmati pertandingan sepak bola, anda hanya perlu sesekali mengangguk atau menggelengkan kepala. Mungkin ditemani segelas susu juga makanan  kesukaan. Semua sudah dipersiapkan untuk anda secara matang dan anda hanya tinggal menyantap dengan lahap. Tentu semua kemudahan ini seharusnya tidak menjadikan esensi dari Mataf dikurangi. Semua sama, dan anda diharapkan juga mampu menangkap maksud dan tujuan yang tersimpan. 

Mataf ini adalah gerbang bagi anda untuk mengenal keberagaman dunia perkuliahan. Bahwa berkuliah menjadi seorang mahasiswa kiprahnya tidak hanya di ruang kelas saja. Bagaimana semestinya tugas anda sebagai tangan kanan sekaligus penyambung lidah rakyat harus lebih kuat dan cermat. Bagaimana seharusnya anda sebagai pelanjut generasi mampu menghidupkan kembali literasi yang rasanya akan mati. Mempelajari mengapa banyak orang di atas sana menggilai harkat dan pangkat dengan menginjak kepentingan rakyat. Mengapa agama yang seharusnya menjadi landasan utama justru ditinggalkan begitu saja. Dan yang terpenting dari ilmu yang nantinya anda dapatkan, kontribusi apa yang mampu ada sodorkan kepada tanah pertumpah darahan. 

Semoga anda belum mengeluh dengan pelaksanaan Mataf kemarin, karena kita sama – sama tidak tahu kapan pandemi ini akan berakhir. Sampai kapan lagi kita harus berjarak puluhan bahkan ratusan kilo. Padahal Yogyakarta saja sudah menunggu anda dengan suguhan istimewa. Sekali lagi, dan mungkin yang terakhir kali. Selamat datang pada perjuangan kehidupan yang semakin keras lagi. Generasi kreatif juga inovatif yang Indonesia miliki. Generasi hebat, dengan adaptasi yang cepat. 

Demikian tadi bantuan prolog yang ditulis, selanjutnya dengan banyak semoga silahkan anda tulis keberlanjutan dari kisah masa mahasiswa anda nantinya.

Dinar Dewi Utami

Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar