Surat Terbuka SOPINK Tuntut UMY Nyatakan Sikap Tolak Omnibus Law

 



Nuansa Online - Solidaritas Untuk Orang Pinggiran dan Perjuangan Kampus (SOPINK) Universitas Muhammadiyah Yogyakarta (UMY) menulis surat terbuka kepada Dr. Ir. Gunawan Budianto, M.P., selaku Rektor UMY terkait sikap UMY yang dirasa belum jelas atas penolakan pengesahan Undang-Undang Cipta Lapangan Kerja (UU Cipta Kerja) pada Rabu (7/10).

Dalam surat terbukanya kepada Rektor UMY, SOPINK menuntut UMY untuk ikut menyatakan sikap menolak secara terbuka atas proses pengesahan Omnibus Law UU Cipta Kerja. SOPINK juga menuntut Rektor UMY untuk menghentikan segala aktivitas yang ada di kampus sebagai bentuk dukungan dan solidaritas atas antipati terhadap UU Cipta Kerja sampai UU tersebut dicabut oleh pemerintah.

Desakan ini berangkat dari masifnya aksi penolakan di berbagai daerah Indonesia karena terdapat hal yang berpotensi merugikan rakyat. Seperti di antaranya, akan banyak bermunculan konflik agraria, masifnya investasi yang membabat tanah masyarakat adat, terabaikannya konsep lingkungan, buruh rentan di-PHK, serta upah murah berstatus kontrak seumur hidup yang akan semakin menyengsarakan rakyat. 

Pihaknya juga menambahkan latar belakang dikeluarkan surat terbuka tidak lain karena melihat Pusat (PP) Muhammadiyah sebagai organisasi kemasyarakatan yang memiliki banyak lembaga pendidikan dan terkoneksi dengan UMY telah menyatakan sikap menolak UU Cipta Kerja secara resmi yang disampaikan melalui Majelis Hukum dan HAM (MHH) kepada DPR RI (15/7). 

“Situasi pandemi COVID-19 ditambah dengan pengesahan UU Omnibus Law itu sangat berdampak buruk, terutama bagi buruh. Sehingga kami, SOPINK, meminta sikap Rektor UMY untuk memberi pernyataan atau sikapnya sebagai pemimpin kampus terhadap penetapan Omnibus Law. Muhammadiyah kan sebelumnya juga telah menyatakan sikap resminya untuk menolak disahkannya UU Omnibus Law,” ujar Indragus Pangestu, Ketua SOPINK UMY, Senin (12/10).

Meski surat terbuka ini sudah banyak beredar dan viral di kalangan mahasiswa, namun pihaknya mengaku belum juga mendapatkan respons sedikitpun dari Rektor UMY. Sejauh ini, SOPINK akan terus menggalang partisipan di lingkungan UMY untuk menyuarakan surat terbukanya sebagai bentuk solidaritas penolakan Omnibus Law.

 

Reporter : Lautan Hesychia Hayes Usha

Editor : Naila Salma Nurkhalida


Share on Google Plus

LPPM Nuansa UMY

Silahkan kirimkan tulisanmu berupa berita, opini, atau sastra ke Nuansa Online! Kirim ke nuansaumy@gmail.com! Ayo, aktif menulis!
    Blogger Comment
    Facebook Comment

0 comments:

Posting Komentar